Kontrak Habis Pekerjaan Masih Berjalan Proyek Embung Batang Dareh Bulakan TA 2017

 

Payakumbuh.Ovumnews.com–Payakumbuh- Aneh bin ajaib. Kendati TA 2017 telah berlalu, dan TA 2018 telah berjalan dua minggu. Tiapi, pekerjaan pembangunan lanjutan Embung Batang Dareh Bulakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera V di Kota Payakumbuh tetap berjalan. Dibenarkah oleh UU/ aturan berlaku..?

Setidaknya, pemandangan kongkrit wartawan di lapangan terkait pekerjaan lanjutan pembangunan Embung Batang Dareh Bulakan di Payakumbuh, yang dikerjakan PT. Bina Yosta AZ Zuhri, perusahaan beralamat di Aceh Besar itu, dan BWSS V berpotensi lakukan kesepakatan jahat.

Pasalnya, jika mengacu aturan yang berlaku terkait UU Jasa Konstruksi serta Perpres 54 Tahun 2010, tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, pekerjaan lanjutan Embung Batang Dareh Bulakan oleh rekanan dari Aceh Besar itu dengan Nomor Kontrak. HK.02.03/06/BWS SV- PJSA.WS.14KR/DSE/III/2017, tanggal 17 Maret s/d 03 Desember 2017 ( 270 hari kalender- red), bisa dijerat UU Tipikor.

Demikian halnya tanggapan, Syaiful Amri. SH, Aktifis antikorupsi kepada wartawan paparkan, “seyogyanya indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh kolaborasi PT.Bina Yosta AZ Zuhri bersama Satker PJSA WS 14KR. DSE di BWSS V itu, agar ditindaklanjuti Intitusi Pemberantasan Korupsi negeri ini, demikian kata Syaiful.

Dipaparkan, pekerjaan lanjutan Embung Batang Dareh Bulakan di Payakumbuh itu yang di biayai negara dari APBN 2017 dengan nilai Rp.10.202.504.000,-, sesuai kontrak berakhir pada tanggal 03 Desember 2017 lalu, namun hingga berita ini masih terlihat aktifitas pekerja dilokasi proyek, ungkapnya.

Menurut sebuah sumber di PUPR Kota Payakumbuh, hingga detik ini diperkirakan bobot pekerjaan baru mencapai 85℅, jarang diawasi baik dari Konsultan CV. Parades Karya Consultan serta dari BWSS V, tentunya perlu dicurigai telah terjadi ” kongkalikong” Berita Acara PHO nya.

Juga dari pemantauan wartawan dilapangan, dimana pemakaian bahan bakar minyak berupa Solar, untuk tiga unit eskavator yang dipekerjakan rekanan dari Aceh Besar, ditenggarai memakai BBM subsidi.

Pasalnya, berdasarkan rekaman wartawan di lapangan ditemui belasan drigen solar di gudang proyek tersebut.
Wartawan yang berhasil menyelinap ke lokasi proyek tersebut, dan berusaha di hadang oleh seorang oknum mengaku dibayar perusahaan tersebut, ketika ditanyai siapa Site Manager serta Pengawas berucap yang bersangkutan sedang ada urusan, demikian kilah oknum tersebut.

Anehnya, Kadis PUPR Kota Payakumbuh, Muslim yang berhasil dimintakan tanggapannya seputar pekerjaan lanjutan Embung Batang Dareh Bulakan itu, mengakui benar pekerjaan TA 2017 itu masih berlansung, ungkapnya.

Namun lebih jauh, Muslim menyarankan media ini lansung konfirmasi dengan BWSS V, demikian saran Muslim. ( EB).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *