Korupsi Alkes Rp2,2 M Mantan Dirut RSUD Karimun Menyesal

 

Tanjungpinang.Ovumnews,com—Terkait dugaan kasus korupsi Alkes karimun, Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karimun, Drg Agung Martiarto Bin M Junaidi mengungkapkan penyesalan didepan majelis hakim dalam sidang Pengadilan Tindak Pidanan Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, Senin (4/4). Pernyataan penyesalan karena keteledorannya sehingga pelaksanaan proyek pengadaan alat kesahatan (Alkes) di rumah sakit tersebut tahun 2014 mengalami kerugian negara senilai Rp2,25 miliar.

Atas kelalaian tugas saya saat itu, dan tidak memiliki keberanian untuk menolak adanya indikasi penyimpangan dan memanipulasi data dalam pelaksanaan proyek tersebut,” ucap Agung dihadapan ketua majelis hakim Zulfadli SH MH didampingi hakim anggota Linda Wati SH MH dan Purwaningsih SH MH

Sama sekali saya tidak ada niat untuk melakukan kesalahan dalam kegiatan proyek tersebut, termasuk tidak ada mendapatkan sedikitpun keuntungan dari pihak mana pun dari proyek itu.Saya tidak ada ambil keutungan atau menerima uang dari pihak mana pun dalam kegiatan proyek tersebut, termasuk segala biaya yang dikeluarkan ketika itu.

Ia juga mengaku baru pertama kali bertindak selaku PPK dalam kegiatan proyek Alkes tersebut, sehingga ia belum menguasai benar, termasuk tidak memiliki keberanian untuk menolak adanya tindakan kesalahan yang terjadi saat itu.Saya janji tidak akan pernah mengulangi hal serupa lagi dikemudian hari,” ucap Agung.

Terdakwa Agung Martiarto, secara terpisah dalam ruangan sidang dan majelis hakim yang sama dipimpin Zulfadli SH MH didampingi hakim anggota Linda Wati SH MH dan Purwaningsih SH MH juga menghadirkan terdakwa Syamsuddin, kontraktor pelaksanaan proyek dan Direktur Utama PT Karya Global Sarana (KGS) untuk didengarkan keterangannya.

Syamsudin juga mengaku menyesal atas tindakannya yang ikut memanipulasi data yang diperlukan dalam kegiatan proyek Alkes tersebut.Saya menyesal karena ikut memanipulasi data yang diperlukan dalam kegiatan proyek Alkes tersebut,” ungkap Syamsuddin.

Syamsuddin juga mengaku sempat menikmati kesenangan dari hasil uang dugaan korupsi senilai miliaran rupiah dalam pelaksanaan proyek Alkes tersebut.Kesenangan yang saya miliki dari keuntungan pelaksanaan proyek itu ternyata hanya sesaat saja. Sekarang saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” ucap Syamsuddin.

Ia berjanji akan mengembalikan semua kerugian negara yang ditimbulkan dalam kegiatan proyek Alkes di RSUD Karimun tersebut, sebelum jaksa penuntut umum (JPU) membacakan tuntutannya pada sidang sepekan mendatang.

Saya janji akan mengembalikan sejumlah uang kerugian negara yang ditimbulkan dalam kegiatan proyek Alkes tersebut,” kata Syamsuddin meyakinkan majelis hakim dan JPU, termasuk penasehat hukum (PH) yang mendampinginya dalam sidang.

Sebagaimana diberitakan, kedua terdakwa diduga telah merugikan keuangan Negara sebesar Rp 2.258.075.546 atas adanya mark-up anggaran, dalam pengadaan Alkes RSUD Karimun pada tahun 2014 lalu.

Dalam sidang terungkap, Drg Agung Martiarto selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Syamsuddin selaku Kontraktor dan Dirut PT KGS didakwa telah menguntungkan diri sendiri, menyalah gunakan kewenangan dalam sarana yang ada padanya, sehingga dapat menguntungkan orang lain, hingga merugikan Keuangan Negara dalam pengelolaan dana pengadaan Alkes RSUD Kabupaten Karimun.

Kedua terdakwa dengan cara menggelembungkan harga barang yang tertera dalam surat referensi harga alat kesehatan, yang digunakan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dikirimkan ke alamat distributor barang.

Dalam kasus ini kerugiaan Negara mencapai Rp2,2 miliar dari total anggaran Rp6,7 miliar Perbuatan terdakwa Drg Agung Martiarto dan Syamsuddin dinilai telah melanggar Pasal 2 juncto pasal 18 dan UU Tipikor dalam dakwaan Primer, dan melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dalam dakwaan subsider, juncto pasal 55 KUHP Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *