Ketua KPK Datangi Kepri Tertarik Dengan Kasus Korupsi di Kepri

 

 

Kepri Ovumnews.Com–Ketua KPK Abraham Samad jalan berdampingan dengan Gubernur Kepri HM Sani saat hendak menjadi pembicara dalam Acara Semiloka Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi Untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Yang Berkeadilan Di Kepri, di Aula Kantor Gubernur Kepri Pulau Dompak Tanjungpinang, Kamis (27/11/2014).
Ketua Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad saat mengunjungi Kepri, Jumat (28/11/2014) lalu, mengaku sangat tertarik dengan beberapa kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani penegak hukum di Provinsi Kepri dan khususnya di Tanjungpinang.
Beberapa kasus yang menjadi perhatian KPK di Tanjungpinang, kata Samad, pertambangan bouksit yang meninggalkan kerusakan lingkungan, tunggakan pajak ke negara hingga permasalahan perijinan. Selain itu, tambahnya, selain itu ada beberapa kasus yang menjadi sorotan masyarakat dan sudah ditangani penegak hukum. Bahkan ada beberapa kasus yang sudah bertahun-tahun adanya penetapan tersangka.
Salah satu kasus yang ingin dikordinasikan KPK dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, terkait dugaan korupsi dana hibah pemilihan gubernur 2010. Yang mana dalam kasus ini, Kejari Tanjungpinang, telah menetapkan dua orang tersangka, Said Agil selaku Sekertaris KPU dan juga Novianto Ropita selaku bendahra kala itu namun belum ditahan.
Abraham Samad saat menjawab pertanyaan dari Solidaritas Mahsiswa UMRAH, saat dipersilahkan oleh ketua KPK tersebut, untuk menyampaikan langsung di podium dan dihadapan anggota DPRD Kepri, terkait korupsi yang melibatkan pejabat Provinsi Kepri. Pada saat acara semiloka dan supervisi pemberantasan korupsi, yang di gelar di DPRD Provinsi Kepri, Jumat (28/11) lalu.
Sebenarnya kasus ini kecil. Namun, jadi perhatian publik, karena seolah pihak kejari maupun kejati di sini (Kepri,red), yang telah menetapkan tersangka sudah lama. Tetapi, tidak melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi tersebut.
Bila sudah menetapkan seseorang jadi tersangka, maka akan dilakukan penahanan dan juga tentunya KPK telah memiliki tiga bukti valid. Bahwa, yang bersangkutan telah memenuhi unsur tindakan melawan hukumnya,” tegasnya di hadapan anggota DPRD Provinsi Kepri.
‪Kerugian negara hanya Rp1,3 miliar, dan kasus ini juga tengah ditangani pihak kejari setempat. Sehingga, dalam hal ini pihak KPK tidak akan mencampurinya, namun atas adanya laporan adik-adik mahasiswa terkait ini, katanya, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak kejati kepri.
Apabila, kasus ini dibiarkan, tentunya pihak KPK akan menyentil Kejari dan Kejati tentunya. Masa sih sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun tidak lanjutnya tidak ada, dan penahanannya tidak dilakukan,”tanya Samad dihadapan puluha n mahasiswa.
‪‪Sementara itu Sueb yang memimpin aksi solidaritas mahasiswa Umrah, di Gedung DPRD Provinsi Kepri menjelaskan, sebenarnya saat akan menyampaikan terkait berbagai dugaan korupsi di provinsi kepri kepada ketua KPK ini. Sempat dihalang-halangi oleh anggota Satpol PP dan juga oleh Sekwan kepri Eko Sumbaryadi.
“Saya dan beberapa teman dari Umrah mendatangi ajudan pak Abraham Samad. Lalu menyampaikan apa tujuan kedatangan kami ke gedung DPRD kepri. Saya katakan kedatangan kami akan menyampaikan terkait kurpsi di kepri, kepada Ketua KPK yang saat itu berada di gedung DPRD,” kata Sueb ditemuai di Stisipol Raja Haji saat akan turun melakukan aksi demontrasi menolak kenaikan harga BBM, Sabtu (29/11).
‪Aksi solidaritas Mahasiswa Umrah ini rupanya tambah Sueb, telah diketahui oleh Ketua KPK, sehinga usai acara tersebut, ketua KPK yang masih berada di ruang rapat, utama yang dihadiri, hampir seluruh anggota DPRD Provinsi kepri tersebut. Ketua KPK mempersilahkan salah satu perwakilan solidaritas mahasiswa Umrah ini untuk berbicara di podium dewan.
“Semua dugaan korupsi, maulai dari adanya dugaan kebocoroan bantuan sosial di Kabupaten dan kota serta di Pemprov Kepri. Selain itu juga terkait dugaan kurupsi pembangunan Jembatan I Dompak, yang sempat mangkrak beberapa tahun, juga terkait pembangunan Monumen Bahasa di Penyengat yang bermasalah. Selain itu saya sampaikan dugaan kurupsi dalam pembangunan infrastruktur Pusat Pemerintahan Kepri dan yang terakhir, terkait dugaan kurupsi pembentukan UMRAH. Semua yang saya sampaikan ditulis oleh Abraham Samad,” terangnya.
‪Dugaan korupsi di pemerintahan Provinsi kepri ini, ada beberapa anggota dewan kepri yang mengajukan interupsi dan meminta, agar ketua DPRD Kepri, menghentikan apa yang disampaikan oleh mahasiswa di podium tersebut.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *