Panglong Pengolahan Kayu Ilegal Loging di Toapaya Selatan Bintan Diduga Tidak Memiliki Izin

 

Kepri Bintan.Ovumnews.com–Dinas Kehutanan Kab Bintan terkesan diduga tutup mata. Tak diketahui secara jelas mengapa pihak Dinas Kehutanan membiarkan panglong pengolahan kayu Illegal tersebut berani beroperasi meski sama sekali tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah.
Pantauan di lapangan, beberapa kayu hasil pembalakan liar di lokasi tersebut sudah terlihat habis dipotong. Selain itu juga serabut dari hasil gergaji kayu menutupi areal pemotongan dengan ketinggian hampir setengah meter. Beberapa kayu semperan bekas pemotongan juga terlihat menumpuk di sekitar lokasi pemotongan kayu itu.
Aktifitas pembalakan liar peng di kawasu illegal yang berada belakang Hotel Miami, Kampung Mantrus Km 18, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan sangat meresahkan.
Kegiatan yang diketahui sudah berjalan selama dua bulan itu, diduga tidak memilikin izin resmi alias ilegal. Anehnya lagi, tiga pekerja pemotong kayu di areal tersebut mengaku tidak mengetahui siapa pemilik usaha itu.

Kami hanya pekerja sistem borongan saja di sini mas,” ujar salah seorang pemotong kayu gelondongan di lokasi tersebut yang tidak mau disebutkan.

Kayu dalam bentuk gelondongan itu berasal dari kawasan tempat mereka melakukan aktifitas yakni di Kampung Mantrus Km 18, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya.

Kayu –kayu yang dipotong dari berbagai jenis, seperti kayu akasia, nangka dan alba. Untuk kayu yang kita jadikan pamplet di sini yakni, kayu-kayu biasa, seperti akasia gitu lah,” sambungnya lagi.

Pekerja yang diketahui berjumlah tiga orang tersebut mengaku tidak mengetahui siapa cukong dibalik usaha ilegal itu. Mereka hanya menyebutkan cukong di balik aktifitas terlatrang tersebut diduga dari salah seorang oknum aparat yang berdinas di Kota Tanjungpinang.

Kami kerja dengan dia sistem borong per ton. Dia (Linggih) datang ke sini kalau pas kayu yang sudah dipotong dan siap diangkut,” aku salah seorang pekerja.Sementara itu, kayu hasil pemotongan di lokasi tersebut dalam seminggu dapat menghasilkan dua hingga tiga ton.

Biasanya dua hari itu bisa kami hasilkan palet hingga satu ton lah. Kami terima gaji sistem borong saja,ungkapnya.Diduga aktifitas yang sudah berjalan selama dua bulan belakangan itu tidak memiliki izin.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP M Sibarani saat dikonfirmasi terkait adanya pembalakan hutan di wilayah KM 18 Bintan mengaku belum mengetahuinya. Kami belum tahu, kami akan cek ke lapangan dulu untuk memastikannya,” kata Sibarani.Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *