Menyoal Proyek Peningkatan Jalan Nasional Simpang Jam-Batu Ampar Kontraktor Terkesan Mainkan Mutu dan Kualitas Saluran

 

Batam, OvumNews.Com–Paket Pekerjaan.Peningkatan Struktur Jalan Nasional Simpang Jam- Batu Ampar yang dilaksanakan oleh PT. Maju Bersama Jaya nampaknya menuai sorotan dari masyarakat pengguna jalan. Pasalnya, proyek dengan nomor kontrak HK.02.03/SP-HS/PJN-PPK2/2014 dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender ini kondisi lapangan sangat memiriskan. Hal tersebut terlihat pada pengaspalan jalan yang dilaksanakan tidak sama tebal. Fakta tersebut terlihat dari hasil core jalan yang baru dibuat oleh kontraktor dan pemilik proyek.
Disisi lain untuk pekerjaan pelengkap yakni saluran pembuangan air (drainase) yang dibuat juga terkesan asal jadi. Hebatnya, kontraktor melaksanakan pembuatan drainase masih menggunakan bangunan drainase yang lama, padahala kondisi drainase yang lama tersebut sudah tidak layak digunakan, namun kontraktor hanya mempoles pasangan lama tersebut tanpa melakukan pembongkaran dan membuat pasangan baru.
Parahnya, konsultan pengawas PT. Portal Engineering Perkasa yang dipercaya oleh pemilik proyek Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II SNVT Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Pulau Batam dan Pulau Galang Propinsi Kepri dengan PPK 02 Batam dalam pengawasannya terkesan merestui pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Maju Bersama Jaya.
Proyek yang menelan biaya APBN sebesar RP.23,229.746.000 ini dalam pekerjaan saluran juga terindikasi tidak menggunakan takaran adukan semen. Alhasil, ketahanan pasangan batu pada saluran drainase tersebut diragukan mutu dan kualitasnya. Padahal sudah sangat jelas spesi adukan yang akan dibuat berdasarkan kontrak kerja, namun kontraktor pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan terkesan mengabaikan campuran spesi yang sudah ditentukan.
Salah seorang pekerja yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, kita tidak membongkar pasangan saluran lama, namun saluran yang lama yang retak/pecah kita tambal pada bagian atasnya, lalu kita cor kembali, ujarnya seraya mengatakan waktu hujan kemaren banyak tanah bertumpuk disini karena lokasi rendah.
Tobing selaku masyarakat setempat mengatakan, kita melihat pasangan batu saluran lama yang rusak hanya di temple saja, tanpa melakukan pembongkaran dan pasangan baru.untuk itu, kita minta kepada pemilik proyek meninjau proyek tersebut. Jangan hanya percaya kepada konsultan dan kontraktor saja, karena berdasarkan pengamatan saya konsultan pengawas jarang berada di lokasi proyek untuk melakukan pengawasan.
“Berdasarkan pengalaman saya pada pekerjaan jalan waktu di Malaysia, konsultan pengawas selalu berada di lokasi proyek saat kontraktor melaksanan pekerjaan,”urainya.
Dikatakan, coba Bapak lihat proyek jalan yang berada di Tamiang Batuaji dari Sungai Harapan dalam 1 tahun sudah 4 kali ditambal sulam, dengan pemeliharaan rutin itu menghabiskan anggran saja,Saya lihat bukan pemeliharaan rutin yang dilakukan seharusnya bongkar dari dasar ketemu tanah keras baru dikerjakan kontruksinya. Kalau hal tersebut dilakukan tentunya pekerjaan bisa bertahan lama. kita juga maklum proyek pemerintah yang dikerjakan tidak mengutamakan mutu dan kualitas tapi hanya mementingkan keuntungan semata, sebutnya.
Arezon Andre SH ,selaku ketua LSM Ampera Indonesia mengatakan, kita sangat menyayangkan cara pengerjaan proyek tersebut, menurutnya walau bagaimanapun, pihak PT. Maju Bersama Jaya harus bertanggungjawab, kalau begitu bentuk pekerjaan pembuatan drainase artinya renovasi, tentu tidak akan bisa bertahan lama, ujarnya.
“Seharusnya pasangan drainase lama di bongkar dan dibuat pasangan baru, nah kita harus melihat perencanaannya dulu, kalau memang perencanaannya pasangan baru berarti pemilik proyek dan kosultan pengawas wajib menegur kontraktor, kalau perlu bobot pekerjaan pasangan untuk drainase itu tidak dibayarkan karena tidak sesuai dengan RAB. Hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *