Pekerjaan Irigasi Rantau Panjang Mulai Hancur, Diduga Material dan Pelaksanaan Tak Sesuai Spesifikasi Teknis.

 

Pasaman.Ovumnews.com– Tiada pekerjaan proyek tanpa masalah di Dinas PU Kabupaten Pasamana Barat, terjadi tiap tahunnya. Meski, sudah banyak proyek yang berujung keranah hukum, namun tak membuat petinggi Dinas PU maupun kontraktor yang mengerjakan proyek disana jera, malah makin nekat.
Didunga pengurangan volume, main fee proyek dan pekerjaan melabrak bestek, sudah menjadi tradisi di dinas tersebut. Wajar saja, banyak pekerjaan yang bermasalah dan hancur, meski baru beberapa bulan selesai dikerjakan.
Kali ini, proyek yang bermasalah di Dinas PU Kabupaten Pasbar itu, yakni pekerjaan Irigasi Rantau Panjang, Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Pasalnya, proyek yang dikerjakan CV. Syahud masih hitungan bulan sudah hancur.
Diperkirakan banyak permasalahan yang menyebabkan hancurnya proyek yang dikerjakan perusahaan nakal itu. Baik, saat lelang perusahaan itu, terjun payung. Terbukti, tawaran CV. Syaud terjun payung 23% atau Rp.875 juta dari pagudana Rp1,1 miliyar. “Ya, wajar saja dengan turun payungnya penawaran, berakibat buruk terhadap mutu dan kualitas proyek, sebab kontraktor juga mencari keuntungan besar dengan cara pengurangan volume pekerjaan,” kata Ujang masyarakat setempat.
Ujang tokoh masyarakat Kinali juga mengatakan, permainan proyek CV. Syahud dengan Direktur Enny Fahri dan Kabid Pengairan Riski, sudah bermasalah dari awal pekerjaan. Pasalnya, disamping pengawas tak pernah turun kelapangan, perkejaan pun asal asalan.
Pengawas Dinas PU tidak pernah meninjau pekerjaan proyek CV. Syahud, sejak awal proyek irigasi ini dikerjakan. Kalaupun ada kelokasi, itu bukan meninjau pekerjaan, tapi duduk diwarung di bawa oleh Direktur CV. Syaud untuk makan dan minum. Ya, mereka tidak pernah sampai ke lokasi proyek,” katanya.
Permainan juga terlihat, kata Ujang pasir yang digunakan untuk mengerjakan proyek ini, pasir dilokasi pekerjaan proyek yang bercampur tanah. Padahal, dalam speck pasir untuk pekerjaan proyek tersebut, harus didatangkan dari luar.
Begitu juga untuk pekerjaan koporan, diragukan kedalamannya. Terbukti, saat terjadi pengikisan air, pasangan batu terlihat tergantung dan bagian bawahnya terlihat kosong. Begitu juga adukan semen untuk pekerjaan proyek tersebut tak sesuai dengan takaran.
”Saya melihat sendiri adukan semen untuk pekerjaan proyek tersebut satu banding empat, bahkan sampai satu banding lima, Wajar saja baru lima belas hari proyek ini dialiri air sudah jebol,” katanya.
Dengan geram Ujang juga mengatakan, melihat ambruknya pasangan batu tersebut, ia memperkirakan pada titik lain tak berapa lama lagi juga akan ambruk, sebab pasangan batu tersebut sudah banyak yang retak dan merengkah. Bahkan, sudah terlihat pasangan batu tersebut patah struktur, sehingga diperkirakan tak akan bertahan lama.
terlihat pada pekerjaan lama yang tidak dibongkar, tapi hanya dilakukan plasteran. Inipun diperkirakan tak akan bertahan lama. Intinya, pekerjaan proyek tak akan memberikan manfaat kepada masyarakat, sebab baru saja dialiri air, sudah ada yang jebol,” ulasnya.
Tak pelak, pekerjaan proyek dibawah tanggungjawab Riski, Kabid Irigasi (sekarang Sekretaris PU merangkap Ketua ULP) dengan pengawas H. Arman yang melabrak bestek itu, menuai hujatan dari berbagai kalangan, baik LSM maupun anggota dewan setempat.
Ketua LSM Ruswan Dedison Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT-IB) dengan lantang mengatakan, pekerjaan proyek ini, kuat dugaan korupsinya, sebab pengurangan vilume pekerjaan sangat kentara sekali.” Kita akan laporkan temuan pekerjaan proyek yang bermasalah ini ke Kejaksaan Negeri Pasaman.” Dan, kita minta Kejari turun kelapangan mengusut tuntas proyek ini,” katanya.
Sastra Lubis Wakil Ketua Komisi III DPRD. Ia berjanji akan memanggil Dinas PU dan meminta pertanggungjawaban terhadap pekerjaan proyek yang bernasalah ini.” Dalam waktu dekat kita akan panggil Kadis PU untuk minta pertanggungjawaban terhadap ambruknya proyek ini,” katanya. BIN AMS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *