Pembangunan RPH Berstandar Australi Diduga Tidak Memilik Amdal.Dinas (LH) Kab Padang Pariaman Belum Terima Surat Terkait Pengurusan RPH Kali Air Batang Anai.

 

Padang OvumNews.Com--Keberadaan Proyek pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) milik pribadi yang berstandar australi Kali air Kecamatan Batang Anai di duga tidak memikili analisa lingkungan (Amdal)
Pasalnya masyarakat di sekitar mengeluhkan limbah yang akan mengganggu kesehatan masyarakat nantinya.
Ironisnya pemilik selaku Investor pembangunan Rumah potong tersebut terkesan berani pasalnya walaupun belum ada Amdal pembangunan Fisik rumah potong sudah berjalan sekitar 70 persen .
Sehingga beberapa masyarakat di sekitar lokasi bertanya tanya pasalnya pada peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2012 di jelaskan pada BAB III pasal 3 ayat setiap kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal .
Disamping itu padal pasal 9 juga di sebutkan dalam penyusunan dokumen Amdal wajib mengikut sertakan masyarakat yang terkena dampak lingkungan.
Pembangunan tersebut,menurut seorang tokoh masyarakat Kali air Batang Anai yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan beberapa masyarakat pernah melakukan demo penolakan terhadap pembangunan RPH tersebut namun sampai saat ini pembangunan RPH tersebut masih terus berjalan tampa memperdulikan penolakan masyarakat.
Pembangunan RPH tersebut jelas telah mengangkangi PP no 27 tahun 2012 di duga telah mengakangi pemerintah Kabupaten padang Pariaman.
Sementara pemilik Pribadi RPH Kali air Batang Anai tersebut H A Yani ketika di konfirmasikan terkait pembangunan RPH tanpa Amdal tersebut melalui telepon seluler terkesan mengelak dan melimpahkan tanggung jawab ke Gusnardi selaku elaksana proyek di lapangan.”Silahkan Hubungi saja Agus, dia yang bertanggung jawab di lapangan “ungkapnya sembari memberikan no HP Gusnardi.
Ketika di temui Gusnardi mengatakan kepada media ini jika semua Izin terhadap pembangun RPH tersebut telah lengkap sebari mengimingi pembukaan lapangan kerja yang cukup besar bagi masyarakat sekitar karena Pembangunan RPH tersebut Berstandar Australi dengan Investasi milyaran rupiah.
Pernyataan Agus jelas bertolak belakang dari fakta di lapangan karena masyarakat sekitar belum pernah di kordinasikan terhadap pergurusan Amdal tersebut .
Di samping itu dari penelusuran OvumNews.Com ini ke Dinas lingkungan Hidup (LH) Pemkab Padang Pariaman menurut salah seorang Staf belum ada surat masuk terkait pengurusan RPH kali Air Batang Anai.
Terhadap pembangunan RPH tersebut masyarakat sekitar Berharap Pemkab Padang Pariaman maupun Pihak terkait dapat menindak tegas dan menghentikan pembangunan sebelum menimbulkan dampak kerugian terhadap masyarakat maupun investor itu sendiri.
Sementara pada UU no 32 tahun 2009 pada pasal 108 telah di tegaskan sangsi terhadap pegusaha nakal dengan Hukuman ! tahun dan paling lama 3 tahun atau denda 1 milyar dan paling banyak 3 milyar.(son)

One Response to Pembangunan RPH Berstandar Australi Diduga Tidak Memilik Amdal.Dinas (LH) Kab Padang Pariaman Belum Terima Surat Terkait Pengurusan RPH Kali Air Batang Anai.

  1. [* Shield plugin marked this comment as “trash”. Reason: Failed GASP Bot Filter Test (checkbox) *]
    To enable Wikipedia to groww ass well as truly pick the minds
    of the prlfessionals around tthe globe, you have to
    do something to separate this interjal gang as well as the miniature empires they are constructing for
    themselves. http://charlesfilterproj1.com

     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *