Lelang Peningkatan Jalan DAU I dan DID I Payakumbuh Dicurigai Sarat KKN ?

 

Auditpos.com.Payakumbuh..Setidaknya puluhan rekanan Jasa Konstruksi yang mengikuti proses Lelang pada paket pekerjaan Peningkatan Jalan DAU I dan DID I T.A 2017 di ULP Kota Payakumbuh, sesalkan serta pertanyakan ditunjuknya pemenang CV. Momen. Apa pasal ?

Berseleweran protes dari puluhan rekanan peserta pada lelang dua paket pekerjaan Peningkatan Jalan DAU I dan DID I oleh Satker Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Payakumbuh, yang dipatok HPS masing- masing, Rp.1.374.999.292.08 dan Rp.1.958.339.254.90, sontak dari pengumuman pemenang melalui LPSE Kota Payakumbuh, ternyata dimenangkan oleh CV. Momen, meskipun harga penawaran dipatok masing- masing Rp.1.351.508.101.41 dan Rp.1.928.685.071.56 ( minus 2% dari HPS- red).

Menurut beberapa sumber rekanan peserta lelang pekerjaan tersebut, baik Peningkatan Jalan DAU I yang diikuti oleh 24 peserta lelang dan 23 peserta lelang Peningkatan Jalan DID I, yang lokasinya tersebar di 5 Kecamatan di Kota Payakumbuh, ditenggarai antara panitia dan pemenang lelang ( CV. Momen- red), beredar rumor telah dikondisikan oleh oknum berpengaruh Kota Batiah tersebut, demkian ujar sumber kepada wartawan, Minggu, 3 September 2017 .

Bedasarkan hasil evaluasi adminstrasi serta harga penawaran yang dicermati wartawan melalui LPSE Kota Payakumbuh, secara kasat mata wartawan curigai telah terjadi “Kongkalikong” bahwa Pokja ULP tidak mencantumkan hasil evaluasi adminstrasi serta penawaran pada pembukaan penawaran 23 rekanan peserta lelang pekerjaan Peningkatan Jalan DAU I itu.

Hal yang sama juga dilakukan Pokja ULP pada evaluasi adminstrasi dan harga penawaran paket Peningkatan Jalan DID I, yang diikuti oleh 23 rekanan pesertanya. Ujuk- ujuk pada Jumat, 18 Agustus 2017 diumumkan penetapan pemenangnya atas dua paket pekerjaan Peningkatan Jalan DAU I dan Peningkatan Jalan DID I, kepada CV. Momen, yang beralamat Kel. Balai Kaliki No.4 Payakumbuh Utara, meskipun harga penawaran pada dua paket pekerjaan tersebut, diketahui hanya turun minus 2 % dari Harga Perkiraan Sendiri ( HPS- red).

Menyikapi kebijakan panitia lelang yang dituduh telah kangkangi Perpres No.54 Tahun 2010, tentang mekanisme Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, serta berpotensi di jerat UU No.31 Tahun 1999, tentang Tindak Pidana Korupsi, Kadis PU dan Penataan Ruang Kota Payakumbuh, Muslim yang berusaha dimintakan tanggapannya. Namun hingga berita ini diekspose terkesan bungkam.

Dipihak lain, M. Risky, SH, MH, aktivis yang dikenal getol lakukan kritikan terhadap penyelengaraan pembangunan di ranah Sumatera Barat, kepada media ini katakan akan menindaklanjuti hasil invstigasinya atas temuannya dugaan KKN proses lelang dua paket pekerjaan yang dimenangkan CV. Momen tersebut. “ dalam waktu dekat kita lakukan Class Action ke Kejaksaan Tinggi Sumbar”, ucap Risky.

Menurut Risky,menyikapi penunjukan pemenang CV. Momen atas proses lelang dua paket pekerjaan Peningkatan Jalan DAU I dan Peningkatan Jalan DID I, panitia dituduhnya telah main mata serta berpotensi menerima imbalan, demikian tuduhnya.

Dipaparkan, panitia lelang diduga telah kangkangi Perpres No.54 Tahun 2010, tentang mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah secara tegas seperti tercantum pada Bab II Tata Nilai Pengadaan, pasal 5 disebutkan bahwa Pengadaan Barang /Jasa menerapkan prinsip- prinsip yakni efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing , adil/ tidak diskriminatif, serta akuntabel.

Namun, penunjukan pemenang dua paket pekerjaan tersebut kepada CV. Momen, terkoreksi minus 2 % turun dari HPS itu, patut diduga telah terjadi kongkalikong, demikian pungkasnya.Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *