Pelayanan RSUD Lubuk Sikaping Pasaman Membuat Pasien Mengeluh

 

Pasaman. Ovumnews.com–Terlihat salah seorang pasien umur 55 tahun yang berobat ke RSUD tumbang akibat antrian yang begitu lama sambil memegang berkas untuk berobat.
Selasa, (15/8).

Melihat kejadian itu masyarakat mengeluh pelayanan yang disuguhkan RSUD lubuk Sikaping . dengan antrian yang begitu lama membuat para pasien yang berobat tak kunjung dapat nomor antrian.

Seperti yang diutarakan Abdi Lubis (41), warga Tanjung Beringin Kecamatan Lubuk Sikaping orang tua pasien Ibnu adriansyah Lubis yang berumur (5), membawa anaknya berobat karena penyakit demam panas.

Mengeluhkan pelayanan rumah sakit ini, yang mana nomor antrian telah dapat dari rekam medis untuk berobat kedokter namun, sang Dokter belum bisa memeriksa atau berobat dengan alasan menunggu kompirmasi dari BPJS. Padahal Kartu BPJS aktif selalu tiap bulan kita bayarkan dengan melihat slip potongan. Jelasnya.

Kemudian petugas mengarahkan ke bagian BPJS karena peserta adalah anggota BPJS. Sampai di ruangan BPJS menunggu hampir 4 jam belum ada kompirmasi positif dari BPJS dengan alasan menunggu yang tidak pasti karena antrian di ruang tunggu BPJS begitu banyak hingga membeludak keluar.

“ibarat kata sama dengan dipasar pagi sembari menanyakan BPJS masing-masing tak kunjung pasti”.Ucap nya dengan nada kesal.

Hal senada juga di alami Noy warga Lubuk Sikaping yang membawa istrinya berobat sangat kesal dengan pelayanan Rumah Sakit ini. Betapa tidak, telah sekian lama antrian berjam – jam hingga istrinya merasakan sakit yang diderita nya justru bertambah akibat antrian yang tak kunjung pasti.

Ia mengatakan, seharusnya pasien yang membutuhkan pengobatan diperiksa dulu agar pasien dapat memeriksa penyakit setidak-tidaknya melegakan hati para pasien. Dan Kelengkapan BPJS nya baru menyusul. Tapi kenyataannya yang kami alami berbeda harus di cek dulu aktif tidaknya Kartu BPJS tersebut.

Padahal kami tiap bulannya gaji telah dipotong untuk membayar bulanan BPJS ini. Terang Noy.

” Kalau begini pelayanan yang diberikan pasien yang berobat bukan nya sehat, malah justru penyakit yang bertambah”. Tukasnya dengan nada kesal.

Akhirnya. Noy membawa istrinya berobat ke pelayanan bagian umum. Sangking kecewa nya sembari melangkah meninggalkan ruang tunggu BPJS .

Menyikapi hal itu Dr. Yong Marzuhaili Direktur RSUD Lubuk Siaping ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, kami dari pihak rumah sakit tidak bisa memeriksa pasien kalau belum mendapat surat rujukan dari Puskesmas dan itu sudah menjadi aturan dari BPJS. Namun, kami akan memeriksa pasien tanpa rujukan ataupun BPJS apabila saat darurat.

Ketika ditanyakan antisipasi mengenai antrian yang begitu banyak hingga membengkak dia menjelaskan “hal itu pihak rumah sakit telah memikirkan dan mengusulkan kepada Pemkab Pasaman untuk mengantisipasi antrian tersebut dengan pendaftaran sistem Online”.

“Mudah – mudahan besok bisa dianggarkan dan masalah ini bisa diatasi”, Katanya mengakhiri. ( Ris/surya.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *