Pekerjaan Jalan Pintu Padang Botung Busuk Pasaman Resahkan Masyarakat

 

Surya Darma Koordinator (GNPK ) Gerakan Nasional Pemberantas Korupsi Pasaman melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Pasaman

Pasaman.ovumnews.com–Proses pekerjaan peningkatan jalan pintu Padang – botung busuk yang dilaksanakan PT. Rajawali Citra Wahana Pasaman. Pekerjaan coran jalan (rigit beton), sang kontraktor sengaja menutup total jalan coran tersebut.

Hal itu sangat mengganggu perekonomian masyarakat sekitarnya karena hasil panen mereka sulit dipasarkan keluar kampungnya. Meskipun masyarakat menjerit dan meratap, Pemkab Pasaman malah cuek.

Mungkin, semula maksud pemerintah Pasaman dalam menganggarkan APBD 2016 senilai Rp 2 milyar lebih untuk peningkatan jalan pintu Padang – Botung busuk tak lain demi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

Namun sayangnya, sebagaimana pelaksana proyek tersebut PT. Rajawali citra wahana pasaman, justru mengerjakan jauh menyimpang dari speknya. Sehingga kualitasnya hancur-hancuran. Hal itu diungkapkan Surya darma, Koordinator GNPK Pasaman, usai melaporkan dugaan penyimpangan tersebut ke kepala Kejaksaan Negeri Pasaman.

Berawal dari informasi beberapa warga pintu padang dan botung busuk yang menceritakan nasibnya sejak adanya pekerjaan peningkatan jalan pitu Padang ke Botung busuk sekitar 3 kilo meter, kehidupan mereka jadi sulit.

Mengetahui keluhan masyarakat tersebut, beberapa wartawan dan LSM di Pasaman bergabung membentuk tim guna melakukan investigasi ke lokasi tersebut pada kamis, 1 Desember 2016.

Gabungan wartawan dan LSM tersebut dinamakan Tim 7 turun kelapangan langsung mengcroscek proyek yang diduga bermasalah tersebut.

Risnaldi selaku ketua Tim7 mengatakan bahwa terlihat jalan coran sepanjang 1,3 km ditutup total oleh kontraktornya sehingga mempersulit akses masyarakat keluar masuk dari pintu Padang ke Botung busuk.

Sementara kualitas pekerjaannya terkesan asal jadi. Lanjut Risnaldi diduga adanya pengurangan volume pekerjaan sehingga tidak sesuai dengan specnya.ditemukan adanya pemasangan batu pecah yang tidak sesuai dengan volumenya kemudian pasir krikil yang seharusnya pasir uruk. Diketahui perjanjian dalam kontrak disebutkan ketebalannya 15 cm, sedangkan ketika diukur rata-rata dibawah 10 cm, jelasnya.

Nilai kontrak tersebut Rp 2.069.869.000,- yang menggunakan APBD Pasaman tahun 2016. Informasinya pekerjaan tersebut telah selesai dua bulan yang lalu. Mungkin karena kontraktornya ragu bila dilalui mobil angkutan barang tentu akan anjlok dan terban. Atas pekerjaan proyek ini, Negara dirugikan 1 milyar lebih karena jalan tersebut tidak bisa dimanfaatkan dan harus dibongkar.

Informasi lain menyebutkan bahwa dalam proses adukan corannya setiap adukan coran dalam satu molen penuh hanya menggunakan setengah sak semen sehingga jelas kekuatan badan jalan tidak menjamin apabila dilalui mobil angkutan barang

Surya Darma Koordinator Gerakan Nasional Pemberantas Korupsi Pasaman melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Pasaman pada Jum’at 2 Desember 2016. Menurut Darma, siapapun dia bila sifatnnya telah merugikan Negara dan masyarakat maka akan dilaporkan ke penegak hukum.

Kami berharap agar pihak Kejari Pasaman segera menindaklanjuti kasus tersebut. Diakui oleh Alfakanif, ST Kabid bina marga Dinas PU Pasaman bahwa pekerjaan peningkatan jalan pintu Padang-Botung busuk yang dikerjakan oleh PT. Rajawali citra Wahana terkesan asal jadi dan berkualitas.

Padahal sebelum dilaksanakan item-item pekerjaannya, pihak PU selalu memberikan pekerjaan secara benar sesuai dengan speknya.

Namun diluar sepengetahuan PU, justru si kontraktor melenceng dari specnya. Kami sudah beberapa kali telah memberikan peringatan dan membuat mOu dengan pihak kejaksaan dalam pengawasan dan serah terima proyek. Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *