Mutasi ,Samsat Kepri Tidak Dapat Mendeteksi Kendaraan Illegal Tak Terdaftar,Mobil Plat X Dan Z Tak Bisa Keluar Batam.

 

Batam.–Terhitung sejak awal Januari, hingga akhir Bulan Desember 2017, Kantor Samsat Kepri di Gedung Graha, Batam Centre, sudah memutasi sebanyak 1.064 unit, kendaraan beroda empat (mobil) dengan berbagai jenis dan ukuran keluar Batam, melalui pelabuhan Roro (ASDP), Telaga Punggur.
Namun, aksi oknum yang melakukan pengiriman mobil seken keluar Batam ini, sepertinya tidak dapat dideteksi oleh aparatur pemerintah terkait, lantaran tak dilaporkan dan terdaftar kepihak Samsat Kepri, dan pihak Bea dan Cukai (CB) Batam, yang sudah berlangsung lama.

Kasubdit Regiden, AKBP Joko Adi Nugroho Sik, melalui Pamin STNK Samsat Kepri, Ipda Armed Sumedi, mengatakan, pemutasian sejumlah kendaraan dari Batam tersebut, tentunya berdasarkan permintaan dari sang pemilik, maupun dari pihak pihak dealer yang sudah melakukan penjualan mobil seken (bekas) tersebut, untuk dibawa keluar Batam, ataupun ke Pulau Sumatera.

Contohnya, jika si pemilik mobil itu pindah ke luar Batam (Sumatera), tentulah asetnya itu akan dibawa sebagaimana hak dan kepemilikannya. Namun, yang bersangkutan ini harus memenuhi aturan, sebagaimana ketentuan kendaraan yang berada didalam wilayah Free Trade Zone (FTZ). Dan terhitung sejak awal 2017 hingga akhir, ada sekitar 1064 unit. Sedangkan pemutasian pada tahun 2016 lalu, ada sekitar 1.014 unit,” kata Ipda Armed Sumedi, Senin (8/1) siang, di Kantor Samsat Kepri, Batam Centre.

Ketika ditanya sudah berapa banyak mobil seken itu yang sudah diseludupkan keluar Batam sejak tahun 2016 hingga tahun 2017, pihak Samsat Kepri tidak bisa menjawabnya. Yang seharusnya, pihak samsat wajib mengetahui berapa jumlah mobil yang ada di Batam ini. Sehingga berapa mobil keluar dan berapa mobil yang masuk ke Batam, wajib terdaftar di Samsat Kepri ini dengan pasti.

Terkait aksi ilegal itu diluar ketentuan Samsat. Dan tentu ada oknum ataupun pihak lainnya yang ikut bermain. Dan sudah berapa jumlahnya, tidak bisa kami deteksi,” jawab Ipda Armed mengelak.

Diterangkan Ipda Armed, terkait pengiriman kendaraan mobil keluar Batam itu tentu tidak dapat sembarangan pula, sebab tak semua mobil yang bisa dibawa keluar keluar Batam.

Semua mobil seken (bekas) dari luar negeri dengan plat X atau Z, tidak dapat dibawa keluar Batam. Baik itu dari seken Singapura, dari Malaysia, dan seken dari Jepang. Jadi, mobil seken yang bisa dibawa keluar Batam itu merupakan mobil seken nasional,” terang Pamin STNK Samsat Kepri ini.

Untuk melakukan pengiriman mobil seken keluar Batam, berdasarkan syarat dan ketentuan berlaku, ucap Ipda Armed ini, diantaranya mobil tersebut atas keadaan tidak bermasalah, memiliki dokumen lengkap kepemilikan, dan telah membayar faktur pajak sebesar 10 persen ke pihak Bea dan Cukai, sebagai pemasukan kas negara.

Setiap kendaraan yang masuk wilayah Batam akan tertera faktur tertanggal TMT 1-4-2009 sampai dengan sekarang wajib melunasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang tertunda sebesar 10 persen,” kata Ipda Armed.

Apabila sudah dilunasi, ungkapnya, maka kendaraan dapat dibawa keluar dari Kota Batam. Berbeda dengan ranmor fasilitas Free Trade Zone (FTZ). Brand new asal luar negeri (Completely Build Up/CBU) dengan formulir SKPKB-01 (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor/TNKB huruf seri V) dan ranmor serta eks luar negeri form BB (TNKB huruf seri X sekarang huruf seri Z tidak bisa dibawa keluar Batam dan hanya berlaku di Kota Batam saja.

Untuk persyarakatan lanjutannya, imbuh Armed, untuk membawa ranmor keluar Kota Batam harus mengurus surat jalan di Polresta Barelang dan menunjukkan SIM, STNK, dan BPKB kendaraan yang akan dibawa tersebut.

Apabila ada persyaratan lengkap petugas akan mengecek kesesuaian antara dokumen dengan kendaraan yang akan dibawa, serta alamat domisili pemilik.jelasnya. Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *