Nasib Proyek Halte Milik Pemko Batam TA 2014 Hancur Dalam Masa Pemeliharaan

 

Batam Ovumnews.Com—Sungguh Memiriskan Saat ini banyak oknum dipemerintahan bermain mata dengan berapa pengusaha jasa kontruksi untuk berkolaborasi menyikat habis uang Negara tampa mengiraukan kualitas serta mutu proyek yang dikerjakan oleh pelaksanaan terutama proyek ini sendiri ,diduga mendapat dukungan secara lansung atau tidak lansung dari petinggi-petinggi didinas yang jadi kuasa Penguna Angaran Proyek Negara.
Kini di Batam Pelaksanaan pekerjaan pisik pembangunan milik pemerintah Batam patut dipertanyakan ,yang telah dimuat di Ovumnews.com pertama proyek Lapangan Bola Nongsa tidak siap dikerjakan proyek tersebut proyek tahun tunggal yang dikerjakan PT.Surya Indah Gemilang pelaksana Di blecklis dua Proyek SDN 008 Sai Beduk Tanjung Piayu 3 kali disupkan gaji pekerja tidak dibayar proyek terancam roboh tidak siap 100% yang dikerjakan oleh PT Mira Tanjung Pinang.sekarang proyek milik Dishub Batam yang hancur dalam masa pemeliharaan proyek tersebut tahun 2014 .
Mengerogoti pelaku pemain proyek dengan mengunakan berbagai modus operandi.buktinya berapa proyek pemerintah Kota Batam dengan Pekerjaan pelaksanaan pembangunan Halte diberapa titik diruas jalan raya Kota Batam diduga tidak sesuai spek.
Buktinya dua bulan siap dikerjakan oleh pelaksana, proyek yang diangarkan Negara dengan nilai ratusan juta terbuang sia-sia halte diberapa titik sudah hancur.Pasalnya saat Ovumnes.com melakukan investigasi dilapangan 27/03/15 terlihat halte sepanjang jalan Batuaji tepatnya di depan Komplek Villa Mukakuning dan disimpang Bescem diTiban Kampung, Kontruksi lantai atas halte hancur dan turun akibat timbunan serta coran asal jadi tidak sesuai Spesifikasi.
Setiap tangga pinggiran dinding coran terlihat retak-retak, juga di depan baskem lantai tergelupas karena hujan panas diduga kurang material semen untuk proyek tersebut . juga ditiban kampung tempat parkir kendaraan tidak dicor seperti yang lainya diduga telah mengurangi volume.
Again selaku masyarakat 27/03 mengatakan kepada Ovumnews.com , mereka sangat kecewa degan hasil proyek pembangunan Halte baru dibangun sudah hancur ,kita sebagai masyarakat hanya dapat melihat ,serta menerima keadaan pekerjaan yang katanya telah selesai sesuai dengan umurnya baru akan hancur sekarang kita lihat bentuknya sudah hancur.
Seorang pemasang rambu-rambu tidak mau disebutkan namanya ,mengatakan Halte tersebut dibangun dana tidak mencukupi itu namanya Halte untuk tempat pemberhentian saja
Dikomfirmasikan kepada Bambang Sucipto selaku PPTK Dishub terkait dengan proyek Halte hancur 13/04 mengatakan proyek tersebut adalah proyek PL dengan nilai PR 10.juta+_ untuk satu Halte.karena anggaran kurang. Dalam waktu dua minggu ini kita segera panggil kontraktornya untuk memperbaiki proyek tersebut proyek dalam masa pemeliharaan pelaksan selama enam bulan,dananya masih ada sama kita 5% dari nilai proyek ..
Arezon Adre SH, selaku LSM AMPERA INDONESIA menangapi 14/04 jelas Halte yang dibangun dipingir jalan raya tersebut dipertanyakan setiap penguna jalan yang melihat halte tersebut,pasti bertanya baru siap dikerjakan sudah hancur kontruksinya.
Proyek ini terlaksana dibangun oleh pemerintah dari uang dibayar dengan pembayaran pajak kalau begini bentuk proyek belum dinikmati masyarakat sudah hancur tentu pihak dengan berita terbit dimedia pihak hukum sudah bisa menyelusuri terkait dengan proyek-proyek yang bermasala diduga mengarah ke korupsi Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *