Kepala LI BAPAN RI Kota Padang Surati Ketua Pengadilan Negeri Kls.1A Padang

 

Surat terkait kenapa Ketua Pengadilan Negeri Padang menerima kembali tuntutan orang yang kalah dalam perkara  Perdata yang sudah inkrah dan  mendapat kepastian hukum tetap, setelah dilaksanakan eksekusi pada tahun 1992 dan kini sudah berjalan 26 tahun lamanya”

Ovumnews.com–Padang, Kepala Lembaga Investigasi “Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara” LI BAPAN RI Kota Padang Andi Irman, menyurati Ketua Pengadilan Negeri Kls.1A Padang. Karena Ketua Pengadilan menerima tuntutan perdata yang sudah mendapat kepastian hukum tetap dalam perkara perdata  No.119/Pdt.G/1986 PN. PDG – waktu itu tergugat Zulman cs (dipihak yang kalah) dan obyek perkara tersebut sudah menjalankan putusan/Eksekusi diatas obyek perkara yang dilaksanakan pada hari Sabtu 26 Desember 1992

Eksekusi berdasarkan surat perintah/penetapan dan  menjalankan putusan Pengadilan Negeri Padang Tanggal 17 Nopember 1987 Perdata No.119/Pdt/G/1986 PN.PDG yang dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Sumatera Barat Tanggal 2 Pebruari 1988. Daftar banding Perdata No.03/Pdt/G/1988 PT.PDG dan Mahkamah Agung Republik Indonesia ditingkat kasasi tanggal 18 Mei 1992 Reg. No.1696.K/Pdt/1988 yang menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi Zulman. (dalam perkara antara Syamsuddin.cs berlawan dengan Zulman). Dan kasus ini sampai 2018 ini sudah berjalan 26 Tahun  masih dikuasai oleh kaum Syamsudin cs.(alm)

Dalam surat Andi Irman  Nomor : 02/LI.BAPAN.RI/DPC-Pdg/XI/018.PD  Perihal Penolakan Perkara (nebis in idem), sesuai amanah Lembaga Sebagai lembaga yang diakui Pemerintah yang syah untuk menjalankan tugas sesuai dengan misi dan visi lembaga, yaitu “Memperjuangkan hak pencari keadilan dan kebenaran, menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi bagi pencari keadilan. Dan mengajak seluruh penegak hukum untuk bertindak dan memakai hati nurani yang dapat membela masyarakat yang terzolimi sehingga diperoleh suatu kepastian hukum yang berimbang bagi pencari keadilan”

Hal tersebut Andi Irman minta kepada Majelis Hakim yang menyidangkan kasus perdata yang sudah mendapat kepastian hukum tetap, harus menolak gugatan Zulman ke Pengadilan Negeri Padang, pada tanggal 19 April 2018  melalui kuasa hukumnya, Advokat/Pengacara “Yurdin.SH & Associates Jl. Teuku Umar No.1C Padang Telp.(0751) 7059624.  41865. HP.0812675626XX  Dalam perkara Perdata No.57/Pdt.G/2018/PN.PDG. Dan tuntutan perdata ini tidak berdasar karena perkara aquo sudah mempunyai kekuatan hukum tetap

Perkara yang diajukan Zulman tersebut adalah sama dengan perkara sebelumnya yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap. Dan Majelis Hakim yang menyidang kasus ini harus menolak, tidak dapat diterima {Niet Onvankelij Verklaar (NO)}, karena perkara yang diajukan Zulman melalui Pengacaranya ini telah memenuhi unsur “Nebis In Ideem” . Artinya perkara yang sama, obyek yang sama dan pihak yang sama tersebut sudah pernah disidangkan sebelumnya, dan sudah mempunyai kekuatan hukum, dan sudah  dilakukan eksekusi.

Majelis hakim harus menghormati KUHPerdata “Apabila putusan yang dijatuhkan pengadilan bersifat positif (menolak untuk mengabulkan) kemudian putusan tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap, maka dalam putusan melekat Nebis In Idem. Oleh karena itu, terhadap kasus dan pihak yang sama, tidak boleh diajukan untuk kedua kalinya”

Surat Edaran Mahkamah Agung  No.06 Tahun 1975  bersubtansi melarang Hakim untuk menjatuhkan Putusan (Uit Voerbaar bij Voorrad) dan  Surat Edaran Mahkamah Agung No.3 Tahun 2002  tentang penanganan perkara yang berkaitan dengan azas Nebis In Idem.

Dalam surat edaran tersebut menyebutkan, menghimbau para ketua Pengadilan untuk dapat melaksanakan asas Nebis In Idem dengan baik demi kepastian bagi pencari keadilan dengan menghindari adanya putusan yang berbeda.

Jadi suatu gugatan dapat dinyatakan Nebis In Idem  dalam hal telah ada putusan berkekuatan hukum tetap sebelumnya yang memutus perkara yang sama dengan pihak yang sama, pada waktu dan tempat kejadian yang sama (tempus dan locus delicti-nya sama) dan putusan tersebut telah memberikan putusan bebas (vrijspraak).

Berdasarkan hal tersebut diatas, maka Lembaga Investigasi “Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (LI.BAPAN.RI) sekali lagi minta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kls.1A Padang untuk menolak gugatan Dalam perkara Perdata No.57/Pdt.G/2018/PN.PDG. yang diajukan Zulman melalui kuasa hukum Advokat/Pengacara “Yurdin.SH & Associates.

Hal yang sama juga dikatakan Wakil Kepala BAPAN Sumbar Zainal Abidin. HS. Bahwa majelis hakim harus menghormati surat edaran Mahkamah Agung (MA) yang berhubungan dengan Nebis In Idem harus menolak tuntutan perdata yang diajukan Zulman dipihak yang kalah melalui kuasa hukumnya tersebut, karena kasus tersebut sudah dikatakan Nebis In Idem dan sudah mempuyai hukum tetap apalagi kasus ini sudah berjalan 26 tahun lamanya. Jadi tuntutan Zulman tidak berdasar dan harus ditolak.

Hal ini untuk menghindarkan pendapat negative atas tudingan masyarakat umum terhadap pelaku pemegang tongkat estafet pelaksana hukum yang berkeadilan, karena masyarakat juga sedikit mengerti tentang hukum. Dan selalu melontarkan kata- kata ocehan yang tidak sedap diterima telinga kita menyebutkan “Pengadilan itu benar ada,..tapi Keadilan itu yang tidak ada” kata mereka.

Jadi apa yang dilakukan Andi Irman selaku Kepala Lembaga Investigasi “Badan Penyelamat Aset Negara” LI BAPAN RI Kota Padang itu sudah benar,..tinggal lagi pihak penegak Keadilan yang disurati Andi Irman tersebut ke Ketua Mahkamah Agung Di Jakarta ,- Jaksa Agung Di Jakarta,- Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat dan Pengadilan Tinggi Sumatera Barat.

Apakah mereka akan mengenyampingkan Surat Edaran Mahkamah Agung  No.06 Tahun 1975  bersubtansi melarang Hakim untuk menjatuhkan Putusan (Uit Voerbaar bij Voorrad) dan  Surat Edaran Mahkamah Agung No.3 Tahun 2002  tentang penanganan perkara yang berkaitan dengan azas Nebis In Idem. Melarang hakim yang berazas berkaitan dengan Nebis In Idem, Kata Zainal. (Hms)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *