Kiat KPU Bea Cukai TipeB Batam Cuci Tangan

 

Batam, Ovumnews.com- Terkait maraknya, terkesan ada kongkalikong aksi penyeludupan melalui pelabuhan resmi, khusus KPU Bea Cukai Tipe B Batam. Juga adanya protes dari Puluhan massa yang tergabung dalam LSM Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan dan Pembangunan Daerah(BPKPPD) Kepri berunjuk rasa di depan Kantor Pelayanan Utama(KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Jumat (30/9/2016, agaknya sedikit membuat keder.

Buktinya, ‎Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) tipe B Batam menghibahkan 24 ton beras dan 25 ton bawang, dikatakan sumber sebatas alih pandang kepada Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Lingga. Penyerahan dilakukan secara simbolis di kantor BC Tipe B Batam, Rabu (5/10/2016) siang.

Kepala Bea Cukai Tipe B Batam,Nugroho Wahyu Widodo mengatakan ‎pihaknya berhibah ke dua pemerintah daerah ini karena yang paling cepat merespon hibah tersebut. “Banyak Pemda yang kurang sigap. Alhamdulilah, TanjungPinang dan satu lagi Lingga ini yang paling sigap,” ujar Nugroho saat itu.

Adapun puluhan ton bahan pangan berupa beras dan gula, tersebut merupakan‎ hasil dari penegahan yang dilakukan Bea Cukai. Sesuai arahan Menteri Keuangan bahwa barang-barang tersebut dibolehkan dihibahkan kepada warga tak mampu.

“Tangkapan-tangkapan ini segera kita alih status peruntukannya dari barang milik negara jadi hibah. ‎Di pusat, daging pun yang dulunya tidak boleh dihibahkan sekarang sudah boleh. Termasuk bawang. Jadi alhamdulilah, bawang-bawang yang dulunya harus kita musnahkan bisa dimanfaatkan. Selama barang tidak mengandung penyakit bisa dihibahkan ke masyarakat,” tutur Nugroho.

Selain gula dan beras, Pemko Tanjungpinang pun akan mendapatkan hibah bawang dari kantor Bea cukai Tanjung Balai Karimun sebanyak 23 ton.

Sementara itu, Wali kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan hal ini menjadi terobosan yang bermanfaat. Nantinya hibah ini akan didistribusikan kepada 9.749 KK yang menjadi rumah tangga sasaran di Tanjungpinang.

“Ini sangat berarti untuk kami pemerintah. Apalagi nilai barang inipun mencapai Rp 1 miliar. Ini akan berpengaruh juga terhadap ketersediaan barang konsumsi sekaligus harga barang kebutuhan pokok di Tanjung pinang,” ucap Lis Darmansyah.

Sementara, mengutip statement Ketua LSM Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan dan Pembangunan Daerah (BPKPPD) Kepri, Edi Susilo mendesak Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri dan Kepala KPU Bea Cukai Tipe B Batam terkait dengan banyaknya aksi penyelundupan melalui pelabuhan resmi di Batam.

Ujar Edi, “Meminta mundur Kepala Bea Cukai Batam dan Kepri terkait banyaknya aksi penyelundupan di pelabuhan resmi, seperti HP KW, beras dan gula,” ujar Edi , Kamis(29/9/2016) malam.

Kata Edi, yang lebih parah lagi penyelundupan seperti sudah terkondinir dengan baik dan kuat dugaan melibatkan aparat bea cukai.
“Dalam pandangan kami, bea cukai Batam dan Kepri mandul dan tidak bernyali menindak para pelaku penggelapan pajak,” bebernya.

Edi juga meminta Presiden Jokowi untuk bertindak dan memerintahkan aparat penegak hukum untuk menyelidiki kasus penyelundupan yang sangat marak di Kepri.
“Penyelundupan sangat bertentangan dengan program Presiden Jokowi tentang Tax Amnesty,” pungkasnya.
Anehnya, mengutip respon pihak Bea Cukai Batam mengaku tidak mengetahui adanya aksi demo puluhan warga di depan Kantor Pelayanan Utama(KPU) Bea Cukai Batam, Jumat(30/9/2016) pagi.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi(BKLI) Bea Cukai Yosef Hendri kepada awak media.
“Demo apa? Sama sekali kami tidak dengar ada demo di depan,” ujarnya.
Dia mengatakan, kalau pun ada demo pasti sudah ada pemberitahuan dari pihak yang akan melakukan aksi.

“Kalau ada demo pasti kami dapat surat pemberitahuan dong, tapi kami belum dapat surat tersebut, tadi pagi kami masih senam pagi di depan, tapi penjagaan dari pihak Kepolisian tidak ada saya lihat,” ujarnya.

Dia mengatakan aksi demo yang dilakukan warga bahwa sah-sah saja, tapi alangkah baiknya aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada pihak Bea Cukai tanpa harus unjuk rasa.
“Nanti akan saya cari informasi dulu, apa saja yang dikeluhkan oleh massa tersebut,” jelasnya.

Seperti diketahui aksi demo puluhan warga yang tergabung dalam LSM Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan dan Pembangunan Daerah(BPKPPD) Kepri di depan KPU Bea Cukai Batam mendapat pengawalan ketat dari petugas Bea Cukai dan aparat Kepolisian.

Dalam aksinya, puluhan massa yang tergabung dalam LSM Badan Pemantau Kebijakan Pendapatan dan Pembangunan Daerah(BPKPPD) Kepri di depan Kantor Pelayanan Utama(KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Jumat (30/9/2016), Mereka mendesak Kepala Bea Cukai Batam mundur jika tidak mampu menjalankan tugasnya.

“Aksi penyelundupan sekarang ini sudah sangat meresahkan masyarakat, segala macam penyeludupan semuanya terbukti di pelabuhan resmi,” kata Ketua LSM BPKPPD Kepri Edi Susilo dalam orasinya.

Edi beberkan, modus-modus penyeludupan tersebut sudah berlangsung terang-terangan di pelabuhan resmi, dan dapat dibuktikan dengan tertangkapnya Beras oleh Bakamla. “Begitu juga dengan Rokok, Gula, barang elektronik semuanya keluar masuk Batam melalui pelabuhan resmi,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Edi menuding pihak BC terkesan tebang pilih dan menguntungkan kapal-kapal besar. “Peraturan hanya berlaku untuk kapal kecil saja,” lanjutnya.
Edi juga meminta supaya Pemerintah Pusat bertindak atas aksi-aksi penyeludupan yang terjadi di Batam.

“Batam sudah menjadi sarang penyeludupan, saya minta Presiden Jokowi untuk menurunkan aparat supaya menyelidiki sindikat penyelundup yang sudah menggurita di Batam,” terangnya.

Edi meminta agar oknum-oknum petugas BC yang terlibat penyeludupan supaya diberi sanksi tegas sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.
“Saya minta aparat bea cukai untuk menindak anggota yang terlibat aksi-aksi penyeludupan,” pungkasnya.

Di penghujung orasinya, Edi menegaskan, akan kembali melakukan aksi jika Kepala KPU Bea Cukai Batam tidak menemui pengunjung rasa.

Pantauan lapangan, puluhan petugas Bea Cukai dan pihak Kepolisian melakukan penjagaan ketat untuk mengamankan aksi demo yang ada. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *