Nasib Proyek Perumahan Kamempera Ala Otorita Batam DiKelurahan Sei Pelungut Kavling Kamboja Ujung Sagulung Batam Tidak Disentuh Hukum

 

Batam Ovumnews.com—Tak dapat dipungkiri bahwasanya beberapa proyek yang tidak siap diduga secara adminstrasi dilaporkan kepada bendahara Negara.(KPKN) selesai 100 persen,sehingga berita acara pembayaran ,ditenggarai direkayasa alias seakan-akan selesai 100 persen secara fisik dilapangan

Pada hal,Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera),mengalokasikan dana milyaran untuk untuk pembangunan rumah sangat sederhana untuk warga kurang mampu yang belum memiliki rumah. Namun, yang terealisasi hanya puluhan petak saja itupun asal jadi di enam blok. di kavling Bukit Kamboja Ujung Sagulung, Kota Batam Kepulauan Riau (Kepri).
Pembangunan rumah sederhana untuk warga berpenghasilan rendah diduga dinilai membebani warga. Serta diduga perencanaan dari awal tidak matang proyek tahun 2007 tersebut . Rumah Contoh Otorita Batam ini juga disebut Rumah Sederhana Sehat (RSS) atau Rumah Sangat Sederhana Sehat (RSSS).sampai saat sekarang penuh tanda tanya keberadaanya serta hujatan dari masyarakat agar jelas titik terangnya .

Akibat Bangunan tersebut tidak siap semua,pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaan bangunan perumahan tersebut saat sekarang terbengkalai .Setiap Masyarakat lewat kelokasi tersebut serta developer mempertanyakan keberadaan pisik bangunan yang tidak siap dan lahan, serta kondisi perumahan yang terbengkalai saat sekarang tetap dipertanyakan .

Otorita Batam telah melokasikan lahan yang sangat luas untuk lokasi bangunan tersebut lahan saat sekarang dilapangan dipenuhi rumput seta bangunan yang terbengkalai porakporanda dilokasi.

Invormasi yang dirangkup Ovumnews.com dilapangan, dulunya sebelum rumah tersebut dibangun masyarakat yang ingin mengambil rumah tersebut uang muka RP300.000.tapi apa yang terjadi rumah tersebut tidak disiapkan hanya berapa petak saja.

Pisik dari proyek perumahan tersebut saat sekarang sangat memiriskan .rumah tidak siap dikerjan,pondasi yang tinggal begitu saja tampa dilanjutkan pembangunan,rumah yang telah siap hancur berantakan,sebagian lokasi tanah yang penuh ditumbuhi rumput tidak terurus,serta jeritan bagi penguhi rumah sebagian semenjak rumah tersebut diambil.

Anggin segar bagi masyarakat penghuni baru bulan Agus kemaren dimasukan air,serta PLN yang sangat memiriskan kondisi bangunan dilapangn yang dapat dirangkup dari masyarakat sekitar dari 400 rumah yang akan dibangun pada tahun 2007 kemaren.tidak terlaksana sepenuhnya

Informasi dilapangan dulunya sebelum rumah tersebut dibangun ,masyarakat yang ingin mengambil rumah tersebut sebagai uang muka /DP RP300.000.tapi apa yang terjadi rumah tersebut tidak disiap semua

Masyarakat yang tinggal menempati proyek kamempera rumah Otorita Batam sangat sengsara sebab bangunan yang dibangun pada awal tahun 2007 itu sungguh tidak layak. Pada awalnya Kapling Siap Huni itu dikabarkan disubsidi oleh pemerintah.

Sementara harga pada awal dibangun Rp 33,5 juta per unit tetapi harga sekarang naik menjadi Rp 48 juta. “Harga baru DP Rp 3,5 juta ditambah Rp 500 ribu biaya balik nama,
Masyarakat juga menambahkan Badan Pengusahaan Batam, kan minta sejumlah uang kepada warga yang sudah menempati rumah tersebut. Uang itu diklaim sebagai uang pengajuan KPR ke bank.

Warga dibebani DP Rp 3 juta, booking fee Rp 300 ribu, dan pelunasan KPR rumah hingga Rp 48 juta yang akan diangsur selama sepuluh tahun. Warga jadi bingung. Sebab, mereka hanya tahu bahwa rumah itu program perumahan murah dari Kemenpera.

Program Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) pada dasarnya untuk memperjuangkan dan mensejahterakan masyarakat yang belum memiliki rumah, sudah terlealisasi di beberapa daerah dan kota di seluruh Indonesia.

Namun sangat disanyangkan, progaram Menpera tersebut dikotori oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. berlokasi di Kelurahan Sungai Pelungut Kecamatan sagulung kota Batam Kavling Siap Bangun (KSB) diduga dijadikan untuk memperkaya oknum pejabat dengan memperkaya diri sendiri.

Arezon Andre SH,selaku Aktipis LSM Apera Indonesia ,menangapi persoalan ini diduga telah terjadi akibat perencanaan dari awal tidak matang,dariawal pihak pelaksana perumahan tersebut membangun rumah tersebut sesuai dengan perencanaan pelaksanaan proyek perumahan tentu ada lelang serta tender dalam pelaksanaanya.

Pelaksanaan peroyek tersebut tentu ada PA .PPK Serta PPTK proyek serta pengawasan,serta Konsultanya perencanaan matang dari awal.melihat dari hasil perumahan sekarang sangat memperhatian adanya pondasi yang tidak siap dibangun serta bangunan terbengkalai bagian penghuni rumah tersebut menjerit dengan perasaan kena tipu.

Dengan pemerintah baru sekarang dan penegak hukum sudah saatnya untuk mengusut keberadaan proyek tersebut dan jumlah milyaran tidak jelas titik terangnya.Ovn 03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *