Masyarakat Pertanyakan Reses 43 Anggota DPRD Kepri Habiskan Rp1.935 Miliar

 

Kepri.Tanjungpinang –Ovumnews.com—Beberapa masyarakat pertanyakan hasil reses 43 orang anggota DPRD Kepri yang masing-masing anggota dewan menghabiskan anggaran Rp45 juta, atau totalnya Rp.1.9 miliar. Namun kegiatan reses tersebut hingga saat ini tidak jelas.

Katanya reses satu minggu menyerap aspirasi masyarakat, tapi banyak anggota dewan dari enam daerah pemilihan (Dapil) di Kepri tidak turun ke masyarakat, tetapi malah jalan-jalan ke luar kota,” ujar Amrial, salah seorang warga Tanjungpinang, Jumat (6/1/2017).

Di Kota Tanjungpinang sendiri, derdasarkan pantauan awak media ,dari lima orang anggota DPRD Kepri, yang terlihat melakukan reses hanya 3 orang anggota dewan.

Mereka melakukan peninjauan dan pertemuan dengan konstituenya, terkait masalah Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang yang pelayanan dan keamananya semraut. Demikian juga ketika meninjau proyek terbengkalai pengolahaan air SWRO.

Yang hadir kemarin hanya 4 anggota dewan, Sedangkan Dua Anggota Dewan Kepri, Yuniarni Pustoko Wati, bersama wakil Ketua DPRD Kepri, Husnizar Hood, sama-sekali tidak ada,” ujar Amrial lagi.

Hal yang sama juga dikatakan, Agustinus, warga Batam, dari puluhan anggota DPRD Kepri Dapil Batam, hanya sebagian anggota dewan yang benar-benar melakukan reses dengan melakukan pertemuan dengan Konstituenya.

Bagian yang lain, tidak jelas entah kemana. Atau bisa jadi mereka jalan-jalan akhir tahun dan tahun baru ke luar negeri,” sebutnya.

Atas dasar itu, masyarakat juga mempertanyakan kinerja dan reses, anggota dewan tersebut. Selain menghabiskan dana miliaran rupaih, kegiatan dewan yang dibungkus dengan agenda reses ini, dikatakan warga terkesan ditutupi dan tidak dilaksanakan dengan transparan.

Menanggapai sorotan masyarakat itu, Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan, penggunaan hasil dana kegiatan reses setiap anggota DPRD Kepri, akan dipertangungjawabakan melalui laporan kegiatan dan pertanggungjawaban penggunaan dana.

Dana reses DPRD Kepri ini sebenarnya sangat kecil dibandingkan dengan anggaran Reses DPRD daerah lain. Dan Untuk penggunaan, setiap anggota Dewan, harus mempertanggungjawabakan dengan pembuatan Laoran Hasil Reses baik perseorangan mauapun Kelompok,”terangnya.

Laporan hasil Reses, tambah dia, akan disampaikan dalam Rapat Paripurna. Hasil reses setiap tahun. Demikian juga sejumlah aspirasi masyarakat dari hasil setiap Reses, akan diperjuangkan DPRD menjadi kegiatan pembangunan pada APBD tahun berikutnya.

Semua anggota dewan baik perorangan dan kelompok, harus melaporkan kegiatanya. Contohnya, hasil reses akhir DPRD pada 2016 lalu, sudah diajukan didalam kegiatan APBD 2017, demikian juga penggunaan dana Resesnya, juga harus dilaporkan,” jelasnya.

Laporan hasil reses DPRD Kepri akhir Desember 2016, di‎katakan Jumaga, pelaporan akan dilakukan dalam rapat Paripurna DPRD, usai pembahasan APBD Kepri.bt/0vn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *