Kabut Hitam di RSUD Batam ,Lima Bulan Menjabat Dirut RSUD Mundur

 

Batam.Ovumnews.com–Kemelut yang melanda di RSUD, Gunawan tak mau berkomentar.”Beri kesempatan kepada yang lebih bisa saja untuk menjadi direktur,” terang dia.

Wali Kota Batam, Rudi mengagendakan pertemuan dengan pimpinan BPJS Kesehatan pada Kamis (24/8/2017) ini.Pertemuan itu membahas perbedaan data jumlah uang yang mesti dibayarkan BPJS Kesehatan untuk uang jasa medik dokter di RSUD Embung Fatimah
Kamis kita akan klarifikasi dengan BPJS, minta data, biar klop,” kata Rudi.Dia meminta soal perbedaan data itu tak perlu diperpanjang dengan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar.

Tak usah saling salahkan. Kami sudah panggil pimpinannya. nanti bertemu. Data di kami seperti itu, tapi mereka bilang tak ada. Ya, kita cocokkan saja datanya,” ujar dia.

Terpisah, Humas BPJS Kesehatan, Irfan Rachmadi mengaku bingung dengan munculnya utang BPJS Kesehatan sebesar Rp 20 miliar.Kami juga tak tahu Rp 20 miliar ini darimana. Terakhir kami bayar 14 Agustus. Kami sudah bayar Rp 42 miliar,” kata Irfan.

Dia mengakui, saat ini memang ada klaim yang masih proses verifikasi, namun jumlahnya tak sampai Rp 20 miliar. Tak sampai Rp 20 miliar. Lagian kalau yang namanya berutang itu kalau sudah diajukan penagihannya, tapi belum ada penagihan,” ujar dia.

Didi Kusmadjadi Resmi Jabat Plt Direktur RSUD Embung Fatimah

Namun saat sekarang Pelaksana tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam dijabat Didi Kusmadjadi, mengatakan kepada semua petugas medis dan dokter rumah sakit agar melengkapi resume atau catatan medis pasien dengan baik dan benar. Itu bertujuan untuk mencairkan dana BPJS yang belakangan ini sering bermasalah.

Catatan medis sebagai syarat untuk klaim tagihan BPJS itu. Kalau kurang lengkap, pihak BPJS tak mau mencairkan. Ini yang menjadi persoalan utama selama ini,” ujar Didi Kusmadjadi, usai serah terima jabatan dari dr Gunawan Budi Santosa di RSUD Embung Fatimah, Senin (28/8/2017).

Untuk tunggakan uang jasa medis, para dokter dan petugas medis lainnya, Didi mengaku akan menyelesaikan secepatnya. “Hak jasa medis kawan-kawan itu tinggal tunggu SK Walikota sebagai payung hukum,” ujar Didi lagi.

Sementara dr Gunawan Budi Santosa mengaku, mengundurkan diri sebagai Direktur RSUD karena belum mampu mengatasi persoalan-persoalan yang ada di RSUD Embung Fatimah tersebut. Lima tahun menjabat sebagai direktur RSUD, Gunawan mengaku banyak persoalan yang terjadi yang tidak bisa diatasinya. Bin 029/Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *