Kejaksaan Tinggi Kepri Bidik Tersangka Baru.Dugaan Kasus Proyek Pembangunan Ruangan Belajar Universitas Maritim Raja Ali Haji Dompak

 

Kapri OvumNews.com–Dugaan kasus proyek pembangunan ruangan belajar dan ruangan kompentesi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Dompak, Tanjungpinang. Kejasaan Tinggi (Kejati) Kepri membidik tersangka baru ,Bahkan penyidik hanya tinggal menunggu petikan resmi putusan majelis hakim atas dua terdakwa yang sudah divonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

Dalam pertimbangan hukum, Majelis Hakim menyebutkan keterlibatan Konsultan dari CV Tunjuk Satu Konsultan (CV TSK), Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) M Yazid serta Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP), Rumzi Samin, secara bersama-sama, melakukan penandatanganan 42,10 Persen hasil progres pekerjaan dari Rp14,2 miliar nilai kontrak pekerjaan yang dikerjakan PT Prambanan Dwipaka (PT PDP).

Majelis hakim juga menyebutkan tentang keterlibatan konsultan, PPTK dan PPHP dalam korupsi UMRAH yang mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp864.874.000.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Yulianto SH MH mengatakan, penetapan tersangka baru korupsi Umrah akan secepatnya ditindak lanjuti.

Tersangka baru dimaksud juga berdasarkan pertimbangan hukum majelis hakim menyebutkan keterlibatan Konsultan dari CV Tunjuk Satu Konsultan (CV TSK), Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) M Yazid serta Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP).

Majelis hakim, saya tetapkan tersangka semua. Tidak perlu lagi mencari bukti dan saksi, semua sudah jelas dalam fakta persidangan yang disimpulkan dalam pertimbangan majelis hakim atas terdakwa Tengku Afrizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Rudjianto Sujatmiko selaku Direktur PT PDP yang mengerjakan proyek. Tunggu saja ronde kedua, pasti ada penetapan tersangka baru. Kalau perlu semuanya saya tetapkan tersangka,” ungkap Yulianto.

Pengadilan Tipikor Tanjungpinang baru-baru ini menyatakan, dua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan gedung belajar baru UMRAH.

Dalam putus majelis hakim menghukum terdakwa Tengku Afrizal selama 1 tahun 2 bulan penjara dan Rudjianto Sujatmiko, selaku direktur PT PDP, dengan hukuman hanya selama 1 tahun.

Kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan, secara bersama-sama, melakukan tindak pidana korupsi, memanipulasi progress pekerjaan proyek pembangunan gedung belajar dan Kompetensi Mahasiswa UMRAH tahun 2012, atas dakwan subsider melanggar pasal 3 Jo pasal 9 UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan korupsi Jo pasal 55 KUHP.

Keterlibatan konsultan, PPTK dan PPHP yang menandatangani progres pengerjaan proyek 42,10 persen dan dibandingkan dengan hasil audit konstruksi saksi ahli, kondisi riel pekerjaan hanya 37,56 persen, terdapat selisih 6,19 persen pekerjaan yang belum dilaksanakan.

“Atas perbedaan 6,19 persen progress pekerjaan yang dibuat kontraktor, konsultan, PPTK dan PPK, serta PPHP yang tidak melakukan pemeriksaan secara riel atas volume pekerjaan, hingga menyebabkan kelebihan pembayaran Rp.864 Juta,” ujar Majelis Hakim. TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *