Pekerjaan Lanjutan Gudang SRG Muaro Paiti Diduga Tak Sesuai Spek

 

Ovumnews.com Limapuluhkota.--Gunung Malintang-Ironis memang. Sepertinya masih ada ulah pemborong nakal “ Pekerjaan lanjutan Gudang SRG dan sarana prasarana yang memakai APBD Kab. Lima Puluh Kota 2017 melalui Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dengan nomor kontrak 04/PPK/PERDAG/VIII/2017 yang dikerjakan oleh CV. Bangun Alam Sentosa dengan konsultan pengawas CV. Duta Konsultan dengan nilai kontrak 2.045.334.000 yang di mulai pada tanggal 1 agustus 2017 diduga tidak sesuai kontrak kerja.

Pasalnya proyek pembangunan yang menelan biaya mencapai dua milyar rupiah ini, diduga dalam pengerjaannya tidak sesuai spek atau kontrak kerja yang sudah ditentukan antara Dinas dan penyedia jasa” Dugaan kecurangan dapat terlihat jelas pada bahan material semen yang seharusnya tertera dalam kontrak menggunakan semen Padang tapi terlihat yang dipakai Semen Tiga Roda.

Sehingga, disinyalir adanya kerugian negara didalamnya dengan adanya selisih harga antara penggunaan yang seharusnya semen Padang dalam prakteknya menggunakan semen tiga roda . idocement .dan juga akan menimbulkan pertanyaan publik dengan material yang lain yang gunakan pada pekerjan tersebut, seperti adukan semen dengan pasir untuk palsteran atau adukan semen pada pengecoran lantai kerja , yang tertera dalam gambar kerja adukan nya K225, dicurigai juga di kurangi.

Ironisnya, berdasarkan gambar kerja yang diperolah Ovumnews.com– tentang pemakai besi pabrikan untuk coran lantai gudang SRG itu yang berukuran 20m x 30m dan teras berukuran 10″. Ternyata yang terpasang diakui pelaksana dan diakui Konsultan Pengawasnya 8″

Saat awak media ini mengkonfirmasi hal tersebut pada pelaksana lapangan dari CV. Bangun Alam Sentosa, mengaku Andi katakan hal tersebut sesuai instruksi dan benar kami dalam penawaran mengunakan semen Padang untuk material.
Sementara kemaren karena semen Padang habis , dan Bos kami lagi tidak ada uang makanya kami beli saja semen merek tiga roda Indocement, pada tokoh bangunan didekat lokasi, yang tertumpuk di samping gedung ini , sisa kemaren, dan sekarang sudah tidak kami gunakan lagi. Sebutnya, di lokasi proyek Jum,at ( 13/10)
Saya sudah melarang untuk tidak mengunakan meterial yang tidk ada dalam kontrak kerja, tetapi pelaksana tak mau mendengarkannya.

Masalah ini akan saya sampaikan pada PPK dan PPTK , dan akan kami lakukan pembokaran pada materil yang terpasang yang tidak sesuai konrak kerja, ujar Eko Konsultan pengawas yang juga sedang berada di lokasi proyek.
Saat awak media mengkomfirmasikan kepada PPK, Ayu sumitra mengatakan saya sedang rapat dengan DPRD sebutnya lewat telepon seluler.

Lain halnya dengan PPTK, Wiwing Nofri kepada Ovumnews.com–katakan , kalau masalah semen yang digunakan pada pembangunan tersebut , kita akan tanya langsung kepada konsultan pengawas , khan ia di lapangan , mereka kita bayar untuk mengawasi pekerjaan tersebut. Kalau memang ada material yang digunakan yang tidak ada sesuai dokumen kontrak akan kita lakukan pembongkaran, sebut nya minggu ( 15/10) lewat telepon selulernya.

Dilain tempat, menyikapi ada dugaan penyimpangan pada pekerjaan lanjutan gudang SRG oleh Dinas Perdagangan Koperasi Kab.Lima Puluh Kota, aktifis Peduli Sumatera Barat, Zulfadli. SH, harapkan pihak berkompeten usut dugaan yang berpotensi rugikan keuangan daerah,
Pintanya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *