Menguak Dugaan KKN Proyek Embung Sawah Liek, Limbanang

 

Limopuluh Kota, Ovumnews.com -Terindikasi kuat, tercium aroma KKN pada proyek pembangunan Embung Sawah Liek, Jorong Kampung Dalam, Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, yang dikerjakan oleh rekanan CV. Telaga Ruyung, kendati telah dilakukan FHO Dinas terkait, agaknya menyisakan persoalan hukum, dugaan Mark- Up anggaran, pekerjaan tidak sesuai dokumen kontrak, juga cemarkan nama baik profesi wartawan di Luak Limapuluh Kota.

Hal tersebut, seperti yang diekspose Haluan Padang Sumbar , Senin, 12 Oktober 2015, judul Proyek Embung Parit Dalam 2015 “Selesai di FHO, Pasangan Batunya Ada yang Retak”, katakan sudah rampung dikerjakan tahun 2015. Bahkan, kabarnya sudah di lakukan FHO oleh instansi terkait. Namun keberadaan pem¬bangunan embung itu ramai jadi gunjingan masyarakat setempat.

Carut marutnya, pekerjaan proyek Embung Sawah Liek, Jorong Kampung Dalam, Nagari Limbanang Kecamatan Suliki itu, berdasarkan temuan relawan LSM AMPERA Indonesia, juga wartawan Mingguan Figur, M. Tukio, akui pihaknya memang benar berdua dengan rekannya lakukan investigasi tentang adanya dugaan terjadi kongkalikong, baik dugaan mark up anggaran serta dugaan penyimpangan pekerjaan pada proyek Embung Sawah Liek, di jorong Parik Dalam, Nagari Limbanang tersebut, yang dikerjakan CV. Talago Ruyung dengan nilai kontrak Rp.99.650.000,-.

Menurut M Tukio, pihaknya lakukan ivestigasi kelapangan,hal tersebut adalah berdasarkan informasi yang diterimanya dari salah seorang dedengkot Ketua Partai dan seorang Tokoh masyarakat Nagari Limbanang, bahwa ada kongkalikong pada paket pekerjaan Embung Sawah Liek, di jorong Parit Dalam, Nagari Limbanang, demikian papar Kio.

M. Tukio, tirukan masukan dedengkot Ketua Partai dan tokoh masyarakat setempat, bahwa pelaksanaan pekerjaan Embung tersebut, bakal tersandung hukum karena proyek tersebut diperkirakan menelan dana tidak lebih dari Rp.25 juta, sementara dalam kontrak disebutkan menelan biaya Rp.99.650.000 itu, juga pekerjaannya tidak sesuai dengan dokumen kontraknya. Hal tersebut memang membuat kita geleng kepala, tukuk Tukio.

Sementara, berdasarkan ekpose beberapa media daerah ini Sumbar, judul 3 Wartawan Abal- Abal Ancam Is Kamerun, oknum Kontraktor CV. Talago Ruyung, katakan akibat ulah 3 orang oknum yang mengaku-ngaku wartawan, Rabu pekan lalu, sekitar pukul 16.00 WIB, tiba- tiba menyetop kendaraan dikemudikannya ketika dia sedang melintas di jalan Tan Malaka, Tanjung Jati Kecamatan Guguak Kab. Limapuluh Kota.

Seperti yang terberita pada Mingguan Bi News, edisi 441/Th X/12-18 Oktober 2015, pada rublik Payakumbuh/ Limapuluh Kota, Is Kamerun beberkan,”karena distop mendadak saya lansung berhenti. Tiba- tiba ketiga orang yang mengaku-ngaku wartawan itu menanyakan kepada saya dengan bahasa yang tidak sopan.” Angku yang memborong proyek embung yang di Baruah Gunuang,” ujar ketiga orang yang mengaku-ngaku wartawan itu seperti ditirukan Is Kamerun kepada Bin News di kantor Dinas PU Limapuluh Kota.

Ketika itu, dia menjawab memang dia yang memborong atau mengerjakan proyek embung tersebut. “Namun setelah saya menjawab memang saya yang mengerjakan proyek tersebut, ketiga orang yang mengaku-ngaku wartawan itu lansung menggertak saya. Dengan bahasa menekan dirinya menanyakan, kenapa proyek embung itu ukurannya kecil. Apa angku ingin saya masukan penjara, ancam ketiga wartawan itu,” ujar Is Kamerun menceritakan.

Menurut Is Kamerun, karena diancam mau dipenjarakan oleh ketiga orang yang mengaku-ngaku wartawan itu, darah naik ke ubun- ubun. “Apalagi ketiga orang yang mengaku-ngaku wartawan itu tidak saya kenal sama sekali. Maka tanpa pikir panjang, dua orang diantaranya yang mengaku-ngaku wartawan saya hadiahi ketupat bengkulu, sedangkan yang seorang lagi lari tunggang langgang,” ujar Is Kamerun.

Masih menurut pengakuan Tukio, usai dirinya dan rekannya lakukan investigasi seputar pelaksanaan pekerjaan Embung Sawah Liek tersebut, pihaknya lakukan konfirmasi via ponsel kepada Is Kamerun, dari CV. Talago Ruyung, seputar menyoal proyek tersebut kecil, sementara dananya kok besar ?, demikian tanya Kio.
Sementara, jawaban Is Kamerun, sekenanya katakan hal tersebut telah sesuai dengan RAB nya, juga pekerjaannya telah di FHO oleh instansi terkait”, demikian jawab oknum rekanan yang ditirukan aktifis KPSKN itu.

Menyikapi ekspose beberapa media daerah ini, judul 3 Wartawan Abal- Abal Ancam oknum Kontraktor, dan akui pihaknya sempat menghakimi oknum yang mengaku-ngaku wartawan seperti diberita Bin News, dan mungkin juga media lainnya, menurut Kio, hal tersebut adanya upaya Is Kamerun alihkan perhatian publik, dan telah diskridit nama baik profesi wartawan secara umum, dan Limapuluh Kota khususnya, jadi perhatian aparat penegak hukum mengusut carut marut serta dugaan mark up pada proyek Embung Sawah Liek Limbanang itu.

Dilain pihak, dari ekspose Harian Haluan, selain luas em¬bung yang dibangun tidak memadai, pasangan batunya sudah ada yang mengalami keretakan. Kedalaman em¬bungpun tidak memadai, dipinggiran tebing embung sebelah atasnya tanpa digali sama sekali, sehingga keli¬hatan gundukan tanahnya.

“Proyek pembangunan embung ini tak sesuai de¬ngan harapan masyarakat, sebelumnya saya meng¬usul¬kan pasangan batunya agak kedepan beberapa meter, supaya embung sedikit lebih luas. Sedangkan dinding pasangan batunya diting¬gikan dari yang sekarang, “kata An, pemilik lahan pada lokasi pembangunan embung itu, yang dihubungi, Sabtu (9/10) di lokasi pro¬yek.

Juga dipaparkan kedalaman em¬bung yang dianggap kurang memadai, karena diduga penggalian embung diduga tak rampung. Dampaknya, air yang tergenang pada embung tak bisa diharapkan untuk mengairi sawah tadah hujan yang ada dibawahnya. Sementara itu pelepas air embung dari pipa paralon ternyata juga dengan ukuran kecil, ulas An lagi.

Kepala Jorong Parit dalam, Nagari Limbanang, Jon yang dihubungi secara terpi¬sah membenarkan, adanya pembangunan embung di jorongnya. Terlepas dari sesuai tak sesuai dengan harapan masyarakat, namun yang jelas kalau ada kerusakan pada pasangan batu, perlu perbaikan segera supa¬ya embung mampu bertahan lama, ujarnya.

Masih berdasarkan pantauan Haluan ke lokasi proyek pembangunan embung tersebut, melihat keberadaan embung tak lebih seperti kolam ikan. Dipintu airnya dipasang papan penyangga penghambat air yang akan mengalir ke pintu air tersebut, sedangkan pasangan batu sebelah bawahnya tampak mengalami keretakan, tapi anehnya pekerjan sudah di FHO.

Menyikapi carut marut seputar pelaksanaan proyek pembangunan Embung Sawah Liek, Jorong Parik Dalam, Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, sarat KKN itu, LSM AMPERA Indonesia, melalui Koordinator, Edwar Bendang, kepada wartawan tegaskan kuat dugaan oknum kontraktor CV. Telaga Ruyung, Is Kamerun, Kadis PU, Ir. Edwar dan Kabid Pengairan PU Kab. Limapuluh Kota,
Firmansyah dapat dijerat hukum sesuai pasal 418 dan pasal 419 KUHP, tentang Ancaman hukuman terhadap pemberi suap serta pejabat yang diduga menerima suap.Pasalnya, larangan dugaan penyuapan tersebut seperti diatur pada pasal 6 Perpres 54 tahun 2010 jo Perpres 70 tahun 2012 yaitu berkaitan dengan etika Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah.

Terus, pada UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terdapat 3 (tiga) unsur untuk dapat dikategorikan sebagai tindak pidana, Pertama, menyalahgunakan kewenangannya, kedua, memberikan keuntungan baik kepada diri sendiri maupun orang lain, dan ketiga, menimbulkan kerugian keuangan negara. Bila proses yang sedang berjalan, walaupun belum final/akhir, namun sudah ada indikasi atau “dugaan kuat” adanya penyimpangan bisa atau dapat dikategorikan pelanggaran terhadap UU Korupsi, hendaknya aparat penegak hukum negeri ini pro aktif lakukan penyelidikan sinyalemen dugaan oknum- oknum terkait demikian paparnya. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *