Pengecetan Jembatan Tiga Barelang Batam Amburadul Terkesan Asal Jadi

 

Batam, Ovumnews.Com–Rekanan yang dipilih dinas pekerjaan umum (DPU) Kepulauan Riau untuk melakukan pengecatan Jembatan Tiga Barelang terkesan tidak mementingkan kualitas atau mutu pekerjaan.

Pemerintah  setiap tahun mengucurkan dana  untuk proyek peningkatan sarana jalan termasuk pemeliharaan cat Jembatan Tiga  Barelang Kota Batam dengan jumlah Miliaran Rupiah. Ternyata pengerjaan pengecatan jembatan tersebut terkesan amburadul.

Pantauan media ini, kemarin, dari hasil pekerjaan pengecatan terlihat sangat memiriskan terutama hasil  pengecatan terlihat hanya melampisi cat  lama tanpa tmembersihkan lebih dulu. Dimana akhirnya hasil pengecatan terkesan asal jadi. Ironisnya lagi pengecetan jembatan yang baru saja selesai itu sudah mengelupas di beberapa titik.

Salah seorang warga setempat, Ahmad melihat pengcatan jembatan yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan tersebut sebagian warnanya  sudah memudar.

Ahmad berharap proyek milik provinsi Kepri itu hendaknya dapat diperhatikan dan pemeliharaannya benar-benar dilakukan dengan baik.

“Saya mengharapkan sarana jembatan yang berada di Rempang Galang ini dari jembatan satu sampai jembatan enam yang juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Batam hendaknya perlu pengawasan saat dilakukan pengecetan. Sebab jembatan ini ramai dikunjungi wisatawan lokal terlebih pada hari-hari libur seperti hari Sabtu dan Minggu,” katanya.

Arezon Andere SH, aktivis LSM Ampera Indonesia menanggapi hasil pekerjaan pengecatan jembatan itu mengatakan, jika kualitas catnya bagus sudah pasti akan bertahan lama.

“Tapi bagaimanapun kita maklum juga sebab proyek tersebut berada jauh dari  lokasi keramaian atau tepatnya dari jangkauan masyarakat. Kemungkinan, tentu saja kurang pengawasan extra dari masyarakat,” ujarnya di Batam, Minggu (20/7).

Meski demikian tambah Arezon, tidak bagusnya hasil pekerjaan pelaksana melalukan pengecatan jembatan, tentu tidak lepas dari pengawasan PPKdan PPTK sebab itu merupakan sebuah proyek pemerintah dan pastinya menggunakan uang rakyat. hasmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *