Menguak Rupa Proyek Milik BP Batam

 

Batam.Ovumnews.com—Kota Batam siapa tak kenal sejak berapa tahun belakang ini disebut kota Industri dibawah naungan dulu Otorita Batam sekarang BP Batam juga dibawah Pemko Batam yang berada di Propinsi Kepri.

Namun sangat disayangkan proyek Imprastruktur milik BP Batam saat sekarang yang diduga dikerjakan asal jadi seperti yang berada di Bukit Daeng tambesi Batu Aji Batam ini yang dikerjakan oleh kontraktor pilihan Bp tersebut, proyek berumur 1 tahun sudah hancur berantakan.

Dulunya ada salah satu proyek milik BP Batam yang berada disimpang Kepri Mall dibelakang Pos Polisi berapa bulan saja siap serah terima,proyek hancur berantakan juga di Expos media ini namun dalam kurun 2 tahun, 2 kali dikerjakan proyek tersebut padahal proyek tahun jamak.yang dikerjakan tahun 2016 terseut hancur ditelan bumi,tahun 2017 lagi.

Proyek pasangan batu kali yang merupakan infrastruktur penunjang banjir setiap pelosok yang berada di kota Batam, salah satu proyek milik BP Batam tahun anggaran 2016 kondisinya hancur diduga waktu pelaksanaan diduga tidak sesuai spek terlihat proyek tersebut turun tidak sesuai umur kotruksi.
Diduga kuat proyek tersebut kurangnya pengawasan dalam pelaksanaan terlihat proyek milik BP Batam ada berapa titik hancur berantakan..

Ini yang sekarang menjadi pertanyaan bagi masyarakat kota Batam siapa yang salah. Dana yang tidak mencukupi atau pelaksanaannya yang terindikasi asal-jadi sehingga masih dalam hitungan bulan jalan yang baru selesai dikerjakan telah hancur, karena dalam pelaksanaannya tidak mengutamakan mutu hanya berusaha mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya.
Salah satu contohnya, Proyek Pembangunan saluran Primer Pasangan batu kali di jalan Suprapto Bukit Daeng Batu aji/ pelaksana CV.Rozer Perkasa Abadi / Komplek Ruko Golden Eff Town House N0 04 Batam. Dengan nilai RP Rp 604.977.500,00 tahun 2016.

Kondisinya sekarang telah menjadi pertanyaan besar karena kondisi proyek dipingir jalan besar . Terbukti saat Ovumnews.com belum lama ini kelokasi Pembangunan saluran primer tersebut lansung ditelusuri dilapangan terlihat kondisi proyek hancur di berapa titik,sangat diprihatin kan proyek terlihat sudah siap dikerjakan tidak pernah ada pemeliharaan proyek tersebut di tumbuhi ruput semak belukar, tempat menumpuknya sampah berakibat banjir di jalan utama bukit daeng tersebut.

Ketua LSM LIRAM Kepri Irwansyah 15/02/2017 ,menangapi hancur proyek tersebut milik BP Batam ini yang berada di Bukit Daeng tersebut sudah saatnya penegak hukum meng evoluasi setiap penangung jawab atau pejabat yang mengeban jabatan dalam pelaksanaan setiap proyek dilingkunan BP tersebut, ini menyangkut terlaksananya proyek berasal dari uang pajak rakyat jangan sampai setiap proyek hanya berumur satu tahun sudah hancur seharusnya tahan seumur kontruksi yang telah di tentukan.’

Besar kemungkinan permasalahan hancurnya pasangan batu kali tersebut turun diduga waktu pekerjaan lemahnya pengawasan untuk proyek Tahun Angaran 2016 di bukit Daeng yang lalu ,karena mutu material seperti pasir asal jadi kontraktor berbuat sesuka hati .

Atau karena ada indikasi telah terjadinya pengurangan volume dalam pemakaian pasir tidak sesuai spek terlihat dulunya baru siap dikerjakan retak-retak yang pernah dilakukan dulunya waktu investigasi dilaksanakan.
Sehingga pasangan batu tersebut tidak bisa bertahan lama sesuai umur kontruksi ,sekarang proyek yang hancur menghadap jalan umum melihat pemandangan setiap penguna jalan mempertanyakan baru 1 tahun siap dikerjakan sudah hancur berantakan.Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *