Laut Anambas Kepri Sementara, Sepi Illegal Fishing

 

Kepri Anambas.Ovumnews.Com– Terkait telah ditengelamkan  kapal asing mencuri ikan diperairan inonesia . Nelayan Anambas mengapresiasi sikap tegas pemerintah pusat yang menenggelamkan kapal asing ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia.Kebijakan itu dilakukan untuk memberikan efek jera bagi kapal-kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia
Kapal nelayan asing yang sering mencuri ikan di perairan Indonesia menjadi momok bagi nelayan di tanah air khusus nelayan di Anambas. Kementerian Kelautan dan Perikanan beberapa hari lalu menenggelamkan sejumlah kapal asing ilegal..
Kami setuju dengan sikap tegas pemerintah. Kalau tidak ditenggelamkan, kapal-kapal asing selalu menghabiskan ikan-ikan di Indonesia. Kalau mereka mengambil ikan dengan cara memancing, itu biasa. Tapi mereka menggunakan pukat harimau,” ungkap seorang nelayan di Tarempa, Senin (29/12)kemaren kepada wartawan..
Selama ini banyak kapal asing yang luput dari pengawasan aparat keamanan. Walaupun ada yang tertangkap, katanya, banyak kapal yang secara sembunyi-sembunyi masuk ke perairan Indonesia.
Nelayan Anambas sangat dirugikan. Sebab, nelayan tradisional hanya menangkap ikan dengan cara memancing atau menggunakan jaring ikan. Sementara nelayan asing ilegal menangkap ikan dalam skala besar.
Masyarakat di kabupaten kepulauan ini memilih pekerjaan sebagai nelayan. Bagi masyarakat pesisir di pulau-pulau tersebut, melaut merupakan tradisi yang bernilai ekonomi.Setelah adanya kebijakan pemerintah tersebut, katanya, kapal-kapal dari Thailand dan negara lainnya sudah jarang terlihat lagi di perairan Anambas.
Kami mencari ikan sekitar 15 mil dari pantai. Tapi tak terlihat lagi kapal-kapal asing yang melintas. Biasanya mereka selalu kelihatan” katanya.
Eksekusi kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia ini merupakan upaya pemerintah membasmi illegal fishing yang kerap terjadi di laut wilayah Republik Indonesia. Tindakan tegas ini terbukti membuat para nelayan asing jera.
Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar), Laksamana Muda TNI Widodo, sebenarnya para nelayan asing yang dihancurkan kapal itu ditangkap beberapa waktu lalu. Setelah melewati jalur pengadilan dan terbukti bersalah karena tidak mengantongi izin penangkapan ikan, kapal mereka langsung dihancurkan menggunakan meriam dan dinamit.
Penghancuran kapal asing ini, merupakan pertama kalinya di era pemerintahan Jokowi. Di era pemerintahan sebelumnya, kapal asing yang ditangkap bukan dihancurkan tapi dilelang. Tindakan tegas seperti ini, dimaksudkan agar para nelayan asing benar-benar jera. Sebab, melihat fakta yang ada, pencurian ikan di perairan Anambas jumlahnya sangat tinggi.
Sepanjang proses penenggelaman kapal pertama dan kedua ini, di perairan Anambas termasuk di Natuna sudah sangat sedikit pelanggarnya, bahkan sudah mulai tidak ada. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kegiatan illegal fishing ini,” pungkas.
Turun drastisnya praktek illegal fishing di perairan Anambas menurutnya adalah dampak ketegasan pemerintah NKRI menindak praktek pencurian ikan.
Bupati Anambas Tengku Mukhtaruddin juga mengungkapkan, semenjak dilakukannya eksekusi penenggelaman kapal, nelayan asing sudah mulai takut melanggar wilayah kedaulatan laut NKRI.(Ovn 09)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *