Masyarakat Minta Presiden RI Hentikan Perusak Hutan Oleh PT. Gruti

 

Nias Ovumnews.com-Berdasarkan surat masyarakat Kepulauan Tello yang tergabung dalam HIMPUNAN MASYARAKAT SEPULUH DESA TIM SEBELAS KECAMATAN PULAU-PULAU BATU TIMUR PADA TANGGAL 05 September 2015 dengan perihal “ Permohonan Pemberhentian Kegiatan Operasional PT. GRUTI di Pulau Pini Kec. Pulau-pulau Batu Timur Kabupaten Nias Selatan Propinsi Sumatera Utara yang ditunjukan kepada Bapak Presiden RI di Jakarta.

Hal ini dilakukan oleh elemen masyarakat agar Presiden RI harus turun tangan untuk menghentikan pengerusakan Hutan yang dilakukan oleh PT. GRUTI, pasalnya sebelumnya masyarakat sering mengeluh kepada Pemerintah Propinsi, Daerah namun tidak pernah ditindak lanjuti sehingga masyarakat menduga bahwa PT. GRUTI selalu dilindungi penguasa diBumi Nisel disebabkan setoran jelas, ungkap salah satu sumber Media ini.

Kehadiran PT. GRUTI  (Gunung Raya Timber Indonesia) di Kepulauan Tello ini sejak tahun 1971 PT. GRUTI sudah beroperasi sehingga Hutan yang sudah dibabat habis oleh PT. GRUTI mulai punah bahkan dari peta kerja PT. GRUTI hanyalah sebuah simbolisasi, terbukti jenis kayu apapun dibabat habis serta areal terlarang sekalipun tidak dipeduli PT. GRUTI mulai dari pinggiran pantai bahkan melakukan pengerusakan beberapa areal tanaman Bakao (Manggrove) serta melakukan penggalian golongan C ditepi pantai yang mengakibatkan perusakan terumbu karang dan biota laut yang memberi dampak negatif bagi masyarakat nelayan.

Tindakan PT. GRUTI dapat mengundang bencana alam, apalagi secara geografis pulau Pini membentang di tengah garis pantai barat sumatera yang sangat berpotensi terhadap ancaman tsunami dan gempa. Dalam hal ini juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda dikepulauan Pini dan sekitarnya, dimana PT. GRUTI membawa keuntungan milyaran rupiah dan dampaknya berefek pada kelangsungan masyarakat Nias Selatan (Nisel).

Aneh tapi nyata, PT. GRUTI sudah jelas banyak melakukan pelanggaran dalam pengoperasian penebangan kayu di Kepulauan Pini bahkan perkebunan atau lahan pertanian masyarakat sekitarnya tidak dihiraukan sehingga kelangsungan kehidupan masyarakat tersebut terancam punah sehingga dalam hal ini, diminta agar Negara harus memperhatikan kehidupan masyarakat bukan menyiksa masyarakat, ujar salah satu tokoh dikepulauan Tello.

Selain PT. GRUTI, PT. NAULI juga secara sembarang menebang kayu di tanah masa dan masyarakat kepulauan Pulau-pulau Batu bersikap bahwa jika hal ini dibiarkan dan tidak ditindak lanjuti dalam waktu singkat, maka pertumpahan darah akan dimulai demi memerdekakan Kepulauan di wilayah Kab. Nias Selatan artinya masyarakat Kepulauan tersebut menganggap PT. GRUTI dan PT. NAULI merupakan bagian penjajah daerah Kepulauan Pini dan Tanah Masa. Hal ini disampaikan oleh beberapa elemen masyarakat kepada wartawan Media ini.

Harapan masyarakat Kepulauan tersebut agar menghentikan kegiatan Operasional PT. GRUTI dan PT. NAULI demi kedamaian, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat serta kelestarian lingkungan hidup, maka masyarakat pulau PINI, Tanah Masa memohon kepada Bapak Presiden RI untuk mengabulkan permohonan masyarakat yang berada terluar dan terpencil. Masyarakat yang sesungguhnya sangat cinta dengan kedamaian, akan tetapi jika PT. GRUTI dan PT. NAULI masih tetap beroperasi maka terpaksa harus dengan kekerasan dan semoga melalui pemberitaan ini, Bapak Presiden RI dapat mendengar aspirasi masyarakat terpencil bagian wilayah Kab. InfoNias.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *