Ketua BP Batam Hatanto Reksodiputro Audit Menyeluruh Prioritas Utama

 

Batam.Ovumnews.com–Pimpinan BP Batam yang baru meliputi Ketua dan Wakil ketua serta lima Deputi yang dilantik Menko perekonomian Darwin Nasution di Jakarta 5 April 2016 lalu, Senin (11/3) tatap muka sebagai perkenalan dengan para awak media yang dirangkaikan temu pers di Gedung Marketing BIDA Batam Centre.

Temu pers yang dimulai pukul 15.30 itu didahului dengan perkenalan satu persatu unsur pimpian BP Batam yang baru oleh Ketua BP Batam Hatato Reksodiputra. Unsur pimpinan yang diperkenalkan antara lain : Agus Tjahajana sebagai wakil ketua BP Batam, dan lima deputi Sgit Pribadi Pramudito, Junino Jahja, Eko Santoso Budiarto, Purba Rober Mangapul Sianipar dan Gusmardi Bustami. Usai perkenalan singkat dilanjutkan acara tanya jawab dipandu Direktur humas dan promosi BP Batam Purnomo Andi Antono.

Sejumlah pertanyaan krusial diajukan kepada pimpinan baru BP Batam, sepertinya hanya djawab secara normatif, disebabkan para pimpinan baru yang sekarang belum menguasai benar mengenai sejumlah permasalah yang terjadi selama ini di Batam. Seperti tentang isu seputar penghapusan UWTO, status pegawai BP Batam terutama honorer apakah akan di PHK. Kemudian mengenai status lahan yang tumpang tindih, isu aset BP Batam akan dialihkan maupun isu hangat yang berkembang selama ini pasca Mendagri mengeluarkan statement yang menyebut pemerintah akan membubarkan BP Batam.

Jawaban yang diberikan oleh pimpinan baru BP Batam terutama Ketua BP Batam Hatato Reksodipoetra sepertinya masih bersifat umum saja. Artinya hanya sekilas dan tidak tuntas dengan alasan pihaknya masih mempelajari semua permasalah dan meninfetarisir langkah-langka selanjtnya yang akan mereka kerjakan. Seperti ketika ditanyakan tentang penghapusan UWTO , Hatato menjelaskan bahwa pemikiran untuk penghapusan UWTO belum pernah dibahas. Demikian juga tentang , pengalihan asset BP Batam ke pemko Batam, Hatato menjawab, bahwa aset BP Batam tidak dialihkan. “untuk apa kami ditempatkan disini, jika asset dialihkan:, jelas Hatato.

Ia bahkan menyebut, aset-aset inilah yang akan dikelolah dalam mengembangkan Batam selanjutnya. Kemudian ketika apakah sebagian pegawai BP Batam terutama yang status honorer akan diberhentikan atau di PHK, Hatato lagi-lagi menyebut, tidak semudah itu memberhentikannya.

Hanya saja Ketua Badan Pengelola Batam yang mantan Dubes di Norwegia ini menegaskan, bahwa seluruh pegawai BP Batam akan bekerja maksimal dan masing-masing memberikan konstribusi dalam pengembangan Batam ke depan yang lebih maju. Karenanya, ada tolok ukur pegawai atau karyawan BP Batam untuk bekrja maksimal.

Penjelasan Ketua BP Batam yang baru ini sebagian memaknai akan terjadinya efisiensi yang bererti hanya pegawai yang benar-benar bisa berkonstribusi bekerja di BP Batam. Artinya suatu saat, tentunya akan ada pengurangan pegawai.

Mengenai perobahan staus Batam dari FTZ ke KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), Pimpinan baru BP Batam itu optimis akan berhasil, kendati diakui mereka beberapa kawasan lain di Indonesia dengan status KEK, umunnya tidak berhasil.

Namun melihat geografis Batam dan perjalanan dari mulai dibangunnya pulau Batam, lambat laun KEK di Batam akan bisa berhasil. Hatato juga menjelaskan, dalam bekerja dan memajukan Batam ke depan, pihaknya merangkul semua pihak dan menerima semua masukan dari semua kalangan terutam dari stockholder dan pemangku kepentingan.

Dalam kesempatan itu juga Hatato menepis saat ditanya apakah pimpinan BP Batamsekarang merupakan ‘titipan’ parpol. Hatato menegaskan, bahwa pengangkatan mereka sudah melalui fit and proper test di depan anggota dewan kawasan. Dewan kawasan Batam sendiri kata Hatato terdiri dari Meko Perokonomian sebagai ketua, Mendagri, Seskab, Panglima TNI, Kapolri, Menkumham, Gubernur Kepri, Walikota Batam, DPRD Kepri.

Maka sebagai langkah awal, Hatato menyebut, prioritas utama adalah Audit yang akan dilakukan BPK maupun Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) secara menyeluruh terhadap BP Batam. Antara lain audit keuangan BP Batam, audit organisasi, audit lahan, audit aset-set Batam. Audit menyeluruh yang akan dilakukan BPK dan BPKP rencananya memakan waktu selama tiga bulan.

Namun menunggu audit tersebut, menurut Hatato Reksodipoetro pihaknya juga juga akan terus bekerja dan terlebih dahulu menginventarisir dan mempelajari satu persatu ,permasalahan yang menghambat kemajuan Batam selama ini. Yang pasti kata Hatato, perijinan akan dipermudah, bahkan nantinya tidak akan berhadapan lagi orang per-orang melainkan semuanya pengurusan perijinan melalui online.

Langkah pertama pimpinan BP Batam yang baru yang mengadakan Audit yang dilakukan BPK dan BPKP tentunya semua pihak berharap dilakukan secara transparan. Sebab seperti audit lahan misalnya, maka isu banyaknya mafia lahan bercokol selama ini di BP Batam akan bisa terbongkar.

Dengan demikian lahan yang selama inibanyakmngkrak atau terlabtar, bisa segera disita atau dikembalikan ke BP Batam. Memang banyak kalangan menilai, jika Audit dilakukan transparan, maka nantinya akan banyak oknum-oknum yang selama ini bermain terutama mafia lahan, akan ketahuan dan terungkap. Kita tunggu saja.Aripin/Hasmi

One Response to Ketua BP Batam Hatanto Reksodiputro Audit Menyeluruh Prioritas Utama

  1. gafur razakvhan berkata:

    Banyak lahan yang mangkrak atau lahan terlantar di batam. Contohnya dekat kantor np batam sendiri sudah puluhan tahun tak dibangun. Itulah salah satunya yg perlu diaudit yg konon merupakan kerjaan oknum oknum mafia lahan yg bercokol di BP Batam. Bersihkan mafia lahan mafia proyek dari BP Batam.

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *