Kasus Korupri Alkes RSUB Batam Saksi Menolak Diperiksa

 

Batam.Ovumnews.com-.Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam Yusron SH MH mengatakan ,penyelidikan dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji tetap berlanjut. Hanya saja, kata dia, pihaknya terkendala dengan saksi yang menolak datang ke Kejari untuk diperiksa.

Proses penyelidikan masih tetap berjalan, hanya saja saat ini terkendala dengan saksi-saksi yang tidak hadir untuk dimintai keterangan,”ucap Yusron saat menyebar kotak pengaduan tindak korupsi di Jembatan Barelang, Kamis (4/2)..

Para saksi yang tidak hadir adalah saksi yang berasal dari luar Batam, sementara pihaknya membutuhkan keterangan mereka untuk memperkuat penetapan tersangka nantinya.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Batam, Muhammad Iqbal menambahkan sudah beberapa hari ini pihaknya menunggu kehadiran saksi. Namun tidak ada yang bersedia hadir. yang dirilis hk

Dari pagi hingga malam kita tunggu namun tidak ada yang hadir. Dan untuk hari ini sudah ada satu orang yang hadir memenuhi panggilan kami dari 6 orang saksi yang dijadwalkan,”ucapnya kembali.

Untuk saksi yang tidak hadir maka akan dilakukan pemanggilan ulang. Jika masih tidak bersedia hadir maka akan dilakukan pemanggilan paksa.

Pemanggilan ulang akan kita terhadap saksi-saksi tersebut. Dan akan kita lakukan pemanggilan paksa jika masih tetap tidak bersedia hadir,”jelas Iqbal.

Proses penyelidikan Alkes RSUD diharapkan bisa diselesaikan paling cepat bulan depan hingga bisa ditetapkan para tersangka.

Awalnya, saya perkirakan bulan ini sudah bisa kita selesaikan,namun seperti dikatakan Kajari bahwa kami terkendala saksi,”ungkapnya.

Untu saksi ahli, kata Iqbal. Kita juga sudah menyurati para saksi ahli yang memahami betul perkara dunia kesehatan. Diusahakan akhir Februari atau awal Maret bisa ditetapkan tersangka – tersangkanya.

Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kepri, pengadaan alkes RSUD Embung Fatimah telah menghabiskan uang negara sebesar Rp5 miliar lebih, tepatnya Rp 5.604.815.696. Dari tangan tersangka Fadillah, didapati Rp 194 juta oleh Bareskrim Mabes Polri yang disebut sebagai alat bukti. R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *