Kontraktor Gunakan Musholla Sebagai Bedeng

 

Batusangkar.Ovumnews.com—Prilaku Kontraktor dari CV . Faura Abadi dan pekerja ,yang berkantor di Padang saat melakukan pekerjaan Rehab sedang berat gedung kantor DPRD Tanah Datar membuat Anggota DPRD dan Awak media terganggu.

Pasalnya Kontaktor bersama anggotanya yang melakukan pekerjaan atas perbaikan Gedung bernilai Rp.1,9 Milyar telah merobah fungsi Musholla yang ada di dalam lingkungan Kantor DPRD menjadi bedeng bagi tempat tidur, menyimpan barang dan tempat istirahat beberapa pekerja CV tersebut.

Musholla yang selama ini di manfaatkan oleh beberapa anggota DPRD, tamu dan awak media untuk melakukan ibadah sholat ternyata telah berubah fungsi menjadi sebuah bedeng tempat tinggal para pekerja.

Beberapa awak media pada Kamis (3/11/2016) saat akan melalukan ibadah sholat Zhuhur merasa terkejut melihat kondisi Musholla yang sebelumnya sangat bersih dan indah, saat itu berubah menjadi sebuah bedeng yang sangat gelap, bau, kotor, berantakan, dan jorok karena berbagai benda seperti tas, sepatu, sampah rokok dan abunya bertebaran di dalam Musholla.

keadaan Musholla saat itu sangat memprihatinkan, karpet yang semula wangi baunya kini beraroma sangat tidak sedap dengan kondisi seperti “Kapa Pacah”.

Saat kami ingin mengambil Whuduk terlihat juga tempat bersuci yang dulu bersih kini terlihat “Centang Parenang” dengan berbagai material kayu dan seng menghalangi kaki melangkah dari tempat Whuduk menuju Musholla. hingga kami harus berhati hati berjalan setelah mengambil Whuduk jika tak ingin kaki terluka terbentur Material yang berserakan.

Beruntung setelah lepas sholat beberapa awak media bertemu langsung dengan kuasa Di Rektur CV. Faura Abadi bernama Yeni menanyakan perihal hal ini.

“Ambo ndak tau doh Pak (red* saya ndak tau pak) kalau pekerja kami memakai Musholla sebagai tempat tidur mereka (Bedeng) karena yang saya tau Bedeng yang di sediakan Pihak DPRD berada di bawah,” sambil ia menunjuk salah satu ruangan lantai satu di Gedung DPRD.

Di perkirakan pekerjaan tersebut telah berjalan 5 bulan dan beberapa minggu yang lalu kondisi Musholla di dalam lingkungan DPRD di pastikan masih seperti saat kami melakukan Sholat pada hari Kamis (3/11)

Yeni Di rektur CV. Faura Abadi mengaku tidak ada yang memberikan izin kepadanya untuk merubah Musholla milik umat Tanah Datar khusunya para tamu wakil rakyat, atau Rumah Allah hingga bisa berubah Fungsi menjadi Bedeng yang kotor dan porak poranda.

“Selesai pekerjaan ini akan kami bersihkan pak, ” ucapnya ketus.

Tentu hal ini masih menjadi pertanyaan bagi kami tentang siapa yang memberikan izin kepada pekerja Kontraktor hingga berani merubah Rumah Allah menjadi Bedeng?

Hal ini kami coba menanyakan kepada Anggota DPRD dan sekretariat DPRD yang tergabung dalam Group WA Pers Parlemen Tanah Datar, tentang permasalahan ini, namun tak ada jawaban dari pertanyaan kami. Bahkan salah seorang wakil ketua DPRD dari Partai PAN tiba tiba muncul di group tersebut setelah pertanyaan kami lempar memposting foto selfienya dengan politisi Pusat.

Sungguh ironis saat saat masyarakat bertanya mengenai alih fungsi Musholla “Rumah Allah” menjadi Bedeng, tapi bagi politisi PAN ini seolah bukan hal yang harus di pikirkannya.

Pertanyaan yang kami lempar dalam group WA tersebut tentang tindakan kontraktor merobah Musholla menjadi Bedeng atas inisiatif siapa, setelah kami desak ringan Politisi partai PAN ini menjawab, “silahkan tanya kepada Wakil Rakyat yang rumahnya dekat dengan Surau itu,” Tulisnya.

Kami berfikir apakah begini cara seorang wakil rakyat memberikan jawaban kepada rakyatnya atau awak media tentang suatu permasalahan yang kami anggap telah melanggar hak masyarakat untuk beribadah pada tempat yang nyata-nyata telah di sediakan pemerintah di Gedung DPRD, namun tiba tiba telah berubah fungsi menjadi Bedeng???

Terpisah salah seorang ketua Fraksi partai Demokrat Nurhamdi Zahari, mengatakan kepada Minangkabaunews.com bahwa alih fungsi Musholla menjadi Bedeng juga menjadi permasalahan baginya.

Dan di ketahuinya pula banyak pekerjaan dari kontraktor ini terbukti asal jadi, bahkan ia menginginkan agar permasalahan mutu pekerjaan yang di lakukan Kontraktor ini harus di evaluasi ulang.

“Pemasangan pintu yang asal asalan, kran yang bocor, pengecatan dinding yang sangat jelek hasilnya di beberapa bagian merupakan beberapa pekerjaaan yang menunjukkan kinerja rekanan tak beres, di samping banyak item lain yang juga jelek hasilnya,” ujar Nurhamdi dengan emosi.

Nurhamdi menyatakan kepada awak media akan mengklarifikasi kepada pihak sektretariat DPRD tentang siapa yang memberi izin kepada pihak rekanan, hingga CV. Faura Abadi merubah Fungsi Musholla milik rakyat dan tamu DPRD menjadi “Bedeng” . (romeo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *