Kontraktor Mengeluh Pembayaran Proyek di Potong 40% Setiap Paket.

 

Kontraktor Mengeluh Pembayaran Proyek di Potong 40% Setiap Paket.
Bagai Mana Dengan Proyek Tahun Berikutnya.

Batam Ovumnews.com—Proyek sudah dikerjakan seratus persen pembayaran tak dipenuhi oleh pemilik proyek untuk Propinsi Kepri dan kota Batam para kontraktor mengeluh.

Setiap paket yang dikerjakan oleh kontraktor siap maupun tidak siap dipotong oleh pemerintah terutama di Kota Batam untuk pembayaran tahun 2017 dipotong 40% sisanya akan dibayar sekitar bulan juni 2018 ungkap sumber.

Sumber menambahkan kita minta kepada pemerintah sisa yang 40 % tersebut bisa kiranya diansur setiap bulanya jangan satu kali bayar pada bulan yang telah ditentukan.

Saat sekarang bagi kami yang melaksanakan proyek yang telah siap tahun ini, tidak dibayar lunas oleh pemerintah bagai mana kami untuk melanjutkan proyek yang belum siap dan yang baru akan dikerjakan tentunya kita harus punya modal dulunya,

Dugaan kita untuk proyek tahun beritunya ditunda pekerjaanya.karena kami tak modal untuk berikutnya sedangkan untuk tahun sekarang bagi pelaksana yang mengerjakan proyeknya yang siap tidak dibayar lunas. Sekarang ini kami selaku kontraktor punya hutang material digudang dan material aspal serta lainya yang ditangih setiap saat.

Jadi kami selaku kontraktor minta kepada pemko Batam dan Pemerintah Kepri untuk bisa membayar secara mencicil sampai pelunasan pada bulan yang telah ditentukan itu.

Yang mana disampai oleh wali Kota Batam pada jumaat (17/11/ 2017 ) kemaren total penundaan pembayaran proyek mencapai Rp 50 miliar. Penundaan ini berlaku hampir di semua proyek di lingkungan Pemko Batam

Pembayaran yang mengalami penundaan ini disebabkan karena realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak tercapai, serta penundaan dana bagi hasil triwulan keempat dari pemerintah pusat sebesar Rp 20 miliar dan Pemprov Kepri sebesar Rp 30 miliar.

Untuk pembayaran pelunasan tersebut, Rudi mengatakan, akan dibayarkan paling lambat awal Maret 2018 mendatang.

Tahun 2017, Pemko Batam mengalami defisit hingga 168 miliar. Berbagai upaya telah dilakukan, diantaranya memangkas perjalanan dinas, efisiensi BBM untuk kendaraan dinas serta mengurangi biaya konsumsi.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *