Pasca Mutasi Pemerintahan Pasaman, Berujung Kematian

 

Ovumnews.Com .Pasaman–Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih, semuanya Allah yang menentukan. Dan begitu juga kematian, hanya Allah yang tahu segalanya.

Begitu yang disampaikan Feri, wartawan Zaman bersama Surya Darma, wartawan Media News Indonesia, diawal pertemuannya dengan Zainab Nasuition, yang baru kehilangan suaminya Endri Janson, dua hari setelah di non jobkan dari jabatannya sebagai Irban di Inspektorat Pasaman, oleh pemerintahan Yusuf Lubis.

Masih terlihat gurat wajah sedih bercampur kecewa, ketika ditemui di ruang kerjanya kantor Capil ( Catatan sipil ) Pasaman. Lalu ia menuturkan, bahwa ketika Bupati Yusuf Lubis melakukan mutasi pejabat eselon III dan IV di jajarn Pemkab pasaman, pada kamis 1 September, Almarhum suaminya Endri Yanson, masih dirawat di RSUD Lubuk Sikaping. Kemudian, pada hari sabtunya keluar dari rumah sakit, karena sudah mendingan sembuh.

Karena tidak mendapat pemberitahuan tentang mutasi, hari senennya almarhum langsung masuk kantor. Namun, ia tersentak kaget, ketika mengetahui ruangannya sudah ada pejabat baru yang menempati kursinya, ujar Zainab menceritakan lagi yang pernah dituturkan almarhum suaminya tersebut.

Dan saat itulah ia baru tahu, bahwa dirinya di non jobkan. Terus, karena shock mengetahui dirinya di non jobkan, almarhum langsung pulang ke rumah dan menelepon menanyakan keberadaan STNK mobil dinas yang biasa dipakainya. Sebab, mobil mau diserahkan pada pejabat yang baru, ujar almarhum waktu itu.

Mendengar ucapan suaminya itu, Zainab langsung pulang ke rumahnya. Dan menanyakan, “ Papa pindahnya kemana ?” lalu dijawab almarhum,”SK penempatan belum ada”. Biasanya, kalau mutasi, yang diganti sudah mendapat SK jabatan yang baru, kok papa Nggak.

Jadi, kalau papa ke kantor, mau kerja apa nggak jelas bidang dan pekerjaan, kata almarhum suaminya ketika itu. “ Saya tahu dari tuturan kekecewaan suaminya waktu itu, dan saya sangat kuatir melihat kondisinya, apalagi dianya baru saja sembuh,” ungkap Zainab dengan bercucuran air mata mengenang kondisi almarhum suaminya waktu itu.

Sedangkan, sebagai istri, Zainab tetap memberi semangat, karena takut suaminya yang baru sembuh, takut kambuh lagi. Namun, sejak itu, kondisi suaminya kembali menurun, dan beberapa hari kemudian, Allah berkehendak lain, suami tercintanya pergi untuk selama lamanya, ungkap Zainab yang tak mampu menahan kucuran air matanya. Yang menyedihkan, lanjut Zainab, Bupati Yusuf Lubis tak datang menjenguk ketika suaminya tersebut meninggal.

Tragisnya, ketika Bupati Yusuf Lubis melakukan sidak ke kantor Capil, dan sempat bertatap muka, tak ada sepatah katapun bertanya pada saya. Padahal, saya masih ada hubungan famili dengan bupati Yusuf Lubis. Paling tidak, sebagai seorang muslim, karena saya baru ditinggal suami, harusnya pimpinan memberi support kepada saya, tutur Zainab dengan nada kecewa. ( Feri-Ei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *