LSM Minta Polisi Usut Pemilik Mobil Bodong

 

Batam.ovumnews.com– Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM minta Aparat kepolisian dan Bea Cukai kembali didesak mengusut pemilik empat unit mobil bodong dari Singapura yang diangkut kapal kayu KM Sea Master Three GT 32 di Perairan Sagulung, Batam, Sabtu (17/9) lalu. Sebab hingga kini pemilik mobil bodong belum diketahui.

Aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM), kemarin di tempat berbeda.minta aparat mengusut dan menangkap pihak-pihak yang terlibat dalam kasus itu. Memang saya mendengar sudah ada tersangka kasus itu yakni nahkoda kapal. Tapi siapa pemilik mobil bodong itu yang kita belum tahu. Jadi kita minta aparat bisa mengungkapnya secara tuntas,” kata Koordinator Forum Lintas Pemuda Anti Korupsi (FLPAK), Hubertus LD di Batam Centre, kemarin.

Dugaan Indikasi penyelundupan mobil bodong ini sudah lama dilakukan dengan melibatkan oknum tertentu maupun pengusaha yang kebal hukum. Sehingga seolah-olah aparat dibuat tidak berdaya. Meski demikian Hubertus masih berkeyakinan aparat penegak hukum masih benar-benar menjalankan tugasnya untuk memberantas mafia dibalik penyelundupan tersebut.

Hubertus pun berjanji akan menggalang kekuatan dengan elemen masyarakat lainnya untuk melakukan action dilapangan, menuntut agar pemilik mobil ilegal itu ditangkap dan diadili. Senada dengan itu, Ketua Kelompok Diskusi Anti 86, Tain Komari mengatakan pengusaha nakal yang memasukan mobil ilegal sudah seharusnya ditangkap.

Proses penegakan hukum terhadap pemilik mobil itu benar-benar dituntaskan,” katanya. Di sisi lain ia juga memuji langkah kepolisian yang dinilainya sangat tepat mengamankan mobil bodong itu. Sebab aksi penyeludupan itu menyebabkan negara menderita kerugian yang besar.

Kerugian yang diderita dalam bentuk tidak langsung karena kehilangan pajak penghasilan. Karena perusahaan pemilik barang dipastikan tidak melaporkan penghasilannya kepada petugas pajak karena sumber barangnya diperoleh secara ilegal. “Penyeludupan itu juga mematikan usaha sejenis yang berdiri secara legal,” katanya. Karena itu, ia meminta agar penyeludupan itu segera diusut dengan tuntas.

Ketua Riau Corruption Watch (RCW) Kepri, Mulkansyah menginginkan yang terlibat dalam kasus itu diungkapkan ke publik.

Kata Mulkansyah, pihaknya pada prinsipnya mendukung apapun upaya kepolisian dan Bea Cukai sebagai garda terdepan penyelamat keuangan negara untuk mengungkap penyelundupan mobil itu. Namun demikian dia berharap dalam menjalankan proses hukum, aparat terkait tidak melakukan pilih kasih atau kata lain adanya permainan remote control jarak jauh dengan orang- orang tertentu di negeri ini.

Pengusutan yang dilakukan itu juga diharapkan transparan. Jangan sampai kasus ini hilang tanpa kabar berita, katanya.

Sebelumnya Kapolda Kepri, Brigjend Pol Sam Budigusdian mengatakan kasus penyelundupan mobil ilegal itu telah dilimpahkan ke BC karena itu pelanggaran cukai (kepabeanan). Meski demikian pihaknya tetap akan melakukan koordinasi untuk mengungkap pemilik mobil itu.

“Empat mobil masih didalami,”terangnya.

Kata Kapolda berdasarkan hasil penyelidikan sementara petugas Bea Cukai, bahwa telah mendapati pihak ekspedisi yang memesan mobil-mobil bodong tersebut. “Dari ekspedisi memesan ke Nakhoda. Sekarang lagi diperiksa ekspedisinya,” tutur Kapolda.

Sebelumnya Polair Mabes Polri dan Polda Kepri menyita empat mobil ilegal berbagai merek yang diangkut kapal kayu KM Sea Master Three GT 32 di Perairan Sagulung, Batam Sabtu (17/9) yang lalu.

Empat mobil mewah itu yakni satu unit Marcedes Benz sport warna hitam no rangka WDB17145454F148010 nomor mesin 27294230487160. Kemudian satu unit Mini Cooper warna Silver nomor rangka WBWRA32070TE84119 dengan nomor mesin D419O743.

Selanjutnya satu unit mobil Honda Odissey warna abu-abu nomor rangka JHMRB18507C200403 dan nomor mesin K24A6000403. Kemudian satu unit Honda Civic warna silver nomor rangka JHMFD16306S211765 dan nomor mesin R18A11039244. Rencananya mobil itu diduga dijual ke salah satu show room yang ada di kawasan Seipanas, Batam.

Berawal Penangkapan mobil dari laporan AKP Arya Fitri yang melihat ada kapal kandas di perairan di Batam. Anggota kemudian mendekati kapal itu lalu melakukan pemeriksaan. Saat diperiksa ternyata kapal itu mengangkut empat unit mobil ilegal.

Mobil tersebut rencananya diturunkan di pelabuhan tikus di wilayah Sagulung. Dalam kasus ini, nahkoda kapal Zulkarnaen telah ditetapkan sebagai tersangka. Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *