Menyigi Proyek Jalan Milik Dinas PU Provinsi Kepri Baru Siap Diaspal Beberapa Bulan Sudah Hancur

 

Ovumnews.com Karimun ,—Ironis, proyek pengaspalan yang baru beberapa bulan siap dilaksanakan, dalam masa pemeliharaan sudah banyak hancur dibeberapa titik. Hal tersebut terlihat pada pekerjaan pengaspalan jalan di ruas jalan menuju Parit Tegak, Desa Tanjung Berlian Barat, kecamatan Kundur Utara.

Berdasarkan pantauan Ovumnews.com- dilapangan, rusaknya dibeberapa titik pekerjaan pengaspalan tersebut diduga akibat dari buruknya mutu pekerjaan. Padahal, pihak perencana dan pemilik proyek tentu telah merencanakan dan mengkaji berapa lama umur jalan yang akan diaspal tersebut. Bahkan, pihak perencana tentunya juga mengkaji tingkat kepadatan base (dasar) jalan yang akan diaspal, mulai dari penggunaan material base hingga pelaksanaan pengaspalan.

Selain itu, komposisi campuran aspal yang akan digunakan juga harus mengacu kepada standarisasi kementerian PUPR baik untuk campuran Lapisan Penetrasi (Lapen), campuran AC- BC maupun campuran AC – WC. Begitu juga dengan tata pelaksanaan dilapangan juga harus mengacu kepada stadarisasi Kementerian PUPR. Nah, apakah pekerjaan jalan selebar 4 meter tersebut sudah mengacu kepada stadarisasi PU?

Menurut keterangan warga yang tinggal di sekitar lokasi pengaspalan jalan yang berhasil dikonfirmasi awak media menuturkan bahwa kontraktor yang mengerjakan pengaspalan jalan di kampungnya bernama Indra Tama. Proyek pengaspalan tersebut merupakan milik Dinas PU Provinsi Kepri yang di biayai APBD Provinsi Kepri Tahun 2017.

“Proyek ini sangat disayangkan lemahnya pengawasan dari instansi terkait, mutu dan kwalitas proyek yang di kerjakan oleh kontraktor diragukan, makanya proyek baru siap beberapa bulan di serah terimakan ini sudah hancur,” katanya.

Sementara itu, Kacabjari Tanjung Batu Aji Satrio SH, MH ketika dikonfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa proyek tersebut masih dalam perawatan, “Menurut hukum dan peraturan yang berlaku, pihak kejaksaan belum bisa menyelidiki kecurangan kontraktor yang mengerjakan pengaspalan tersebut dikarenakan amanat hukum dan peraturan,”ungkapnya.

Irwansyah Ketua LSM LIRAM Kepri menangapi masalah hancurnya proyek yang dikerjakan oleh kontraktor. Menurutnya, proyek hancur dalam masa pemeliharaan tahun 2017. Maka dari itu, LSM LIRAM minta kepada pihak penegak hukum untuk memeriksa proyek ini. “ Proyek yang dikerjakan hancur setelah serah terima, kita juga minta kepada penegak hukum untuk memeriksa kontraktor dan pemilik proyek,” tegasnya. (Hasmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *