MUI Diminta Turun Tangan,Miras Illegal Marak Beredar Di Kepri

 

Puasa Di Ambang Pintu ,MUI Diminta Turun Tangan, Mr. K Asal Karimun diduga Pasok Miras diKepri,Aparat Penegak Hukum Tak Berdaya.

Kepri.Batam, Ovumnews.Com–.Pelabuhan tikus di Batam yang dinilai menjadi penyebab utama maraknya peredaran narkotika. Ditambah dengan kurangnya pengawasan aparat, aparat terkait .

Ada di Batam sendiri terdapat ratusan pelabuhan tikus. Keberadaan pelabuhan ini juga dinilai dapat mengancam keamanan Kepri. “Ada ratusan pelabuhan Selama ini pelabuhan tikus tersebut luput dari pengawasan, sehingga menjadi jalur utama peredaran narkotika hingga TKI illegal.

Seperti salah satu pelabuhan yang berda di Balerang Jembatan dua, aktivitas pembongkaran dan muat barang di pelabuhan tidak resmi di Barelang Batam Provinsi Kepulauan Riau sampai saat ini masih berjalan dengan leluasa.

Hal ini terjadi dikarenakan kurangnya pengawasan dari instansi terkait. Pelabuhan yang berada di jembatan 2 di Barelang diduga merupakan salah satu pelabuhan yang dijadikan oleh para mafia penyelundup, untuk membongkar barang-barang dari kapal kayu asal Karimun yang bermuatan miras, serta gula dan beras.

Terkait dengan usaha tersebut, dikomfirmasi kepada Along selaku kaki tangan Mr.K lewat pesan singkat untuk berapa kali dihubungi tidak pernah tidak ada jawaban denngan ho HP 08127091xxx

Hasil pemantauan Ovumnews.com-di lokasi kegiatan pembongkaran barang yang diduga illegal dilakukan 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Aktivitas bongkar barang-barang tersebut dilakukan di malam hari mulai pukul 19.00 sampai pukul 24.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghindari perhatian publik terhadap aktivitas tersebut.

Barang-barang yang dibongkar tersebut tidak memiliki dokumen kepabeanan. Barang yang dibongkar dari kapal juga tanpa ada pengawasan dari pihak terkait (Bea dan Cukai). Setelah dibongkar, kapal asal Karimun tersebut menuju Pelabuhan Jembatan 4 Barelang untuk melakukan aktivitas muat barang dari Batam dan dibawa ke Tanjung Balai Karimun, tanpa ada pengawasan dari pihak instansi terkait.

Kapasitas muatan kapal sekitar 150 sampai 180 ton. Informasi yang dihimpun Ovumnews.com Dilapangan bahwa barang-barang tersebut berasal dari Negara Malaysia dan Singapura yang pada awalnya dikirim ke Kabupaten Tanjung Balai Karimun juga masih termasuk Provinsi Kepulauan Riau, dan Kemudian Barang barang tersebut kemudian dipasarkan ke Kota Batam.

Mr. K asal Karimun disebut-sebut sebagai pemilik kapal juga barang, juga yang melakukan aktivitas bongkar di pelabuhan jembatan 2 Barelang Kota Batam.

Diketahui pelabuhan laut resmi yang memperoleh izin dari Kementerian Dinas Perhubungan serta kawasan pelabuhan yang digunakan sebagai tempat bongkar dan muat di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam adalah Pelabuhan Peti Kemas Batu Ampar, Pelabuhan Sarana Citranusa Kabil/PT. Semb Corp Logistics Citra Nusa, Pelabuhan Kawasan Industri Sewu/Beton Sekupang dan Pelabuhan Udara Hang Nadim, Pelabuhan Ferry Domestik Sekupang, Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur, Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Pelabuhan Ferry Internasional Nongsa Pura, Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Pelabuhan Ferry Teluk Senimba, Tanjung Uncang, dan Sagulung.

Seharusnya pembongkaran barang-barang yang dapat memberikan kontribusi untuk pajak daerah secara jelas terhadap setiap pembongkaran keluar masuk daerah Kota Batam.

Arezon Andre SH,Juga aktipis LSM AMPERA INDONESIA, menanggapi dengan tegas diminta kepada pihak penegak hukum, juga kepada terkait untuk menertibkan setiap pelabuhan tidak resmi yang digunakan untuk pembongkaran barang-barang yang berada di Kepri ini agar bisa di pungut pajak yang jelas untuk menambah pajak daerah.

Untuk Kota Batam ini banyak pelabuhan illegal yang digunakan untuk aktivitas tanpa pengawasan dari pihak Bea Cukai. Tidak diawasi pelabuhan tersebut tentu akan masuk barang-barang terlarang seperti miras dan narkoba yang akan merusak generasi anak bangsa. “Kita minta kepada pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat di pelabuhan yang tidak resmi tersebut,

Saat sekarang bulan puasa sudah diambang pintu,dengan adanya penertipkan segala yang akan membuat umat beribadah agar aman,Saatnya, penegak hukum bisa menertipkan usaha yang tidak ada untungnya untuk Negara,usaha tersebut Illegal,juga .usaha tersebut beroperasi di Pelabuhan bukan resmi

Dugaan saya tidak berdayanya penegak hukum diKepri diduga matahatinya tertutup karena bahwasanya minuman keras yang beredar di kepri ini tentu merusak anak-anak kita.Dengan akan masuknya bulan puasa ini pihak pemko Batam serta MUI Batam harus menertipkan yang merusak umat beribadah.

Nahkoda kapal kalau tidak melangkapi surat izin pelayaran dan sebagainya, dan ABK di kapal yang membawa barang ilegal bisa dijerat dengan pasal 285 UU RI Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran jo pasal 55 KUHP. karena diduga membawa barang impor ilegal.Hasmi/BIN 029

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *