Kejati Kepri Nyatakan Berkas 8 Tersangka Korupsi Lengkap,Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjung Pinang

 

Tanjungpinang.Ovumnews.com– Kajati Kepri Andar Perdana Widianto didampingi Aspidsus Kejati Kepri M Rahmat menggelar dalam konfrensi pers terkait penanganan kasus korupsi, Senin (24/10

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri menyatakan, berkas tiga kasus korupsi dengan delapan tersangka yang saat ini ditanganinya dinyatakan lengkap alias P-21 dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang untuk sidangkan.

Berkas sudah dinyatakan lengkap dan siap dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Jaksa yang menangani perkara ini telah ditunjuk,” ujar Kajati Kepri Andar Perdana Widianto melalui Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, M Rahmat kepada awak media Senin (24/10).

Nantinya sidang kasus ini akan ditangani oleh sekitar 14 jaksa yang berasal dari penyidik Kejati Kepri dan dari penyidik dari Kejari seperti Kejari Batam dan Kejari Natuna.

Ketiga kasus tersebut yakni pertama, kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Asrama Mahasiswa Kabupaten Anambas di Tanjungpinang tahun 2010 senilai Rp5 miliar.

Dalam kasus ini dua tersangka ditetapkan , yakni mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Raja Tjelak Nur Djalal, sekaligus sebagai Ketua Panitia Kegiatan (PPK) proyek dan Zulfahmi bertindak sebagai Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek.

Kedua, kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) untuk Persatuan Sepak Bola (PS) Batam senilai Rp 715 juta dengan dana dari APBD Batam tahun 2011.

Ada tiga tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini yakni Aris Hardi Alim, Ketua PS Batam, Rustam Sinaga selaku manager PS Batam dan Khairullah yang menjabat sebagai bendahara PS Batam.

Ketiga, kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) untuk honor guru mengaji di sejumlah Tempat Pendidikan Alquran (TPA) di Batam tahun 2011 senilai Rp6,4 miliar.

Dalam kasus ini Tiga tersangka ditetapkan yakni, Jami’ad, bertindak sebagai Ketua Umum Badan Majelis Guru (BMG) di Taman Pendidkan Qur’an (TPQ), Junaidi sebagai Kepala Bagian (Kabag) Kesra Kota Batam dan A Somat sebagai Kasubbag Bansos pada Bagian Kesra Kota Batam.Kerugian Negara diperkirakan Rp 3,9 miliar. Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *