Pembangunan Gedung Convention Hall Telan Korban Jiwa

 

Pembangunan Gedung Convention Hall Telan Korban Jiwa
Kepada Keluarga Korban Pihak Kontraktor Minta Agar Kasus ini Tidak Diusut

Padang.Ovumnews.com–Pembangunan Gedung Conventional Hall sepertinya dibalut segudang masalah, seperti pelaksanaan pembangunannya tidak sesuai dengan speck /bestek dan terkesan kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tidak berpengalaman,seperti yang terlihat dalam gambar, kemudian pembangunan gedung ini diduga kuat tidak memiliki IMB, dan dibangun dalam kawasan zona merah dan yang terakhir telah menelan korban seorang buruh kerja bagian pengelasan.

Sangat mengenaskan, karena hampir semua para pekerja proyek gedung Conventional Hall ini tidak memakai peralatan pengaman kerja/sefety seperti yang diatur dalam undang- undang ketenaga kerjaan tentang keselamatan kerja. Akibat tidak adanya safety pengaman tersebut, salah seorang pekerja yang ahli dibidang pengelasan bernama Tasiran tewas akibat terjatuh dari ketinggian delapan meter ketika sedang melakukan pengelasan, seandainya Tasiran.memakai sefeti pengaman, maka nyawa Tasiran bisa terselamatkan

Tasiran tewas pada hari Senin tanggal 9 Oktober 2017 jam. 15.00 wib. Ketika itu ia sedang mengelas konstruksi besi pipa saluran bangunan gedung tersebut dalam ruangan yang agak sempit dan akibatnya ia terjatuh dari ketinggian delapan meter dan langsung dilarikan teman- teman sekerjanya ke Rumah Sakit namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan Tasiran menghembuskan nafas terkhirnya. Innalilahi wa’innalillahi rozi’un.

Tasiran (39) meninggalkan seorang istri Ice Berpautmi (31) dan sepasang anak yang masih kecil kecil, Satu perempuan (11) yang masih duduk dibangku SD dan seorang lagi laki- laki (5) masih duduk dibangku TK

Menurut sumber, bahwa pihak kontraktor dirumah duka Jalan Ambun Suri No.13 B Rt.02- Rw.09 Gunung Pangilun, mengharap kepada keluarga korban agar kasus ini tidak dilanjutkan kepihak penegak hukum (Kepolisian), dan menyebutkan bahwa segala biaya akan ditanggung oleh Walikota Padang. Pernyataan pihak kontraktor ini sempat mencengangkan para pelayat dirumah korban, dan bertanya- Tanya “Inikan bukan proyek Pemko Padang, kenapa harus Walikota Padang yang menanggung, inikan proyek gedung milik Provinsi, ada apa ini” kata mereka berbisik- bisik.

Ketika istri Korban ditemui dirumah kediamannya (13/10) atas informasi ini, membenarkan apa yang dipesankan kepadanya dan pihak kontraktor mengatakan kalau kasus kematian suaminya jangan sampai kepihak Kepolisian, dan berjanji semua biaya baik asuransi dan beasiswa anak anak sampai tamat akan diserahkan oleh Walikota Padang, kata istri korban kepada Buser menirukan ucapan pihak kontraktor. (Mengenaskan)Zainal/Ef

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *