Menyelusuri “Kabut Hitam” Pembangunan TK Scool dan SD UNP

 

Padang.Ovumnews-.com– Benar pepatah kuno lama katakan.” Bagaimanapun pintarnya seseorang membungkus “Bangkai”. Lambat atau cepat bau busuknya bakal bertebaran”.

Aroma busuk tersebut, kini tercium di lingkungan salah satu perguruan tinggi negeri di Padang. Mungkinkah, “ dunia pendidikan negeri ini telah tercoreng arang Hitam” ?
Sinyalemen kuat kabut hitam kini tengah menyelimuti dunia pendidikan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi terjadi di Universitas Negeri Padang ( dulunya IKIP Padang- red), tempat penggodokan calon intelektual pendidikan itu, yang tercium oleh tim investigasi Ovumnews.com-kini tengah melakukan pengumpulan data- data akurat seputar pembangunan gedung Taman Kanak ( TK ) Scool dan Sekolah Dasar ( SD ), di lingkungan Universitas Negeri Padang ( UNP ), tahun anggaran 2014 semasa kepemimpinan Rektor, Prof. Yanuar Kiram.

Dari data- data yang berhasil dikumpulkan sumbar.auditpos.com, bahwa pada tahun anggaran 2014, semasa kepemimpinan rector, Prof. Yanuar Kiram, melalui alokasi APBN, Direktorat Pendidikan Tinggi ( Dikti ) Kementerian Pendidikan RI, berhasil menyaluran dana sebesar Rp.24 M, guna pembangunan gedung sekolah TK Scool dan SD di lingkungan UNP tersebut.

Juga ditambahkan beberapa sumber yang layak di lingkungan UNP tersebut, guna mewujudkan sebuah sekolah baru TK Scool dan SD yang berkelas tentunya harus dilengkapi sarana serta prasarana penunjang lainnya, seperti tersedianya labor beserta perangkatnya sesuai dengan tuntutan zaman. Pemerintah pusat mencarikan tambahan dana sebesar Rp.20 M, yang berasal dari alokasi PNBP ( Pendapatan Negara Bukan Pajak- red).

Tapi apa lacur, ujar beberapa sumber kepada tim investigasi sumbar.auditpos.com, katakan. “ tidak kurang anggaran sebesar Rp. 44 M yang berasal dari anggaran APBN 2014 berasal dari Dikti senilai Rp.24 M ditambah alokasi PNBP sebesar Rp.20 M cair, namun pelaksanaan pembangunan gedung sekolah TK Scool dan SD tersebut, terkesan “ Jauh Panggang dari Api”. Artinya dituduhkan beberapa sumber di UNP tidak sesuai dokumen kontrak kerja, demikian beber mereka.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber yang layak tersebut, tim investigasi di lapangan, terkait pembangunan TK Scool dan SD TA 2014 yang dikomamdoi Rektor UNP, Prof Yanuar Kiram selaku PA, dan Ali Zamar, selaku PPK juga Dekan Fakultas Teknik UNP ( kini menjabat PR II UNP- red), Alwen Bendri, Bendahara Proyeknya serta Rektor pengganti Prof. Ganefri, berpotensi dijerat UU No.31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, tandas sumber.

Pasalnya, juga berdasarkan pengamatan tim investigasi sumbar.auditpos.com terhadap hasil pembangunan fisik TK Scool dan SD UNP tersebut, diduga sarat KKN karena selain tidak sesuai dokumen kontrak, juga tidak mengacu Perpres No.54 Tahun 2010, tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah serta UU Jasa Konstruksi Tahun 2017.

Tuduhan “ Kokalingkong” pembangunan TK Scool dan SD di lakoni oleh petinggi UNP tersebut, wartawan yang telah berupaya konfirmasikan, baik Rektor, Ganefri, mantan Rektor, Yanuar Kiram, Pembantu Rektor ( PR II ), Ali Zamar, baik secara lansung maupun via ponsel, hingga berita ini belum berhasil dimintakan tanggapannya. Kondisi tersebut tiga petinggi UNP, terkesan menghindar. ( EB/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *