Kasus LPJ Fiktif Walinagari Ganggo Hilia-Bonjol Pasaman Menguap ?

 

Lubuk Sikaping, Ovumnews.com.-Masyarakat Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman khususnya, kini santer pertanyakan sikap Kejaksaan Lubuk Sikaping atas laporan LSM Tipikor- RI dugaan tindak pidana korupsi Laporan Pertangungjawaban Keuangan Nagari, tahun 2014 oleh Walinagarinya, Bondan Subianto, Dt. Putiah.

Pasalnya, berdasarkan laporan LSM Tipikor- RI, oleh Oyon Hendri, Januari 2016 lalu, ke Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping, dugaan tindak Pidana Korupsi pada laporan keterangan pertanggung jawaban keuangan Nagari tahun 2014 senilai Rp.100.000.000,- oleh Wali Nagari Ganggo Hilia Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Bondan Subianto, Dt. Putiah, hingga berita ini tidak jelas juntrungnya.

Padahal, dalam Laporan LSM Tipikor-RI, secara hukum positif dilampirkan pernyataan Ismahendri, Kepala Jorong Padang Baru, Handre Putra, Deni Fadli, merupakan Da’i, serta perangkat Nagari Ganggo Hilia menyatakan bahwa tanda tangan yang ada pada pembayaran honor perangkat adalah palsu dan uang yang terdaftar pada daftar tanda terima Kaur Nagari tersebut tidak sesuai dengan uang yang diterimanya.

Juga dalam Laporan LSM Tipikor- RI tersebut juga dilampirkan pernyataan Ketua PKK sekenagarian Ganggo Hilia yaitu Evi Susanti, Kampung Talang, Desi Yanti, Kampuang Padang Bubuih, Tati Novita, Kampuang Caniago, Mofita Darmi, Kampuang Padang Laweh, Ferida Eriani, Padang Paru, Sri Mulyani. Kampuang Tj.Bungo, Astuti, Kampuang Musuih, Erna Wilis, PKK Pasar, menyatakan bahwa uang yang diterima pembuatan taman PKK adalah Rp.100.000,- bukan Rp.300.000,- seperti yang tertera didalam laporan LKPJ Wali Nagari Ganggo Hilia tahun 2014.

Ketika ditemui diruangan kantor Camat Wali Nagari Ganggo Hilia, Bondan Subianto, Dt, Putiah pada tanggal 12 April 2016 mengakui, “memang ada laporan TIPIKOR-RI, akan tetapi pihak kejaksaan tidak pernah memanggilnya bahkan saya datang sendiri kekejaksaan menemui Kasi Hukum dan Kasi Intel, yang bernama AUN”, jawaban mengatakan “ Bagaimana saya memanggil bapak sedangkan bapak tidak ada Kasus” demikian kilah Dt.
Terus, Walinagari itu berkomentar kalau memang tidak ada kasus saya tolong berikan selembar surat bahwa saya tidak ada kasus dikejaksaan seperti yang dilaporkan TIPIKOR-RI .

Dilain pihak, wartawan, terkait dugaan kasus yang dituduhkan ke, Walinagari Ganggo Hilia, Kec. Bonjol Pasaman, Bondan Subianto, Dt. Putiah, Kasi Intel Minang, SH, katakan dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan LSM Tipikor- RI, kami masih didalam pengumpulan data dan saksi. sebab saya takut ada unsur politiknya, terangannya.

Namun, yang pasti publik luas berharap niat baik pihak Kejaksaan mengikis habis segala bentuk penyelewengan serta tindak tanduk oknum- oknum, khususnya kebijakan Walinagari yang bermental bobrok terhadap penggunaan uang dari pungutan pajak serta retribusi rakyat khususnya di Kabupaten Pasaman, ujar ketua PKK se kenagarian Ganggo Hilia kepada wartawan.(Afsyal/Mesta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *