Kualitas Pekerjaan PT Ananda Pratama Diragukan Terkait Pekerjaan Pelebaran Jalan Lubuk Sikaping Sumbar, LSM TIPIKOR dan LSM Garuda Temukan Kejanggalan Dengan Nilai Rp 23 Milyar APBN 2014

 

Pasaman,Ovumnews.Com– Proyek pada Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Sumbar dengan kegiatan pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan dan jembatan Nasional Lubuk Sikaping dan sekitarnya pada paket pekerjaan pelebaran jalan dan jembatan Lubuk Sikaping – Kumpulan dengan No kontrak 03/PKK/SK-PJN1-Bb.03.23.08/III/2014 tertanggal maret 2014 dengan nilai kontrak Rp 23 milyar lebih bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2014 yang dikerjakan oleh PT Ananda Pratama dinilai berbagai pihak sarat permainan dan kongkalingkong antara pihak pihak yang terkait dengan proyek tersebut.
Ketua LSM Tipikor Kabupaten Pasaman Oyon Hendri Kepada Wartawan terkait proyek yang dikerjakan oleh PT Ananda Pratama ini mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengamatan dan investigasi lapangan yang dilakukan disejumlah titik proyek PT. Ananda Pratama ini terlihat material yang digunakan untuk penimbunan jalan yang akan diperlebar tersebut sangat diragukan kualitasnya, karena diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. sebab secara kasat mata saja terlihat material yang digunakan tersebut lebih mendominasi tanah dari pada batu dan kerekel, sedangkan menurut logikanya untuk penimbunan tersebut tentu menggunakan material klas A dengan tehknis dan formula adukan batu,tanah dan kerekel yang jelas dan terukur, oleh sebab itu patut diduga telah terjadi permainan dan kerjasama antara pihak perusahaan dengan konsultan pengawas maupun pengelola proyek untuk mengeruk keuntungan yang terkesan menggerogoti uang negara dengan mengabaikan mutu dan kualitas proyek yang akan berdampak terhadap rendahnya daya tahan proyek dimaksud, ini baru satu item pekerjaan belum lagi item pekerjaan lainnya tegas Oyon Hendri.
Hal senada juga diungkapkan oleh Al Putra dari LSM Garuda Menurutnya, proyek PT Ananda Pratama yang semraut tersebut diduga telah terjadi kolaborasi untuk menguras uang rakyat bahkan diduga kuat pihak pengawas dan PPK (pejabat pembuat komitmen) turut merestui pekerjaan proyek yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi tekhnis. Buktinya, pekerjaan tetap jalan seperti apa adanya, untuk itu kita harapkan pihak aparat hukum segera mengusut masalah ini.
Dikatakan Al Putra bahwa perusahaan yang kita ketahui berasal dari aceh ini tidak jelas keberadaan kantor perwakilannya di Pasaman, karena ketika dikunjungi info tentang kantor PT Ananda Pratama di Muara Manggung Lubuk Sikaping ternyata disana tertera kantor PT MMS ( Muda Mandiri sejahtera ) yang mengolah material untuk PT Ananda Pratama, disisi lain Al Putra juga mempertanyakan izin Kuari yang dimiliki oleh perusahaan, karena berdasarkan info yang diperoleh izin kuarinya berada di Kecamatan Tigo Nagari tetapi faktanya material untuk proyek tersebut tidak didatangkan dari Kecamatan Tigo Nagari , jadi ada apa dengan semua ini , ujar Al Putra.
Sementara itu pimpinan lapangan /menajemen PT Ananda Pratama Supniyar atau yang akrab dipanggil dengan Pak Abang yang dikonfirmasi wartawan terkait proyek PT Ananda Pratama di basecamp Muaro Manggung Lubuk Sikaping menjelaskan bahwa material yang digunakan tersebut telah sesuai dengan spesifikasi dan kalaupun ada dibeberapa titik yang tidak pas itu, karena luput dari pengawasan kita dan Pak abang juga berdalih itu adalah timbunan sementara untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan.
Pak Abang juga mengakui izin Kuari yang dimiliki oleh PT MMS memang berlokasi di Kecamatan Tigo Nagari tetapi karena lokasi yang cukup jauh dan pertimbangan lainnya maka digunakan material lokal/atau yang terdekat, jadi PT Ananda Pratama memasok material dari PT MMS, ujar Pak Abang.
Ditempat terpisah Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping Zulkarnain,SH yang dikonfirmasi (30/5 ) mengenai proyek jalan yang dikerjakan oleh PT Ananda Pratama ini mengatakan, kalau memang pekerjaan tersebut sarat permainan dan tidak sesuai dengan spesifikasi tekhnis serta terindikasi merugikan keuangan negara maka akan segera kita tindaklanjuti untuk penyelidikan, sementara itu direktur PT Ananda Pratama Pak Faisal maupun PPK (pejabat pembuat komitmen ) Buk Hastuti yang berkantor di Padang sampai berita ini dikirim ke Redaksi belum berhasil ditemui maupun dihubungi guna kepentingan konfirmasi lebih lanjut. 014/Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *