Mahasiswa Dianiaya Tuntut Kajari dan Kasi Intel Mundur

 

Riau.Rohul. Ovumnews.com– Mahasiswa Rokan Hulu (Rohul)Riau unjuk rasa damai, Jumat pagi (19/5/2017) menuntut proses hukum terhadap dua rekan mereka yang dianiaya oknum Kejari Rohul.

Unjuk rasa damai puluhan mahasiswa Rohul ini berlangsung panas dan tegang.

Pantauan dari lokasi demo di depan halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasir Pengaraian sejak pukul 09.00 Wib, setelah berorasi beberapa waktu, mahasiswa akhirnya diterima langsung oleh Kajari Fredy Daniel Simanjuntak didampingi Kapolres Rohul, AKBP Yusup Rahmanto.

Dalam orasinya mahasiswa minta Kajari Rohul Fredy Daniel Simanjuntak dan Kasi Intel Agus Kurniawan, mengundurkan diri dari jabatannya.

Diminta Kajari Rohul Fredy Daniel Simanjuntak dan Kasi Intel Agus Kurniawan, mundur dari jabatannya,” teriak Rio di depan Kajari dan Kapolres saat orasi yang disambut gegap gempita peserta demo.

Dalam orasinya, mahasiswa minta Polres Rohul bertindak profesional mengusut dan memproses kasus dugaan penganiayaan terhadap dua mahasiswa, yakni Syukri dan Rio, yang sudah dilaporkan secara resmi.

Kami minta polisi profesional memproses laporan penganiayaan mahasiswa oleh oknum kejari ini, jangan ada intervensi dari siapapun,” kata mahasiswa lain dalam orasinya.

Aksi demo mahasiswa masih berlangsung dan sedang dilakukan mediasi oleh Kajari dan Kapolres serta perwakilan mahasiswa.

Sementara puluhan aparat pengamanan dari Polres Rohul dan Satpol PP berjaga jaga di lingkungan Kejari Rohul.

Sikap kesatria ditunjukkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasir Pengaraian, Rokan Hulu (Rohul) Freddy Daniel Simanjuntak SH, MH, saat menghadapi demo mahasiswa di Kantornya.

Freddy mengakui kesalahan yang dilakukan anak buahnya saat menghadapi mahasiswa Rohul, Selasa (16/5/2017) sehingga menyebabkan insiden penganiayaan atas dua mahasiswa, Syukri dan Rio

Sebagai pimpinan di Kejaksaan ini saya siap bertanggung jawab atas terjadinya insiden penganiayaan dialami dua mahasiswa kemaren,” kata Freddy di hadapan puluhan mahasiswa didampingi Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto.

Sementara itu Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto minta Mahasiswa agar tetap tenang dan menyatakan bahwa laporan mahasiswa tetap diproses.

Adik adik mahasiswa diminta tenang, laporan yang disampaikan soal kasus itu akan tetap ditindak lanjuti,” tegas Kapolres.

Rektor Universitas Pasir Pengaraian, Dr Adolf Bastian yang sejak awal insiden penganiayaan yang dialami mahasiswa itu tetap komit membela mahasiswa.

Selaku Rektor Adolf menawarkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UPP untuk mendampingi mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan.

Saya bangga dengan semangat mahasiswa Rohul hari ini, karena mereka telah berani menyampaikan kebenaran, namun untuk lebih konkritnya perjuangan itu mari kita bicarakan bersama bapak Kapolres dan Kajari sehingga masalahnya tidak melebar,” kata Adolf yang juga ikut berorasi ditengah mahasiswa.

Adolf juga berharap kejadian penganiayaan terhadap mahasiswa ini tidak terulang lagi dan ini adalah yang terakhir kalinya. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *