Miliaran Rupiah Bantuan Sosial Dana Kemaslahatan Anak Nagari, MoU antara PT. Perkebunan Nusantara PTPN VI, Warga Gunung Malintang Menggugat

 

Limapuluh Kota,Ovumnews.com–Kendati rentang waktu empat belas tahun ( tahun 2000- red) terealisasinya MoU Bantuan Sosial dana Kemaslahatan antara PTPN VI dengan masarakat Nagari Gunung Malintang Kec. Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar, diwakili Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan Pemerintah Nagari setempat, kini dipimpin Badur Dt. Bandaro, bersama perusahaan perkebunan sawit itu agaknya bakal menuai gugatan kemana raibnya dana yang diperkirakan miliaran itu ?.
Pasalnya, berdasarkan rangkuman investigasi wartawan melalui beberapa sumber anak kemanakan nagari Gunung Malintang, setidaknya miliaran rupiah Bantuan Sosial dana Kemaslahatan anak nagari, pasca empat belas tahun (tahun 2000- red) disepakatinya MoU antara PT. Perkebunan Nusantara VI dengan KAN Gunung Malintang, yang diwakili oleh 13 Ninik Mamak setempat, tidak jelas juntrung pertanggung jawaban kepada 7 ribu jiwa anak kemanakan nagari Gunung Malintang itu.
Masih berdasarkan catatan wartawan yang dihimpun dilapangan, bahwa pada tahun 2000 telah terjadi Kesepakatan/ MoU antara anak kemanakan nagari Gunung Malintang, yang diwakili oleh 13 orang Ninik Mamak yang tergabung dalam KAN serta pemerintah Nagari setempat, bahwa seluas 1800 Ha tanah ulayat masyarakat yang diserahkan kepada PTPN VI yang mengelola perkebunan sawit, adanya Bantuan Sosial dana Kemaslahatan anak kemanakan nagari Gunung Malintang.
Dalam MoU antara PTPN VI dengan KAN setempat pada tahun 2000 itu, diantaranya tertuang kesepakatan dari 1800 Ha tanah ulayat mereka yang dikelola, pihak PTPN VI berkewjiban berikan dana kemaslahatan anak kemanakan nagari Gunung Malintang sebesar Rp.2500/ Ha/ Bln. Sementara, rentang waktu empat belas tahun disepakati MoU tersebut tahun 2000- 2015, jika dijumlahkan yakni, 1800 Ha x Rp.2500,- x 14 tahun (168 bulan), anak kemanakan nagari Gunung Malintang tidak pernah tau juntrung realisasinya, baik dari pihak PTPN VI, KAN atau Walinagarinya.
Dilain pihak, wartawan juga dapatkan bocoran dari manajemen PTPN VI di Gunung Malintang, sinyalemen pada tahun 2005 diduga telah terjadi persekongkolan jahat antara pihak manajemen PTPN VI, KAN setempat yakni, adanya kesepakatan perubahan izin HGU PTPN VI, yang diketahui masyarakat habis pada tahun 2025. Sedangkan menurut sebuah sumber Izin HGUnya menjadi molor hingga tahun 2035, serta Bantuan Sosial dana Kemaslahatan masyarakat menigkat menjadi Rp.5000/ Ha, setelah PTPN VI panen raya.
Sementara Ketua KAN Gunung Malintang, Badur Dt. Bandaro, dimintakan tanggapan via ponselnya, bantah adanya dugaan persekongkolan jahat pihaknya dengan PTPN VI, Namun pihaknya akui Bantuan Sosial dana Kemaslahatan anak kemanakan sesuai MoU pihaknya dengan PTPN VI, sejak tahun 2000 senilai Rp.2500/Ha x Rp.1800 Ha, ungkapnya Badur Dt. Bandaro.
Dikatakan Ketua KAN Gunung Malintang itu, dari realisasi MoU antara pihak KAN dengan PTPN VI, pihak telah serahkan 50 % kepada pemerintahan Nagari Gunung Malintang, demikian ungkapnya tanpa mau merinci 50% kegunaan yang diambil oleh KAN setempat.
Sedangkan baik, mantan Walinagari Gunung Malintang, Azirman Khatib, dan Pjs Walinagari, Zulkifli Lubis, kepada wartawan via ponselnya katakan, pihaknya hanya menerima 25% dari total Bantuan Sosial dana Kemaslahatan masyarakat dari PTPN VI, perantara KAN setempat.
Namun Ketua Bamus (Badan Musyawarah-red) Nagari Gunung Malintang, Ramdani, melalui Ponselnya 0813630369xx, ketika dimintakan tanggapan seputar adanya tuduhan dugaan persekongkolan jahat yang telah gunjingan masyarakat antara PTPN VI dengan KAN setempat, yang dikomandoi Badur Dt. Bandaro, pihaknya hanya bisa ucapkan terima kasih tatas adanya kepedulian pihak luar yang berkenan mengungkapkan tabir kelam yang dialami masyarakat pasca terealisasinya MoU tersebut, ujar Ketua Bamus tersebut.
Bertolak belakang, respon yang diterima wartawan ketika dimintakan konfirmasi adanya dugaan Kesepakatan jahat antara manajemen PTPN VI dengan KAN setempat, Ka Humasnya, Ridwan, melalui ponselnya 0812744906xx terkesan bertele- tele dan berusaha mengalihkan materi pertanyaan yang persoalkan darimana didapati nomor kontaknya.
Sementara, Manager PTPN VI, melalui Ka TU, Toyiman, wartawan yang telah berkali- kali berusaha menghubunginya, dan SMS keponselnya 0813661574xx meskipun dalam kondisi On, hingga berita ini bungkam seribu bahasa.
Menyikapi ihwal tabir kelam pasca lebih satu dekade realisasi MoU antara PTPN VI Afdelling Gunung Malintang dengan KAN (tahun 2000- 2014), yang dialami masyarakat setempat, ketika dimintakan tanggapan Koordinator LSM AMPERA Indonesia, E Hafri Bendang, katakan sembari pihaknya berusaha menggumpulkan data- data yang akurat, tentang adanya dugaan kongkalikong antara manajemen PTPN VI dengan KAN Gunung Malintang itu,” Jika hal tersebut benar adanya, kita mengecam keras kejadian itu”, tegasnya. Tk/eh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *