Hasil Proyek Pengaspalan Jalan Nasional Kepri Disorot

 

Kepri.TanjungPinang.Ovumnews.Com Jalan belum lama di perbaiki baru seumur jagung dikerjakan namun hitungan bulan Kondisi aspal jalan sudah rusak, mulai retak dan berlubang dan retak seperti kulit buaya banyak kelihatan di sepanjang jalan Nasional Tanjung Pinang Kepri.

Kualitas proyek pengaspalan di sejumlah ruas jalan Nasional maupun jalan provinsi di Kepri dipertanyakan dan disorot masyarakat. Pasalnya, lebih dari 100 kilometer jalanan aspal di Kepri mengalami kerusakan, termasuk di Tanjungpinang, baik yang baru dibangun maupun sudah lama dikerjakan.

Laode Kamarudin,Ketua DPD Indonesia Crisis Center (ICC) Kepri Angkat bicara dan menilai, penyebab cepat rusaknya kondisi jalan tersebut, disebabkan karena adanya dugaan praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), baik dari pelaksanaan lelang hingga pelaksanaan teknis dan prosedur kerja yang tidak mengacu pada standar yang diterapkan Binamarga seperti ASTHO, ASTM, MPBJ dan standar nasional lainnya.

Mulai dari pelaksanaan pelelangan, sudah terindikasi KKN, hingga mengakibatkan persaingan yang tidak sehat antara perusahaan penyedia jasa. Perusahaan Pemenang Lelang kerap  memonopoli calon pemenang yang ditentukan Pejabat PA maupun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” terang Laode, Minggu (28/5).

Indikasi KKN dalam pelelangan pekerjaan dan pelaksanaan pembangunan jalan tersebut, juga terlihat semakin nyata antara kontraktor pelaksana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, (PPTK) dengan Konsultan Pengawas Pekerjaan.

Berdasarkan data ICC  dalam pelelangan LPSE, sistem monopoli dengan memenangkan satu kontraktor sampai saat ini masih kerap terjadi. Akibat minimnya peralatan dan tidak adanya sertifikasi kalibrasi AMP dan peralatan lainnya, membuat pekerjaan pengaspalan dan pembangunan jalan di Kepri terkesan asal-asalan.

Seharusnya, untuk mendapatkan hasil yang optimal pada proyek jalan yang menggunakan aspal hotmix (Hot Mixing Plant), dinas terkait harus melakukan dan menerapkan sertifikasi kalibrasi terhadap AMP (Asphalt Mixing Plant), termasuk peralatan pendukung lain serta standar penyimpanan material agregat terutama untuk AMP dengan sistem kerja kontinyu yang tidak memiliki HOT BIN,” ungkap Laode.

Sebuah AMP proyek, juga harus tersedia laboratorium dan tenaga laborat untuk mengontrol kualitas produksi aspal hotmix yang diaduk di dalam AMP, sehingga menghasilkan aspal yang memiliki stability, fleksibility, durability, absorsi agregat serta gradasi agregat yang sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan.

Berkaitan dengan proses pekerjaan jalan dan jembatan, khususnya di bidang overlay dan perbaikan geometrik berupa peninggian badan jalan yang saat ini sedang dilakukan di beberapa titik di kota Tanjungpinang Kepri, ICC memantau, tidak dilakukan sesuai dengan spesifikasi serta mekanisme kontrak.

Berdasarkan referensi yang telah dikumpulkan, terdapat beberapa kejanggalan dalam prosesdur pelaksanan pekerjaan proyek jalan seperti tidak ratanya lapisan resap perekat aspal (Tack Coat), kurang mulusnya lapisan permukaan aspal jalan (Surface), hingga cenderung ber-Void yang diakibatkan kontrol ketebalan aspal saat finisher penghamparan aspal yang terkesan asal jadi dan tidak berdasarkan standard yang ditentukan. Hal ini menyebabkan proses leveling existing badan jalan yang menjadi bergelombang dan keriting dan retak seperti kulit buaya..

Parahnya, pejabat pengawas pekerjaan serta konsultan dan PPTK, seakan tutup mata dengan pekerjaan kontraktor ini. Hingga ketika jalan sudah selesai dikerjakan terdapat banyak gelombang pada permukaan, baik arah melintang maupun memanjang yang mengakibatakan, terjadinya genangan air pada permukaan yang mengakibatakan keretakan dan jalan menjadi berlobang,” paparnya.

Kerusakan yang terjadi meliputi kerusakan lapisan aus (permukaan) berupa, keratakan aspal, bergelombang, berlubang hingga kerusakan mencapai lapisan Base Jalan serta penurunan badan jalan, kendati belum mencapai umur lima tahun. .

Akibatnya, dari dugaan permainan KKN ini, belum sampai lima tahun, sejumlah ruas jalan yang sudah dikerjakan sudah hancur. Bahkan akibat manipulasi standar dan bestek antara kontraktor dan pejabat, ruas jalan yang rusak di Tanjungpinang bisa membunuh sejumlah warga pengendara motor dan mobil yang terjerembab ke dalam lubang menganga, ditengah jalan,Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *