Papua Barat Kaya dengan Fauna.

 

Jakarta Ovumnews.Com–– Wilayah Papua Barat dipengaruhi oleh keunikan fauna aktivitas geologis yang terjadi 10 juta tahun silam. Pergerakan lempeng benua menyebabkan munculnya wilayah daratan baru dari dasar laut di sekitar pulau yang menyerupai burung itu.

Salah satu daratan yang muncul akibat aktivitas geologis purba itu adalah bagian “leher” yang menghubungkan “kepala” dan “tubuh” pulau Papua. Lapisan baru yang terangkat itu menjadi jembatan dan rumah baru spesies daratan Papua.

Peneliti dari Institute of Research for Development (IRD), Prancis, mengatakan bagian “leher burung” pulau Papua itu adalah daratan yang naik dari dasar laut akibat aktivitas geologis. “Wilayah itu adalah sedimen yang terbentuk karena tabrakan antara lempeng Australia dan Pasifik,” kata Pouyaud seusai pemaparan hasil ekspedisi Lengguru di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jumat, 28 November 2014.

Tim ekspedisi Lengguru beranggotakan lebih dari 50 peneliti gabungan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Institute of Research for Development (IRD) Prancis, Akademi Perikanan Sorong, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kaimana, Universitas Negeri Papua, Universitas Cendrawasih, dan Universitas Musamus. Mereka menjelajah wilayah Pegunungan Lengguru dan perairan Kaimana untuk membuat data biodiversitas. Hingga saat ini belum ada data zoologi dan botani di wilayah tersebut. (

Pergerakan dan tumbukan lempeng Australia dan Pasifik membuat lapisan batuan di dalam laut Papua naik dan menjadi daratan baru. Lapisan baru itu bergerak sejauh 5-10 sentimeter per tahun. “Keliatannya sedikit ya, tapi bayangkan itu terjadi selama jutaan tahun dan akhirnya membentuk jembatan yang menghubungkan wilayah kepala dan tubuh Pulau Papua,” kata dia.

Selain bergerak naik akibat pergeseran lempeng benua, lapisan itu juga dikikis dan dibentuk oleh cuaca, air, dan temperatur. “Saat ini lapisan karst itu ada hingga kedalaman lebih dari 2.000 meter,” kata dia. Pouyaud mengatakan banyak spesies yang awalnya menghuni lapisan karst di bawah laut akhirnya beradaptasi ketika tempat tinggal mereka menjadi daratan. “Banyak juga spesies yang diduga menyeberang dari bagian kepala ke tubuh Pulau Papua atau sebaliknya,” katanya N09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *