Kodim 0316 Batam Grebek Gudang Beras Milik AT

 

Batam.Ovumnews.com–Satuan tim intelijen TNI AD yang tegabung dari intelijen Kodim 0316, intelijen Korem 033 WP dan intelijen Kodam I BB, menggerebek gudang beras milik AT, salah seorang pengusaha beras di Batam, Kamis (13/10) siang, di simpang empat Melcem, Kecamatan Batuampar, yang diduga ilegal.

Tim Intelijen menemukan sebanyak 300 karung beras bermerek AAA Jin Shuang Huang yang didatangkan dari Thailand. Namun, si pemilik gudang tidak bisa menunjukan dokumen, atas keberadaan beras itu.

Ratusan karung beras ilegal tersebut kemudian diangkut ke Makodim Batam untuk diamankan, menunggu proses hukum selanjutnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0316 Batam, Letkol Inf Andreas ND mengatakan pengerebekan dan penangkapan itu sesuai perintah Panglima Kodam I (satu) Bukit Barisan (BB), yang meminta Kodim untuk melakukan pengawasan serta pengecekan atas masif dan maraknya penyelundupan sembako di Batam.

Langkah yang kami lakukan ini, atas intruksi Pangdam I BB. Sebagai upaya guna mengatasi maraknya aksi penyeludupan sembako ilegal di Kota Batam,” tegas Letkol Inf Andreas ND, Kamis (13/10) siang, di Makodim Batam.

Padahal, kata Andreas, disisi lain kita sedang mengalakkan sistim ketahanan pangan dengan Kementerian Pertanian, agar negara kita ini bisa mencapai swasembada pangan sebagaimana program dari Nawacita Jokowi.

Pemerintah RI sudah membatasi kegiatan impor beras dari luar agar bangsa kita bisa membangun ketahanan pangan sesuai program Nawacita Presiden Jokowi. Makanya kami diminta pemerintah untuk melakukan pengawasan ini,” terang Dandim Batam, yang didampingi Kasdim Mayor Renaldi, dan Babinsa Bukit Tempayan, Sersan Ruslan.

Sejak seminggu belakangan tim intel Kodim terus melakukan pengamatan bersama dilapangan atas beberapa titik gudang beras tersebut. Guna membantu pihak BC, Kepolisian dan Pemerintah Daerah dalam rangka penertipan dan pengawasan aksi penyeludupan barang ilegal.

Empat gudang beras yang kita amati, ditemukan sebuah gudang beras milik AT yang menyimpan beras Thailand yang diduga ilegal. Ketika didatangi ternyata benar. Tim intel menemukan ratusan karung beras inpor yang tidak berdokumen,” imbuh Andreas.

Selama pengecekan dan pengintaian, tim menemukan beberapa titik gudang yang ada indikasi menyimpan sembako beras asal luar negeri. Setelah dicek satu persatu, ada gudang beras yang memiliki dokumen resmi, dan menerima pengiriman beras dari Jakarta.

Namun dari gudang AT ini, tidak bisa menunjukan dokumen inpor resminya. Bahkan beras yang kita temukan ini bermerek AAA Jin Shuang Huang, yang didatangkan dari Thailand,” ungkapnya.

Terang Dandim, terkait penemuan baras ilegal tersebut pihak intel akan terus melakukan langkah pengintaian dan pengecekan di lapangan. Pasalnya, info di lapangan banyak sekali ditemukan aktivitas dipelabuhan tikus yang sangat mencurigakan.

Di Batam banyak sekali pelabuhan rakyat atau lebih dikenal pelabuhan tikus. Baik itu di Nongsa, di Tanjunguma, di Tanjungriau, di Sagulung dan Barelang, bahkan hampir sekeliling Batam ini,” ungkapnya.

Kita akan terus dilakukan satu upaya untuk mencegah, maupun menghabisi tindakan ilegal tersebut dengan melakukian langkah pengintaian, dan pengecekan di lapangan. Sehingga, mereka tidak bisa lagi untuk berbuat dengan seenaknya.

Terus melakukan langkah pengintaian, dan pengecekan dilapangan yang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Sehingga, aksi penyeludupan sembako maupun barang ilegal lainnya itu tak bisa lagi untuk berbuat dengan seenak hati mereka ungkapnya.Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *