Luka Lama Kambuh Lagi

 

Kasus Pulau Bokor Batam, Gratifikasi, Pengusaha Bagi-Bagi Mobil Rubicon

Batam.Ovumnews.com–Ketika Kasus gratifikasi mobil Rubicon mulai mencuat kepermukaan maka dilamsir melalaui akun fb Beresman sitinjak bahwa penelusuran telah dilakukan oleh Muren Mulkan sebagai LSM NCW (Nasional Corupsi Whot) di propinsi Kepri agar masyarakat Kota Batam dapat mengetahuinya.

Menurutnya Sebagai tindak lanjut untuk melengkapi bukti permulaan adanya Gratifikasi dalam Kasus Pulau Bokor yaitu Pemberian sejumlah mobil Merk Rubicon Pengusaha Pengembang Kawasan Wisata Terpadu Pulau Bokor kepada sejumlah Anggota DPRD Batam

Sebelumnya, Polda Kepri menyatakan berkas pemeriksaan terhadap tersangka pengrusakan lingkungan hidup dengan melakukan reklamasi ilegal dan pencemaran lingkungan di Pulau Bokor, Batam, sudah lengkap atau sudah P21.

Berkas dan tersangkanya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri. Berkas pemeriksaan sudah lengkap dan dinyatakan P21,”ujar Wadirkrimsus Polda Kepri AKBP Helmi Kwarta kusuma Rauf‎ di Polda Kepri, berapa waktu lalu..

Seiring dengan kasus reklamasi ilegal dan pengrusakan lingkungan, Mabes Polri juga membidik kasus pencucian uang dalam masalah itu.

Pencucian uang itu dilidik oleh Bagian Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri terkait reklamasi Pulau Bokor di Batam dan dugaan aliran dana Abob ke sejumlah pejabat Pemko Batam dan Anggota DPRD Batam periode 2009-2014 untuk izin reklamasi pulau tersebut.

Abob disinyalir memberikan sejumlah mobil mewah Rubicon untuk memuluskan izin reklamasi pulau tersebut.

Penyelidikan kasus dugaan bagi-bagi mobil Rubicon itu tidak terdengar lagi hingga kini.

Diberitakan sebelumnya, Abob diduga menebar 21 mobil mewah jenis Jeep Wrangler Rubicon kepada sejumlah orang di Batam. Hal itu, disinyalir sebagai bentuk “mahar” untuk memuluskan kegiatan reklamasi Pulau Bokor, Tiban Utara, milik Abob.

Siap-siaplah bagi oknum pejabat maupun oknum dewan serta tokoh masyarakat yang juga pengusaha selama ini mendapatkan sesuatu dari Abob untuk diproses secara hukum. Dan data tersebut sudah masuk di tangan pihak penyidik Bareskrim Mabes Polri,” kata sumber yang mengaku dari Barisan Sakit Hati terhadap Abob itu.

Seperti pernah ramai diberitakan, sejak PT Power Land melakukan aktivitasnya seperti pembabatan hutan bakau dan pengerukan pasir pantai di Pulau Bokor, mata pencarian nelayan di Kota Batam terganggu. Ada ratusan nelayan di kawasan Tanjunguma, Kampung Agas, Tanjung Tritip, Patam Lestari dan Tiban, yang mengalami kegetiran itu.

Sebab, reklamasi semakin tak terkontrol. Pulau yang konon katanya telah dijual ke pihak asing itu sepertinya luput dari pengawasan institusi terkait, yakni Pemko Batam. Aktivitas reklamasi saat itu sudah merambah kawasan sungai di sekitar Tanjunguma dan Patam Lestari.

Padahal, perairan dan sungai di kawasan Tanjunguma ini merupakan titik awal mata pencarian bagi 350 kepala keluarga (KK) yang berprofesi sebagai nelayan. Tidak hanya nelayan di sekitar kawasan Tanjunguma, Tanjung Tritip dan Kampung Agas saja, nelayan dari Patam Lestari hingga Belakangpadang juga bergantung hidup di sana.

Abob, pengusaha Batam kini ditahan di Bareskrim Mabes Polri. Seperti diberitakan, Abob ditangkap pada Sabtu (6/9), pukul 00.30 WIB di lobi Hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Abob masuk dalam daftar lima tersangka yang telah ditetapkan Bareskrim Polri terkait kasus penyelundupan BBM di Batam.

Tersangka lainnya adalah adik AM, Niwen Khairiah, seorang pegawai negeri sipil di Batam yang rekeningnya digunakan untuk transaksi; Senior Supervisor Pertamina Dumai Yusri; seorang pengusaha bernama Du Nun; dan seorang pegawai lepas bernama Arifin Ahmad.

Bagi-bagi mobil mewah jenis jeep dengan kisaran harga Rp 880 juta itu dilakukan, karena aktivitas PT Power Land, perusahaan Abob, menimbun laut sempat ditentang oleh pejabat Pemko Batam dan oknum anggota DPRD Batam periode lalu. Ini adalah daftar mobil yang dibagi-bagi .
,BP 23 VD warna hitam
, BP 9 MV warna hitam.
, BP 1602 VR warna hijau metalic
, BP 168 VT warna orange
, BP 1 TV warna krem
, BP 168 VG warna hitam
, BP 9 VH warna putih.
, BP 90 warna hijau lumut.
,BP 753 LV, warna abu-abu,
,BP 3778 BJ warna orange,
,BP 23 VD warna hitam,
,BP 171 VC warna hitam,
, BP 111 VH,
,BP 25 VR warna merah.
, BP 1482 VE warna hitam.
, BP 1515 VJ warna merah metallic.
, BP 808 YV warna hitam.
, BP 70 VK warna putih.
, BP 1 DV warna hitam.
, BP 1602 warna putih
, BP 3778 BJ. warna orange
Anehnya, cerita Rubicon pun hilang begitu saja. Seharusnya kasus gratifikasi Rubicon juga diangkat biar masyarakat tahu kebenarannya.
Sampai Berita ini di publikasikan pihak penerima mobil Rubicon yang di duga Oknum DPRD Kota Batam dan petinggi Pejabat di pemko Batam belum dimintai keterangan Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *