Nasib MAN Lubuk Sikaping. Ada Pejabat Obok-obok Bupati ?

 

Lubuk Sikaping, Ovumnews.com- Setidaknya sejumlah 43 siswi dan 2 pembina Kelas Unggul Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Negeri 1 Lubuk Sikaping, sejak 1 April 2016 lalu, nasibnya sangatlah menyedihkan karena terpaksa pindah asrama serta beralihnya penanganan penyediaan dan pelaksanaan konsumsi, diduga akibat intervensi Kadis Pendidikan, obok- obok Bupati Kabupaten Pasaman itu.

Padahal, sebelumnya Madrasah Aliyah Negeri ( MAN) Lubuk Sikaping yang berlokasi di jantung ibu kota Pasaman, sebelumnya berupaya terus menebarkan pesonanya, dan para siswa telah torehkan berbagai prestasi membanggakan, kini tergoncang pasca beralihnya kepemimpinan dari Bupati Benny Utama ke pasangan H. Yusuf Lubis dan Atos Pratama.

Berdasarkan pemandangan wartawan, nasib yang memprihatinkan 43 siswi kelas Unggul MAN Negeri 1 Lubuk Sikaping itu, diduga akibat adanya intervensi penguasa baru di Kabupaten Pasaman itu, kini harus pindah asrama di sebuah Ruko dan bersempit-sempit serta pindah tangannya rekanan penyedia makanan, secara semena- mena akibat intervensi Kadis Pendidikan Kab. Pasaman, Drs. Khairil Anwar, hanya berdasarkan secarik surat No.800/440/ Disdik-2016, tanggal 30 Maret 2016, kepada Rekanan Penyedia Makanan Kelas Bersama.

Padahal, berdasarkan catatan wartawan, bahwa Keputusan Ketua Komite MAN Lubuk Sikaping, Nomor. 001/KS/MAN LBS/2016, tanggal 8 Januari 2016 dan oleh, H. Jusman, Menetapkan serta Memutuskan Penyediaan Konsumsi bagi Siswa/ Pembina Kelas Unggul MAN Lubuk Sikaping Tahun Anggaran 2016, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016 s.d tanggal 31 Desember 2016 sesuai dengan kalender konsumsi kelas unggul kepada Erwan.

Sementara, menurut Erwan, berdasarkan SK Ketua Komite MAN Lubuk Sikaping yang ditetapkan penyedia konsumsi bagi 43 siswi/ 2 pembina kelas unggul MAN tersebut, juga dipercayakan menyediakan asramanya, rentang waktu berjalan sesuai kontrak pada dictum ketiga yang mempunyai tugas, menalangan terlebih dulu biaya yang ditimbulkan selama tiga bulan kedepan, mengingat DPA makan/ minum siswa/Pembina kelas unggul belum dicairkan.

Juga telah melaksanakan penyediaan konsumsi dengan sebaik-baiknya sesuai dengan spesifikasi dan peraturan yang ditetapkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Terus, telah melaksanakan konsumsi tepat waktu serta menjaga kebersihan dan higenis makanan. Tak terkecuali mengawasi proses dan penyediaan makanan mulai dari bahan mentah, memasak sampai menyajikan, papar Erwan.

Dilanjutkan Erwan, pihaknya yang telah melaksanakan tugasnya sesuai SK Komite MAN Lubuk Sikaping tersebut, secara sepihak katanya berdasarkan rapat Komite dan Wakil Kepala Sekolah MAN Lubuk Sikaping, Kamis, 17 Maret 2016 yang membacakan Surat Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pasaman, Drs. Khairil Anwar, bahwa Keputusan Ketua Komite MAN Lubuk Sikaping, Nomor. 001/KS/MAN LBS/2016, tanggal 8 Januari 2016 dan oleh, H. Jusman, Menetapkan serta Memutuskan Penyediaan Konsumsi bagi Siswa/ Pembina Kelas Unggul MAN Lubuk Sikaping Tahun Anggaran 2016, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016 s.d tanggal 31 Desember 2016 sesuai dengan kalender konsumsi kelas unggul, dibatalkan dan dialihkan ke Ade Suryadi, ( wartawan Pos Metro- red), juga disebut-sebut tim pemenang Wakil Bupati Pasaman terpilih, Atos Pratama, ujarnya.

Menyikapi kondisi 43 siswi Unggul MAN Lubuk Sikaping, kader ulama/ mubaligh sangatlah memprihatinkan itu, kini ditempatkan disebuah bangunan Ruko yang tidak memenuhi standar asrama. Berdasarkan pengamatan wartawan hanya sebagian siswi yang tidur dikamar. Sementara sebagian lagi tidur diluar ruangan.

Lebih tragisnya, para siswi local unggul MAN yang diharapkan sebagai kader ulama/mubalighah Kabupaten Pasaman itu, ternyata nasibnya harus mandi ke sungai, meskipun sungai tersebut banyak dimanfaatkan warga setempat sebagai tempat buang hajat, Dai Majelis Tabliqh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, khusus Kabupaten Pasaman, Ust. Afsal Edhy Nasution, mengutuk keras oknum-oknum yang telah telantarkan 43 siswi, kader ulama/ mubaligh dari MAN Lubuk Sikaping ini, demikian kutuknya.

Secara tegas dikatakan Ust. Afsal Edhy Nasution, diumpamakan bila hari ini seorang Bupati/ Wabup meninggal, Insyah Allah dalam hitungan hari 100 orang dapat menggantikan jabatannya. Namun bila hari ini seorang ulama meninggal, 10 tahun belum tentu ada penggantinya, tegas Ustadz tersebut. Ternyata, kader-kader ulama/ mubaligh yang dipersiapkan tersebut, hari ini ditelantar, ada apa di balik kebijakan pemerintah ini?, tantangnya.

Dilain pihak, ovumnews.com, yang telah berupaya ada apa dibalik kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Drs. Khairil Anwar, pemutusan sepihak Keputusan Ketua Komite MAN Lubuk Sikaping, Nomor. 001/KS/MAN LBS/2016, tanggal 8 Januari 2016 dan oleh, H. Jusman, Menetapkan serta Memutuskan Penyediaan Konsumsi bagi Siswa/ Pembina Kelas Unggul MAN Lubuk Sikaping Tahun Anggaran 2016, terhitung mulai tanggal 1 Januari 2016 s.d tanggal 31 Desember 2016 sesuai dengan kalender konsumsi kelas unggul, dibatalkan dan dialihkan ke Ade Suryadi, ( wartawan Pos Metro- red), juga disebut-sebut tim pemenang Wakil Bupati Pasaman terpilih, Atos Pratama, terlihat kasak- kusuk, dan berusaha lemparkan tanggung jawab dengan katakan, “ Hal ini dilakukan karena perintah Wabup, ujarnya.

Dilain pihak, Bupati Kab. Pasaman, H. Yusuf Lubis, ketika berhasil ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 6 April lalu, terlihat kaget serta terkejut sembari katakan akan panggil Kadis Pendidikan Pasaman. “ Terima kasih ya. Hal ini akan saya penggil Kadis Pendidikannya, demikian ucap Yusuf Lubis. (Mesta/Edu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *