Pembangunan Jalan Bypass Padang, Reclasseering Indonesia Minta KPK Usut

 

Padang.Ovumnews.com—KPK diminta mengusut terkait, dugaan pekerjaan yang terindikasi tidak sesuai spesifikasi teknis dan kontrak kerja terus menghiasi pekerjaan Jalan Bypass Padang. senjak dikerjakan tahun 2014 lalu, pekerjaan jalan Bypas yang mempunyai panjang kurang lebih 27 KM yang berlokasi di Kota Padang – Kabupaten Padang Pariaman ini terus menuai sorotan dari berbagai pihak.

Pasalnya, selain pekerjaan yang terkesan asal jadi, sejumlah titik pembebasan lahan yang dilalui oleh pekerjaan tersebut terindikasi belum rampung.

Berdasarkan data yang didapat media ini, pekerjaan jalan Bypass yang menelan biaya Rp. 358.291.208.000,00 yang bersumber dari pinjaman Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea, dengan nama proyek Padang Bypass Capacity Expansion Project Kode proyek EDCF Loan No.INA-17 ini dimulai 8 Agustus 2014 dengan masa pelaksanaan 730 hari kalender ini, hingga tahun 2017 belum juga rampung.

Hebatnya, pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor asal korea PT. Kyeryong Construction Industrial Co. Ltd yang join operation (JO) dengan PT. Yala Persada Angkasa, dibeberapa titik pekerjaan ditemukan banyak kejanggalan.

Berdasarkan pengamatan Ketua Komisariat Daerah Reclasseering Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Muhammad Rajanur Khumaran mengatakan, pekerjaan jalan Bypass tersebut banyak ditemukan kejanggalan, mulai dari penggunaan base, mutu kanstin untuk taman hingga sumber material serta pemadatan base diduga tidak sesuai metoda pelaksanaan.

Sama-sama kita ketahui daerah bypass Padang ini tanahnya rawa, kalau pemadatan yang dilakukan tidak mengacu kepada spesifikasi teknis dan metoda pelaksanaan, tunggu saja kehancuran yang akan terjadi pada pembangunan jalan bypass ini,” sebutnya.

Ditegaskan, kini di beberapa titik pengaspalan yang sudah dilaksanakan tersebut telah hancur, dan hingga sekarang pekerjaan tersebut masih berlanjut kendati waktu pelaksanaan telah habis.

Menurutnya, keterlambatan pekerjaan ini, selain diakibatkan oleh kelalaian rekanan juga diakibatkan lambatnya pembebebasan lahan.Seharusnya pekerjaan seperti ini diputus saja kontraknya biar negara tidak dirugikan.

Kini, kata Rajanur, hampir puluhan titik pengaspalan tersebut telah rusak dan mengelupas, begitu juga dengan pekerjaan taman, tanahnya bercampur batu di urug begitu saja untuk mengejar volume. Seyogya, kalau pekerjaan taman tentu tanah yang didatangkan merupakan tanah pilihan yang dicampur dengan humus.

Namun, lain halnya yang terjadi pada pekerjaan taman jalan bypass ini, terkesan asal jadi. Tentunya ini membuktikan kurang profesionalnya rekanan dan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Dohwa engginering Co. Ltd- PT. Perentjana Djaja and PT. Hasfarm dian Konsultan.

Bukan itu saja dugaan kecurangan yang terlihat ujar Rajanur, pemasangan U-Ditch untuk saluran juga terindikasi asal jadi. Sebab, kita tidak pernah melihat lantai kerja saluran U-Ditch yang dipasang, apakah itu pakai pasir atau campuran beton.

Maka dari itu kita minta KPK RI segera turun ke Sumatera Barat untuk mengusut dugaan kecurangan pada proyek ini. Diberikannya addendum tiga kali, itu membuktikan kontraktor pelaksana tidak sanggup mengerjakan, bahkan hingga waktu addendum ketiga berakhir bulan mei ini, pekerjaan tersebut juga tidak akan rampung,” tuturnya.

PPK 12 Proyek Jalan Bypass Padang, Albar yang dikonfirmasi media ini Sabtu (15/4) via ponselnya terkesan enggan mengangkat telpon meski telah di hubungi beberapa kali.

Namun saat dikonfirmasi melalui SMS, Albar langsung membalasnya. Menurut nya, pekerjaan jalan Bypass tersebut sudah di Addendum sebanyak 9 kali dengan dasar persetujuan Loan Agreement. Addendum diberikan jika ada persetujuan atau tidak ada penolakan dari Lender/negara peminjam.

Terkait banyaknya Aspal yang rusak, akan diperbaiki/dibongkar dan disesuaikan dengan spesifikasi teknis yang berlaku dalam kontrak dan saat PHO nantinya wajib sesuai dengan yang ada di dalam kontrak,”ujarnya.

Ditambahkannya, terkait isian taman jalan, Albar tak menampik adanya material batu yang bercampur tanah yang dipasang.isian material dalam median merupakan timbunan biasa jadi kalau bercampur tanah masalahnya dimana? Dan sekedar informasi, pada bagian atas median nantinya akan diberikan tanah humus/pupuk untuk tanaman,” sebutnya sembari mengatakan proggres pekerjaan sudah 93 %. Ovn03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *