Pejabat Propinsi Jika Ada Korupsi Bisa di Seret Masuk Buih

 

Bengkulu Ovumnews.Com–Dugaan korupsi pembangunan Ruang Kelas Baru SMKN Air Napal dan Giri Mulya, Bengkulu Utara (BU) membuat posisi oknum pejabat di Provinsi Bengkulu di ujung tanduk. Pasalnya, bila jaksa berhasil menemukan bukti-bukti adanya gratifikasi atau suap dalam memenangkan tender proyek itu, dipastikan ada pejabat atau mantan pejabat Dispendik Provinsi diseret sebagai tersangka.
Penyidik Kejari Arga Makmur terus mendalami dugaan suap yang dilakukan oleh kontraktor ke beberapa pihak yang terkait dalam proyek tersebut. Praktisi Hukum yang juga aktivis KBHA Bengkulu Utara, Eka Septo Amran, SH mengatakan, kekurangan volume pengerjaan yang ditemukan jaksa sangat erat kaitannya dengan suap. Bahkan, berkaca dari modus yang dilakukan suap bisa saja mengalir ke pejabat tinggi di Dispendik Provinsi sebagai pemilik proyek.
Mulai dari lelang sudah ada indikasi suap, lalu masuk ke fase berikutnya dalam pembangunan. Saya yakin jika penyidik jeli dalam melihat kasus ini bisa menyeret pejabat tinggi di Dispendik itu,” tegas Eka.
Bahkan ia yakin praktik suap terjadi di dua fase pelaksanaan, pertama saat lelang dan kedua saat proyek dikerjakan. Hal ini terlihat dimana proyek berjalan mulus hingga diterima Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan dinyatakan sudah sesuai standar. Sedangkan belakangan jaksa menemukan indikasi kekurangan volume dalam dua proyek tersebut.
Dalam pelaksanaan bukan hanya PPTK, tapi ada pengawas dan konsultan. Dimana peran mereka sehingga bangunan yang tidak sesuai spesifikasi bisa lolos dan diterima pekerjaannya,” tandas Eka.
Ia yakin jika jaksa serius, bisa mengungkap banyak tersangka dalam kasus ini, bukan hanya soal kekurangan volume tetapi juga aliran dana “haram” ke panitia proyek dan pejabat Dispendik.
Sekarang tinggal kejelian penyidik, jika penyidik serius kasus dugaan korupsi berjemaah ini akan terungkap, hingga mungkin ke pejabat tinggi di SKPD terkait,” ujar Eka.
Kajari Arga Makmur Said Muhammad, SH, MH melalui Kasi Pidsus Eliarmi, SH menuturkan dirinya tetap akan berpatokan dengan petunjuk dalam penyidikan. Pihaknya akan memeriksa siapapun termasuk kembali memeriksa Kepala Dispendik Provinsi Tahun 2012 lalu Dr. Syafrudin AB, SE, M.Si untuk dimintai keterangan.
Masih kita terus melakukan pemeriksaan. Siapa saja yang terlibat nanti akan kita panggil dan periksa. Meskipun sudah pernah diperiksa akan kita periksa kembali kalau memang dibutuhkan untuk kepentingan penyelidikan maupun penyidikan nantinta,” terang Eli berusaha meyakinkan kalau Kejari Arga Makmur sangat serius mengusut kasus ini dan tak padang bulu, (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *