Pekerjaan PT. Anugrah Tripa Raya Diduga Mainkan Volume

 

Agam, Ovumnews.com—Lihat saja kondisi jalan Lubuk Basung menuju Padang Luar via Maninjau Kecamatan Tanjung Raya atau Ruas Jalan Manggopoh – Padang Luar (P.025) sangat perlu dilakukan perbaikan. Pasalnya, ruas jalan yang termasuk dalam kewenangan provinsi ini selain lebarnya yang kecil disejumlah titik banyak ditemukan berlobang. Sehingga, membuat pengendara yang melewati jalan tersebut perlu ekstra hati –hati agar tidak terjadi kecelakaan.

Pada tahun 2015 lalu, Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sumatera Barat telah menganggarkan perbaikan ruas jalan tersebut senilai Harga Perkiraan Sementara (HPS) Rp. 4.999.996.000 yang dimenangkan oleh PT. Nasiotama Karya Bersama dengan nilai penawaran Rp. 4.122.417.000.

Tahun 2016 ini, Dinas terkait juga mengalokasikan dana perbaikan Ruas Jalan Manggopoh – Padang Luar (P.025) yang dimenangkan oleh PT. Anugrah Tripa Raya (PT. ATR). Ironisnya, dalam pelaksanaan peningkatan Jalan Manggopoh – Padang Luar yang berlokasi di Bayur Maninjau Kecamatan Tanjung Raya tersebut banyak ditemui kejanggalan.

Hasil temuan media ini diduga proyek penambahan lebar jalan kiri kanan kurang lebih 2,6 Meter (1,3 Meter sebelah Kanan dan 1,3 Meter sebelah kiri) ini terindikasi material yang digunakan tidak bersih. Bukan itu saja, material perkerasan bahu jalan juga terlihat tidak bersih.

Sebab, ditemukan hampir disepanjang lokasi pekerjaan material bahu jalan tersebut bercampur sampah, bekas galian, bekas tunggul pohon dan masih banyak lagi ampas-ampas akar kayu yang terindikasi sengaja ditimbun oleh kontraktor pelaksana untuk mengurangi volume pekerjaan.
Pembuatan saluran pada bahu jalan juga terindikasi asal jadi.

Buktinya, terdapat pada beberapa titik saluran yang dibuat tidak sama besar, begitu juga dengan pasangan batu mortar juga terkesan tidak rapi.

Ironisnya , penggunaan pasir yang digunakan untuk pasangan batu mortar terindikasi mengandung tanah, sehingga mengakibatkan daya rekat dari adukan semen yang tidak menggunakan takaran yang jelas tersebut juga terindikasi tidak memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan pada dokumen kontrak kerja.

Tentunya, hal ini menandakan akibat dari lemahnya pengawasan pihak konsultan pengawas PT. Herda Carter Indonesia yang telah ditunjuk oleh pemilik proyek, sehingga dugaan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana tidak bisa dihindarkan.

parhnya, konsultan pengawas yang dipercaya untuk melakukan pengawasan pada pekerjaan yang bernomor kontrak 609/93/KTR/KPA-JJ/III/2016 ini terindikasi jarang berada di lokasi proyek.

Sebab, ketika media ini bersama tim meninjau kelokasi proyek Kamis (2/6) sore, tidak ada tanda-tanda pengawasan yang dilakukan oleh PT. Herda Carter Indonesia, meski pekerja dari PT. Anugrah Tripa Raya masih melakukan aktivitas pekerjaan pembuatan saluran.

Salah seorang pekerja yang dikonfirmasi media ini Kamis (2/6) dilokasi proyek membenarkan pasangan batu mortar yang terindikasi asal jadi ini diakibatkan air besar.

Bagian pasangan batu ini memang tidak rapi, hal tersebut diakibatkan oleh air besar saat pemasangan dulunya,”akunya seraya mengatakan terkait saluran yang tidak sama besar ini diakibatkan oleh orang punya tanah tidak mau tanahnya digali terlalu besar, makanya saluran yang dibuat seperti ini.

Namun, ketika ditanya dimana pelaksana lapangannya, pekerja tersebut menjawab ada di mess. “ pelaksana lapangan pak eko sedang berada di mess,”kepada Bakinews.

Media, ini berusaha mencari lokasi mess yang telah ditunjukan oleh pekerja serta bertanya kepada masyarakat. Namun, setelah ditelusuri lokasinya messnya tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan pelaksana lapangan tersebut.

Untuk melengkapi pemberitaan, media ini bersama tim berusaha mengkonfirmasi Direktur Utama PT. Anugrah Tripa Raya, Jon melalui Hpnya 0812902525XX Kamis (2/6) malam untuk menanyakan berapa lebar jalan yang ditambah, serta banyaknya dugaan material yang tidak bersih digunakan.

pekerjaan jalan tersebut ditambah lebarnya kiri kanan 1,3 Meter. Mengenai material yang digunakan sebaiknya tanya saja pihak labor Dinas Prasjal Tarkim, “ jawabnya singkat.

Direktur Umum LSM ACIA Sumbar, Darwin, SH bersama Wadir LSM TOPAN Perwakilan Sumatera Barat, Alwi Agus yang ikut bersama tim turun kelokasi proyek Kamis (2/6) terlihat geram mendengar jawaban dari owner PT. Anugrah Tripa Raya tersebut.

Sebab, sang big bos PT. ATR tersebut terkesan mengelak ketika dikonfirmasi secara detil.
jawaban darinya terkesan menantang para awak media dan LSM untuk menelusuri lebih jauh terkait pekerjaan ruas jalan Manggopoh – Padang Luar ini,”kata Darwin

Dikatakan, kita akan telusuri lebih jauh pekerjaan ini, karena dari awal telah ditemukan dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan.

Saluran yang dibuat yang terindikasi asal jadi dan pengerasan bahu jalan serta material berem yang digunakan juga tidak bersih.Nah, apakah begitu menurut spesifikasi teknisnya,”tanya Darwin.

Ditegaskannya, kita juga tidak menemukan konsultan pengawas berada dilapangan, padahal pekerjaa masih melaksanakan pekerjaan. Artinya, integritas konsultan pengawas juga kita pertanyakan pada proyek ini.

Konsultan pengawas harus berada dilokasi proyek untuk mengawasi pekerjaan ini, karena jumlah hari pada kontrak kerja pengawas sama dengan jumlah hari dengan kontrak kerja kontraktor pelaksana yakni 180 hari kalender.

Kita akan segera surati PPK-nya terkait temuan kita dilapangan, kalau nanti jawabannya tidak sesuai dengan fakta dan kondisi yang kita temukan di lapangan, maka kita akan teruskan ke aparat penegak hukum,” ovn03

Pekerjaan terlihat batu berselimut tanah.

Pekerjaan terlihat batu berselimut tanah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *