Pembangunan Kolam BBI Sentral Sarilamak Dicurigai ?

 

Limapuluh Kota, Ovumnews.com- Agaknya patut dicurigai, ada apa misteri dibalik pembangunan Kolam air masuk- keluar BBI ( Balai Benih Ikan ) Sentral di jorong Aia Putiah Sarilamak Kec. Harau, alokasi APBD Kab. Limapuluh Kota TA.2015 senilai Rp. 537.365.000,00 yang dikerjakan oleh CV. Surya Perdana alamat, Jl. Jakarta RT.03 RW.02 No.301 Parit Rantang Payakumbuh Barat.

Pasalnya, oleh Koordinator LSM AMPERA Indonesia, Edwar Hafri dan didampingi rekannya, setelah mendapatkan informasi dari salah seorang tokoh masyarakat Sarilamak, bahwa saat ini ada paket pekerjaan pembangunan Kolam air masuk- keluar BBI Sentral di Jorong Aia Putiah Sarilamak pada areal seluas 4,2 hektar oleh Satker Dinas Prikanan Kab. Limapuluh Kota, sejak 27 Agustus 2015 lalu.

Menurut sumber tersebut, pihaknya merasa heran, atas pelaksanaan pekerjaan tersebut (Pembangunan Kolam air masuk- keluar BBI Sentral-red), selain terkesan misteri, karena tidak diketahui apa nama paket pekerjaannya, siapa rekanan pelaksananya, serta berapa nilai proyeknya. Soalnya, sepengetahuan dirinya, bila ada paket pekerjaan yang dibiayai dari pajak rakyat, selalu kita temui plank proyeknya, demikian ujar sumber .
Masih menurut sumber tersebut, patut dicurigai ada apa misteri dibalik pekerjaan yang posisinya kurang lebih 1 Km dipedalaman Jorong Aia Putiah Sarilamak Kec. Harau, nyaris tidak diketahui masyarakat luas.

Ternyata, informasi sumber tersebut dirasakan juga oleh Edwar Hafri dan temannya ketika menulusuri keberadaan proyek ala Dinas Prikanan Kab. Limapuluh Kota itu. Dua dedengkot aktifis LSM AMPERA Indonesia itu, akui agak kerepotan mencari tahu tentang Pembangunan Kolam air masuk- keluar BBI Sentral di jorong Aia Putih Sarilamak, meskipun akhirnya ditemuinya.

Masih menurut Edwar dan temannya, awalnya merasa kaget menatapi plank proyek terpasang, Pembangunan Tempat Packing, Pos Jaga, dan Gudang Pelet yang dikerjakan oleh CV. Eka Putra alamat Jl. Veteran No. 57 Bunian Payakumbuh Utara – Payakumbuh, dengan nilai kontrak Rp 210.412.000,00. Kesannya, seolah- olah pihak Satker Dinas Prikanan Kab. Limapuluh Kota, yang dikomandoi oleh Ir. Ny. Refilza, diduga berupaya mengelabui masyarakat atas paket pekerjaan Pembangunan Kolam air masuk- keluar BBI Sentral, yang dibiayai dari pajak rakyat senilai Rp 537.365.000,00, oleh CV. Surya Perdana.

Berdasarkan resume LSM AMPERA Indonesia, patut diduga misterinya pekerjaan oleh Satker Dinas Prikanan Kab. Limapuluh Kota itu, adanya kecurigaan LSM AMPERA tdiduga ada persekongkolan jahat, dapat merugikan keuangan Negara antara Satker dan rekan dalam pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan speck/ pengurangan volume pekerjaan.

Dilain pihak, berdasarkan pengamatan AMPERA Indonesia, juga khawatirkan bahwa pekerjaan baik paket Pembangunan Kolam air masuk- keluar BBI Sentral dan paket Pembangunan Tempat Packing, Pos Jaga, dan Gudang Pelet dapat selesai pada akhir Desember 2015 ini.

Kecurigaan adanya dugaan kesepakatan jahat satker Dinas Prikanan Kab. Limapuluh Kota dan dua rekanan ( CV. Surya Perdana dan CV. Eka Putra, -red), usai dua dedengkot yang konsen berperan serta ikut mengawasi kinerja pemerintah itu, ancang- ancang akan lakukan konfirmasi, tiba- tiba dikontak oleh salah seorang staf Dinas terkait, mengaku nama Elfina Zelmi, diduga atas suruhan Kadisnya, Ir. Refilza, tanyakan apa urusan anda, memantau proyek kami (paket Pembangunan Kolam air masuk- keluar BBI Sentral dan paket Pembangunan Tempat Packing, Pos Jaga, dan Gudang Pelet- red), sembari memaki dan mengancam, demikian ucap Edwar heran.

Menyikapi kejadian diluar dugaan tersebut, kecurigaan LSM AMPERA Indonesia, semakin tinggi, bertekad tingkatkan penyelidikan dugaan kongkalikong penggunaan uang rakyat juga pada paket lainnya oleh Satker Dinas Prikanan Kab. Limapuluh Kota, yang dilakoni oleh Ir. Refilza, diketahui pada tahun 2009 lalu semasa menjabat Kabid Prikanan, tersangkut dugaan kasus “pat gulipat” proyek Pipanisasi Nagari Mungo senilai Rp.1,2 M, oleh Tipikor Polres Limapuluh Kota, dan masyarakat Mungo kecewa karena kasus tersebut mengendap. Y.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *