Lelang Proyek Appron Bandara. PT. Nindya Karya Pernah Dilaporkan

 

Batam.Ovumnews.com– PT. Nindya pemenang tender proyek apron Bandara Hang Nadim akan tetapi proyek apron dikerjakan PT.MBJ. bahkan orang-orang yang bekerja pada proyek apron di Bandara Hang Nadim orang-orangnya PT.MBJ.

Mengenai PT. Nindya Karya (Persero) sewa alat berat ke PT.MBJ itu hanya pengalihan isu, tidak mungkin sekelas PT.Nindya Karya sewa alat ke pihak lain.

Informasi didapat , bahwa dalam proses lelang proyek apron PT.MBJ kalah tidak terima dengan kekalahan setelah itu PT.MBJ melaporkan PT. Nindya Karya ke penegak hukum.

Entah bagaimana maka terjadilah tukar guling. Penimbunan dan readymix PT. MBJ yang kerjakan.

Terkait proses lelang proyek apron Juniar Manurung selaku PPK khabarnya sudah diperiksa polisi. Demikian dikatakan tim investigasi lembaga hukum.

Tim investigasi lembaga hukum mengatakan, informasi kita terima dari seseorang yang mengaku pegawai PT.Nindya Karya. Bahwa proyek appron di bandara hang nadim disubkan ke PT.MBJ sebagai pemiliknya Akim dan Endi.

Salah seorang karyawan PT.MBJ Ovumnews.com seluler mengatakan, tidak benar PT.Nindya Karya subkan pekerjaan apron ke PT. MBJ yang benar PT. Nindya Karya sewa alat ke kita.

Yang mana diterbitkan Media news Indonesia, prosese lelang tender proyek apron di bandara Hang nadim Batam dengan nilai proyek 67 milyar diduga kuat telah terjadi kongkalikong antara pihak perusahaan BUMN selaku pemenang tender dengan pejabat BP Batam.

Anehnya juga pengerjaan proyek apron di bandara Hang Nadim si subkan ke pihak lain, jadi ada indikasi proyek tersebut volumenya dan harga satuan di mark up. Demikian dikatakan tim investigasi lembaga hukum dikantornya, selasa (11/10).

Menurut tim investigasi lembaga hukum ternder proyek apron di bandara hang nadim pada tahun 2015 lalu sudah pernah di lelang, namun lelang dibatalkan karena dipertanyakan oleh beberapa LSM dan Kontraktor. Karena ada indikasi memenangkan salah satu perusahaan BUMN.

Sambung tim investigasi lembaga hukum, Nah pada tahun 2016 ini dilelang ulang dan pemenang tender adalah perusahaan BUMN, akan tetapi yang dimenangkan bukan lagi perusahaan BUMN yang ikut tender pada tahun 2015 lalu.

Dilihat proses lelang proyek apron di bandara hang nadim, hampir sama persis kejadiannya dengan proses lelang proyek pengerukan kolam dermaga batu ampar tahun 2015 lalu yang telah rugikan Negara 1,6 milyar rupiah hasil audit BPKP.

Ketika awak media menggali informasi tentang proyek apron disubkan, menurut pejabat BP Batam tidak mau disebutkan namanya mengatakan, boleh pekerjaan disubkan kepihak lain asal jangan pekerjaan induk. Jika pekerjaan induk disubkan sudah menyalahi aturan katanya.

Seperti diketahui, saking kotornya permainan oknum pejabat di BP Batam, membuat menteri coordinator kemaritiman Luhut Panjaitan jengkel, bahkan Menteri ancam laporkan Pejabat BP Batam ke KPK.

Dugaannya ialah penyalahgunaan wewenang di badan Pengusahaan Batam. Jengkel luhut beralasan karena mengacu pada hasil audit BPKP. Lanjut Luhut, “saya terima hasil audit BPKP soal masa transisi BP Batam.

Saya kaget kok masih berani orang ini. Tinggal kasih saja ini (hasil audit) ke KPK, selesai”.ujarnya dalam diskusi reformasi strategi kebijakan pengembangan wilayah Batam yang diselenggarakan Bank Indonesia, Jum’at (12/8) di Batam.yang lalu.

Faktanya ada transaksi Rp 227,5 Milyar antara BP Batam kepada Asuransi Jiwasraya pada 29 April 2016. BPKP juga menemukan penerbitan 149 penetapan lokasi (pl). ditemukan pula penerbitan izin 37 lokasi reklamasi dan pemanfaatan sempadan jalan serta 15 izin perubahan peruntukan lahan. Adapula temuan piutang dan potensi kehilangan pendapatan hingga Rp 9,8 milyar.

Bahkan khusus di bandara Hang Nadim, salah satu asset BP Batam, juga ditemukan sejumlah potensi kerugian keuangan Negara. Bandara itu merugi Rp 29,8 milyar pada tahun 2015.rihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *