HUT 176 Kab. Lima Puluh Kota, Ketua DPRD Ajak Bangkit Majukan Daerah

 

Ovumnews.com.Limapuluh Kota..Momentum HUT Lima Puluh Kota yang ke 176, Ketua DPRD Kab.Limapuluh Kota, Safarudin Dt. Bandaro Rajo, SH mengajak seluruh elemen masyarakat yang menghuni Luak Bungsu ini miliki luas 3.354,30 km² ini untuk bangkit bersama.

Kabupaten yang terdiri dari 13 Kecamatan, 79 Nagari dan 401 Jorong ini memiliki sejarah yang panjang yang dapat dijadikan batu loncatan untuk kembali bangkit.
Memperingati Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota, diibaratkannya seperti melihat kaca spion, melihat ke belakang untuk maju ke depan. Hal itu mengingat sejarah Luhak Limapuluh Kota di awal kemerdekaan, serta Kabupaten Lima Puluh Kota yang sekarang.

Ditetapkannya pada tanggal 13 April 1841 sebagai Hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan tanggal dikeluarkannya Besluit No. 1 tentang reorganisasi pemerintahan Sumatra’s Westkust yang isinya membentuk 9 Afdeelingen, salah satu nama Afdeelingen tersebut adalah Afdeeling Lima Puluh Kota.

Afdeeling pada tanggal 13 April 1841 itu meliputi Lima Puluh Kota, Halaban, Lintau, Buo, Koto Tujuah, serta XIII Kota yang merupakan titik awal dimulainya administrasi pemerintahan kemudian mengalami beberapa kali reorganisasi.

Reorganisasi kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 1865, dimana Afdeeling Lima Puluh Kota dengan ibukotanya Payakumbuh, terdiri dari dua
istricten/Onderafdeelingen, yaitu Payakumbuh (ibu kota Payakumbuh) dan Puar Datar (ibukota Suliki).

Reorganisasi ketiga untuk Lima Puluh Kota dilakukan pada tanggal 1 Januari 1905 dalam Staatsblad van Nederlandsch-Indie No 418 dijelaskan bahwa Afdeeling Lima Puluh Kota terdiri dari 3 Onderafdeeling, yaitu Payakumbuh, Puar Datar dan Mahat dan Boven Kampar.

Afdeling Lima Puluh Kota ini berlanjut pada zaman jepang dengan nama Lima Puluh Kota Bun dan berlanjut pada awal kemerdekaan tanggal 8 Oktober 1945 dengan nama Luhak Lima Puluh Kota.

Kemudian terjadi beberapa kali pemekaran, pada tahun 1948 dan pemisahan Bangkinang pada tahun 1956, serta pemekaran dengan pembentukan Kota Payakumbuh pada Desember 1970.

Berdasarkan sidang paripurna DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota maka ditetapkanlah , Peraturan Daerah Nomor 11 Tentang Hari Jadi Kabupaten Lima Puluh Kota, tertanggal 26 November 2008.

Harapan Ketua DPRD Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo!SH dari Fraksi Golkar. Dimana peringatan hari Jadi Kabupaten Limapuluh Kota ini telah berjalan selama 9 tahun yang dimulai sejak tahun 2009 lalu.

Ia mengajak peringatan hari jadi Kabupaten yang ke-176 ini, dijadikan momentum untuk bangkit bersama memajukan masyarakat Limapuluh Kota yang sejahtera.
“Tahun 2017 ini adalah tahun ke-2 dari RPJMD Limapuluh Kota dan peletakan kerangka kebijakan untuk tahun ke-3 RPJMD Limapuluh Kota, mencapai Program dan Kegiatan yang telah ditargetkan.

Terpenting adalah meningkatkan komunikasi baik antara lembaga Legislatif dan Eksekutif, maupun antar pimpinan, komunikasi bukan mencari salah atau benar tetapi sebuah komunikasi efektif yang mencari persamaan solusi terhadap berbagai masalah daerah.

Seperti ketimpangan ekonomi, kemiskinan, pengangguran dan berbagai persoalan bencana yang melanda daerah Limapuluh Kota,”ujar Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, SH

Ditambahkan,ditahun 2017, formulasi baru Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Limapuluh Kota Nomor 15 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan Perangkat Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.

Dipaparkan,“Tentu kita perlu mensinkronkan kembali rentang komunikasi, koordinasi dan pengawasan terkait fungsi pemerintah dan DPRD itu sendiri, agar semua program dan kegiatan dapat dicapai dengan strategi dan kebijakan yang kita buat bersama yang pengawasan secara politik dilaksanakan oleh komisi-komisi yang ada di DPRD Limapuluh Kota,” tukuk Safaruddin Dt.Bandaro Rajo.

Lima Puluh Kota dikenal dengan masyarakatnya “yang ramah tamah dan setia, aianyo janiah, ikannyo jinak, sayaknyo landai. Artinya, tambah Safaruddin masyarakat Limapuluh Kota telah dikenal dengan masyarakat yang ramah-tamah, persuasif yang tidak suka pertengkaran dan suka menerima tamu.(rel/Edwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *